Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KALIMATIN SAWA’ SEBAGAI TITIK TEMU AGAMA-AGAMA Nadzifah, Ainun; Zuhrupatul Jannah; Maulidi; Fasjud Syukroni; Muhammad Ulinnuha
POROS ONIM: Jurnal Sosial Keagamaan Vol 6 No 1 (2025): Poros Onim: Jurnal Sosial Keagamaan
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Fattahul Muluk Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53491/porosonim.v6i1.1682

Abstract

Artikel ini mengkaji konsep Kalimatin Sawa' sebagai titik temu dialog antaragama, dengan fokus pada kesamaan prinsip antar agama yang ada di Indonesia. Islam dan Kristen utamanya. Kalimatin Sawa' merupakan ungkapan yang ditemukan dalam Al-Qur'an QS. Ali Imran: 64, yang mengajak berbicara tentang kesamaan prinsip dalam agama-agama berbeda. Dalam konteks Indonesia, Pancasila merupakan diantara ekspresi Kalimatin Sawa’. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis bagaimana konsep Kalimatin Sawa' dapat digunakan menjembatani perbedaan dan memperkuat hubungan antar pemeluk agama berbeda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi teks (textual analysis) terhadap penafsiran Al-Qur'an serta literatur dari sumber agama lain dan sumber terkait. Data yang digunakan terdiri dari teks kitab suci dan literatur agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kalimatin Sawa' menawarkan sebuah fondasi dialog antaragama yang tidak hanya memperhatikan perbedaan, tetapi juga mengutamakan kesamaan dalam ajaran moral dan etika. Dengan demikian, Kalimatin Sawa' berfungsi sebagai dasar pembentukan hubungan harmonis saling menghormati antarumat beragama. Kesimpulannya, Kalimatin Sawa' memiliki potensi besar sebagai titik temu memperkuat toleransi dan kerjasama antaragama, serta mendukung perdamaian global dalam konteks multikulturalisme.
Negotiative Coexistence of the Wahabi Movement and Religious Moderation in East Lombok Azizah, Lutfatul; Zuhrupatul Jannah; Halimatuzzahro
Jurnal Sosiologi Agama Vol. 19 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducted in three villages in East Lombok, namely Suralaga, Bagik Nyaka, and Kalijaga, to understand the phenomenon of the Wahabi movement and religious moderation in society. The main reason for this research is the increasing conflict due to differences in religious understanding triggered by the exclusivity of the Wahabi group. This research aims to analyze the pattern of social interaction and values of religious moderation between Wahabi groups and cultural Islamic society. With a qualitative approach, data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation. The results showed that the exclusivity of the Wahabi group led by its elite became a trigger for conflict, while grassroots worshipers showed the potential to accept the values of moderation. Mosques and education are the main media for the spread of Wahabi ideology. However, efforts to strengthen religious moderation can be done by encouraging tolerance and understanding across groups. The conclusion of this research emphasizes the importance of religious moderation strategies to create harmony amid religious differences.