Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Perbandingan Infiltrasi Tanah Menggunakan Dua Metode sebagai Dasar Menghitung Desain Sistem Drainase Bandar Udara Muhammad nuwof; Lalu Agum Widya Guna; Ahmad Hariri; Yeti Komalasari; Viktor Suryan
SKY EAST: Education of Aviation Science and Technology Vol. 3 No. 2 (2025): SKY EAST: Education of Aviation Science and Technology (July-December 2025)
Publisher : Politeknik Penerbangan Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61510/skyeast.v3i2.64

Abstract

Penelitian ini berjudul Analisis Perbandingan Infiltrasi Tanah Menggunakan Dua Metode Sebagai Dasar Menghitung Desain Sistem Drainase Bandar Udara. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan membandingkan laju infiltrasi tanah menggunakan dua metode, yaitu metode Double Ring Infiltrometer dan metode Horton, sebagai dasar perhitungan desain sistem drainase bandar udara yang efektif dan adaptif terhadap kondisi lokal. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif melalui pengumpulan data lapangan dan kalibrasi model matematis. Metode Double Ring Infiltrometer digunakan untuk memperoleh data infiltrasi aktual, sedangkan metode Horton diaplikasikan untuk memodelkan laju infiltrasi secara teoritis berdasarkan hasil pengukuran. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa laju infiltrasi awal mencapai 0,5 cm/menit dan menurun menjadi konstan sebesar 0,1 cm/menit setelah tanah mencapai kondisi jenuh. Metode Horton menggambarkan penurunan laju infiltrasi secara eksponensial dan mampu mendekati hasil pengukuran lapangan dengan pola konsisten. Perbandingan kedua metode menunjukkan bahwa keduanya saling melengkapi, dengan Double Ring Infiltrometer memberikan data aktual dan Horton memberikan pendekatan prediktif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kedua metode dapat digunakan secara terpadu dalam perencanaan sistem drainase bandar udara. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan teknis tidak hanya untuk mitigasi banjir, tetapi juga dalam perancangan landasan pacu dan infrastruktur pendukung yang membutuhkan data infiltrasi sebagai dasar perhitungan kestabilan tanah dan sistem pengelolaan air hujan.
Enhancing Radiotelephony Competence in Aviation Cadets: A Quasi-Experimental Study on the Efficacy of STEM-Based Learning Ahmad Hariri; Yeti Komalasari; Minulya Eska Nugraha; Yani Yudha Wirawan
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2026): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1198000

Abstract

This study aimed to investigate the effect of a STEM-based learning intervention on aviation cadets’ understanding of radiotelephony practices. A quantitative approach was employed using a quasi-experimental non-equivalent control group design involving 18 cadets in the experimental group (MBU 06 A), who received STEM-based learning through a radiotelephony simulation module, and 17 cadets in the control group (MBU 06 B), who received conventional instruction. Data analysis was conducted using an independent samples t-test after the assumptions of normality and homogeneity of variance were satisfied at a significance level of 0.05. The results showed that post-test scores in the experimental group were significantly higher (M = 83.17, SD = 1.95) than those in the control group (M = 69.94, SD = 1.39), with a statistically significant difference (p < .05). These findings indicate that the integration of STEM-based learning and simulation activities can enhance the effectiveness of radiotelephony instruction and better prepare aviation cadets for operational communication tasks. The novelty of this study lies in the application of a STEM-based learning framework specifically to radiotelephony training within aviation education, an area that has received limited empirical attention. This research contributes evidence that STEM-based learning is an effective pedagogical strategy for developing practical radiotelephony competence and offers valuable implications for the improvement of aviation training curricula.