Nana Andriana
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pertamedika

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Edukasi Kesehatan Berbasis Media Audiovisual Terhadap Peningkatan Pengetahuan Keluarga Nifas Tentang Teknik Menyusui Dan Perawatan Tali Pusat Bayi Baru Lahir Nana Andriana; Diana Rhismawati Djupri; Ilmiatus Qoyimah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.532

Abstract

Keluarga nifas berperan penting sebagai sistem pendukung ibu dalam masa nifas, terutama dalam praktik menyusui dan perawatan bayi baru lahir. Kurangnya pengetahuan keluarga nifas dapat berdampak pada ketidaktepatan teknik menyusui dan perawatan tali pusat bayi baru lahir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi kesehatan berbasis media audiovisual terhadap peningkatan pengetahuan keluarga nifas tentang teknik menyusui dan perawatan tali pusat bayi baru lahir. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest tanpa kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 20 keluarga nifas. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan nilai rerata pengetahuan sebelum intervensi sebesar 9,10 dan meningkat menjadi 14,95 setelah intervensi, dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Edukasi kesehatan berbasis media audiovisual terbukti berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan keluarga nifas tentang teknik menyusui dan perawatan tali pusat bayi baru lahir.
Pengaruh Warm Blanket Terhadap Kejadian Shivering Pada Pasien Sectio Caesarea Di Instalasi Bedah Sentral Rumah Sakit Krakatau Medika Praefisien Budi Asih; Nana Andriana; Henny Fitriani; Diana Rhismawati Djupri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.541

Abstract

Sectio caesarea merupakan tindakan pembedahan obstetri yang berisiko menimbulkan shivering akibat gangguan termoregulasi selama pembedahan dan efek anestesi spinal. Shivering dapat meningkatkan kebutuhan oksigen, memperberat nyeri pascaoperasi, serta memperlambat proses pemulihan. Warm blanket merupakan intervensi keperawatan nonfarmakologis yang digunakan untuk mempertahankan suhu tubuh pasien dan mencegah hipotermia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian warm blanket terhadap kejadian shivering pada pasien sectio caesarea. Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel berjumlah 17 pasien sectio caesarea dengan anestesi spinal yang dipilih menggunakan purposive sampling. Pengukuran shivering dilakukan sebelum dan sesudah pemberian warm blanket menggunakan observasi suhu tubuh dan derajat shivering. Analisis data menggunakan uji Paired T-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi kejadian shivering didominasi kategori sedang (47,1%), sedangkan setelah intervensi didominasi kategori ringan (76,5%). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat pengaruh signifikan pemberian warm blanket terhadap kejadian shivering dengan nilai p = 0,001. Disimpulkan bahwa warm blanket efektif menurunkan kejadian shivering pada pasien sectio caesarea dan direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan perioperatif.
Sinergi Yoga Prenatal dan Aromaterapi Lavender dalam Mereduksi Kecemasan Ibu Hamil Trimester 3 di Rumah Sakit Primaya Ai Endang; Nana Andriana; Diana Rhismawati Djupri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.737

Abstract

Masalah kecemasan pada ibu hamil adalah perasaan khawatir atau gelisah akibat perubahan hormon dan ketakutan proses persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi yoga prenatal dan pemberian aromaterapi lavender terhadap tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester III di Rumah Sakit Primaya Hospital. Metode yang digunakan adalah Quasi Experimental dengan desain one group pretest-PostTest. Sampel berjumlah 18 responden yang dipilih menggunakan rumus Gay & Dhiel. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Pregnancy-Related Anxiety Questionnaire–Revised 2 (PRAQ-R2). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor kecemasan sebelum intervensi adalah 34,44 dan setelah intervensi menjadi 23,89. Uji statistik Wilcoxon memperoleh nilai p-value = 0,001 (α < 0,05). Simpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikan dari kombinasi yoga prenatal dan pemberian aromaterapi lavender terhadap penurunan kecemasan ibu hamil trimester III.
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PEMBERIAN JUS APEL HIJAU DENGAN JUS TOMAT UNTUK MENURUNKAN KADAR KOLESTEROL DARAH DI KELURAHAN KAPUK JAKARTA BARAT: Comparison of the Effectiveness of Green Apple Juice and Tomato Juice in Lowering Blood Cholesterol Levels in Kapuk Subdistrict, West Jakarta Elis Hidayati; Dewi Siti Oktavianti; Ricca Olivia Nastasya; Nana Andriana
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16 No 1 (2025): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v16i1.1316

