Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Karimah Tauhid

Penggunaan Media Sosial dalam Membangun Hubungan Internasional Naswa, Nazirah; Jannah, Zikra Miftahul; Ayubin, Edwards; Saputra, Irsya Diryansyah; Fadilah, Vhiona Rizkia
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 7 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan media sosial telah menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari banyak orang. Media sosial tidak hanya digunakan untuk berbagi informasi, tetapi juga untuk membangun dan memelihara hubungan interpersonal. Artikel ini membahas tentang peran media sosial dalam membangun hubungan interpersonal, termasuk kelebihan dan kekurangan penggunaannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial dapat memperkuat hubungan interpersonal dengan memungkinkan orang untuk terhubung dengan teman, keluarga, dan kenalan yang jauh, serta bertemu dengan orang-orang baru yang memiliki minat yang sama. Namun, perlu diingat bahwa penggunaan media sosial juga dapat memiliki dampak negatif, seperti ketergantungan dan kesalahpahaman. Oleh karena itu, penting untuk menggunakan media sosial secara bijak dan seimbang untuk membangun hubungan interpersonal yang lebih kuat dan lebih bermakna.
Komunikasi Resilensi Guru dalam Kasus Perundungan di Sekolah Kusumadinata, Ali Alamsyah; Aulia, Anna Nur; Maulida, Putriani Nuri; Sanita; Septiana, Siti Dwi; Haliza, Siti Nur; Fadilah, Vhiona Rizkia; Widinia, Willy
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 11 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i11.21962

Abstract

Perundungan di sekolah masih menjadi isu yang sering terjadi dan memberikan dampak negative terhadap pertumbuhan siswa. Dalam menghadapi masalah ini, peran guru sangat penting, terutama melalui kemampuan komunikasi yang baik dan Tangguh agar dapat membantu siswa yang terlibat. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana guru menggunakan komunikasi resiliensi dalam menghadapi kasus perundungan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data di peroleh dari wawancara dengan tiga guru dari berbagai sekolah, dan observasi kegiatan di sekolah. Hasil penelitian menujukan bahwa guru menerapkan komunikasi resiliensi dalam tiga tahap yaitu tahap pencegahan, penanganan, dan pemulihan. Pada tahap pencegahan guru melakukan edukasi dan sosialisasi mengenai dampak dari perundungan. Di tahap penanganan, guru menggunakan pendekatan pribadi dan melakukan mediasi antara pelaku dan korban. Sementara pada tahap pemulihan, guru bekerjasama dengan orang tua dan pihak sekolah untuk membantu korban bangkit kembali serta memberikan pembinaan kepada pelaku agar tidak mengulangi perbuatannya. Secara umum kemampuan guru dalam berkomunikasi dengan tenang, penuh empati, dan terbuka memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, mendukung dan bebas dari perundungan.