Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

CULTURAL ADAPTATION IN PARENTING COUNSELING PROGRAMS: EXPLORING BEST PRACTICES FOR MULTICULTURAL FAMILIES IN RURAL COMMUNITIES Edy Tristiyanto; Nabilaa Faizatuz Zuhriyah; Nur Alifah
Islamic Counseling and Parenting Journal Vol. 1 No. 1 (2024): Islamic Counseling and Parenting Journal
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59784/icpj.v1i1.4

Abstract

Multicultural families in rural communities face unique challenges in parenting due to differences in cultural values, language, and gender role perceptions. Parenting counseling programs that do not consider multicultural aspects often exacerbate conflicts in families. Therefore, this study aims to explore best practices in culture-based parenting counseling for multicultural families in rural communities. This study used a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation with 10 multicultural families and 5 counselors. Thematic analysis was used to identify key themes of cultural adaptation challenges and practices. The results showed that the main challenges faced by multicultural families were differences in cultural values (45%), language barriers (25%), and differences in gender role perceptions (20%). Open communication practices and empathy-based approaches have proven effective in helping families overcome these differences. Counselors have an important role as mediators in helping multicultural families unite different cultural values in harmonious parenting patterns. This study recommends counselor training to increase cultural sensitivity and the development of counseling programs that are adaptive to cultural differences in rural communities.
REKONSTRUKSI KEBIJAKAN MAKAN BERGIZI GRATIS BERBASIS NILAI-NILAI FILSAFAT HUKUM ISLAM Edy Tristiyanto; Ali Fauzan; Junaidi Abdillah
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 5 No. 2 (2026): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies, Desember 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v5i2.1821

Abstract

Kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu instrumen kebijakan publik yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi masyarakat. Namun, implementasi kebijakan tersebut tidak hanya membutuhkan efektivitas administratif dan kecukupan anggaran, tetapi juga landasan filosofis yang menjamin keadilan, kemaslahatan, perlindungan manusia, dan keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebijakan Makan Bergizi Gratis dalam perspektif filsafat hukum Islam serta merumuskan rekonstruksi kebijakan berdasarkan nilai-nilai maqāṣid al-syarī‘ah. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan filosofis. Data penelitian berupa bahan hukum primer, sekunder, dan bahan pendukung yang dianalisis secara kualitatif dengan metode deskriptif-analitis dan preskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan MBG memiliki relevansi substantif dengan tujuan maqāṣid al-syarī‘ah, terutama ḥifẓ al-nafs (perlindungan jiwa), ḥifẓ al-‘aql (perlindungan akal), ḥifẓ al-nasl (perlindungan keturunan), dan ḥifẓ al-māl (perlindungan harta). Rekonstruksi kebijakan diperlukan dengan menempatkan maṣlaḥah sebagai orientasi utama melalui penguatan kualitas dan keamanan pangan, pemerataan akses, transparansi anggaran, akuntabilitas penyelenggara, partisipasi masyarakat, pemberdayaan ekonomi lokal, serta pengendalian potensi mafsadah. Dengan demikian, MBG perlu dikonstruksikan bukan sekadar sebagai program pemenuhan pangan, melainkan sebagai kebijakan publik berbasis kemaslahatan yang berkeadilan, amanah, partisipatif, dan berkelanjutan.