Abstract

Hiperkolesterolemi merupakan gangguan metabolisme kolesterol yang disebabkan oleh tingkat kolesterol dalam darah yang melebihi batas normal. Hiperkolesterolemia jika tidak ditangani secara insentif bisa menyebabkan penyakit jantung koroner dan stroke. Penanganan non-farmakologis dalam menurunkan kadar kolesterol salah satunya dengan mengkomsusmi jus apel hijau dan jus tomat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan pemberian jus apel hijau dan jus tomat terhadap kadar kolesterol pada penderita hiperkolesterolemia di Rt.007 Rw.011 Kelurahan Kapuk Jakarta Barat. Desain penelitian ini menggunakan Quasi Eksperimen dengan rancangan Pre test dan Post test without control group Design. Populasi dalam penelitian ini seluruh penderita hiperkolesterolemia yang tidak rutin minum obat kolesterol sejumlah 34 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan sampel sebanyak 34 orang yang terbagi menjadi 2 kelompok, 17 orang mengkomsumsi jus apel hijau dan 17 orang mengkomsumsi jus tomat. Hasil uji Paired T Test didapatkan ada perbedaan kadar kolesterol sebelum dan sesudah jus apel hijau dengan p=0,021 mean 78,76 mg/dl dan jus tomat p=0,012 mean 62,06 mg/dl pada orang yang menderita hiperkolesterolemia, sehingga dapat disimpulkan bahwa jus apel hijau dan jus tomat efektif dalam menurunkan kadar kolesterol. Hasil penelitian ini dapat memberikan masukan bagi pelayanan keperawatan untuk menerapkan terapi non farmakologi untuk menurunkan kadar kolesterol.
The Effect of Combining Smoothies on Blood Pressure in Hypertensive Patients Diana Rhismawati Djupri; Adinda Prameswari Puspita Wahyuningrum; Nana Andriana; Eva Trisna; Rusmala Dewi; Aat Yatnikasari
An Idea Health Journal Vol 6 No 03 (2026)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ihj.v6i03.833

Abstract

Background: Hypertension remains a significant cardiovascular health issue, especially in rural communities. Dietary interventions rich in potassium, antioxidants, and probiotics may offer supportive, non- pharmacological options in complementary nursing care. This study evaluated blood pressure changes after consuming a smoothie containing bananas, strawberries, yogurt, and honey in patients with hypertension Methods: Using a quasi-experimental, single-group pretest–posttest design, 18 participants were recruited through consecutive sampling. Each participant consumed 250 mL of the standardized smoothie daily for seven days. Blood pressure was measured before and after the intervention with a calibrated digital sphygmomanometer, following a standardized resting protocol. The Shapiro–Wilk test assessed normality of paired differences, and paired- samples t-tests compared pre- and post-intervention blood pressure Result: included 95% confidence intervals and Cohen’s d effect sizes. Mean systolic blood pressure decreased by 14.05 mmHg, from 155.72 ± 10.45 mmHg to 141.67 ± 9.82 mmHg (p < 0.001; 95% CI: 9.52–18.58; Cohen’s d = 1.38). Mean diastolic blood pressure decreased by 6.44 mmHg, from 99.72 ± 7.65 mmHg to 93.28 ± 6.41 mmHg (p = 0.002; 95% CI: 2.81–10.07; Cohen’s d = 0.91). These results suggest that seven days of smoothie consumption was associated with significant reductions in both systolic and diastolic blood pressure Conclusion: However, due to the single-group design and small sample size, randomized controlled trials are needed to confirm causal effectiveness and address potential confounding factors.