Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN LITERASI KEUANGAN SISWA SMAN 1 BLAHBATUH MELALUI PRAKTIK PEMBUKUAN AKUNTASI SEDERHANA I Nyoman Artika; Gede Rudiharta Pratama Giri; Ni Made Astini Rahayu; Eko Maisusanto; Ni Made Mila Rosa Desmayani
Jurnal Widya Laksmi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal WIDYA LAKSMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)
Publisher : Yayasan Lavandaia Dharma Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59458/jwl.v5i2.186

Abstract

Informasi saat ini merupakan suatu kebutuhan bagi masyarakat dimana untuk mengakses informasi secara cepat dibutuhkan laporan yang baik bertujuan untuk menyediakan informasi yang lebih efisien dan akurat. Akuntansi adalah ilmu sosial yang berbeda dengan ilmu sosial lainnya. Ilmu akuntansi lebih banyak berhubungan dengan hitungan dan hukum atau aturan seperti ilmu eksakta. Dengan demikian, belajar akuntansi tidak akan lebih efektif jika diikuti dengan latihan yang banyak dan komprehensif. Sekolah sebagai salah satu elemen dasar pendidikan mempunyai kewajiban dan tanggung jawab untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Belajar akuntansi di sekolah umumnya tidak dilengkapi dengan laboratorium praktik akuntansi yang membahas latihan secara komprehensif seperti SMAN 1 Blahbatuh. SMAN 1 Blahbatuh memberikan pelajaran akuntansi khusus untuk siswa Ilmu Ekonomi ketika mereka duduk di kelas XII. Berdasarkan pertimbangan ini, program studi sarjana Bisnis Digital Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia Denpasar menyelenggarakan Laboratorium Praktik Akuntansi sebagai kegiatan ekstrakurikuler di SMAN 1 Blahbatuh khusus untuk siswa kelas XI P1 dan P2, serta bagi siswa yang ingin belajar akuntansi. Dalam kegiatan ini, adalah pertemuan pertama yang merupakan pembahasan awal yang diberikan ke siswa. Pembahasan mengenai pemahaman konsep akuntansi yang meliputi pengertian akuntansi, persamaan akuntansi, siklus akuntansi, bentuk laporan usaha dagang dan jasa, dan menyusun laporan keuangan sederhana. Materi ini adalah landasan untuk membahas topik lainnya yang berkesinambungan. Hasil pembelajaran tahap ini dinilai sangat berhasil yang dinilai melalui jawaban latihan dan kuis yang diberikan kepada siswa, serta evaluasi pada akhir pertemuan. Implikasi dari kegiatan ini diharapkan siswa memiliki keterampilan akuntansi, sekolah sebagai mitra memiliki nilai tambah, serta bagi Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia Denpasar sebagai media pemasaran.
Pemberdayaan Guru Kimia Melalui Pelatihan Oculus VR di SMA Negeri 3 Mengwi Ketut Sepdyana Kartini; I Nyoman Tri Anindia Putra; I Nyoman Artika; I Made Marthana Yusa; I Nyoman Widhi Adnyana
Journal of Social Work and Empowerment Vol 5 No 3 (2026): Journal of Social Work and Empowerment - in Progress
Publisher : Yayasan Sinergi Widya Nusantara (Sidyanusa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58982/cbtxeh36

Abstract

Pembelajaran kimia di tingkat sekolah menengah atas menghadapi tantangan serius karena karakteristik materinya yang abstrak, membutuhkan visualisasi mendalam, serta memerlukan dukungan fasilitas praktikum yang memadai. Kondisi tersebut juga ditemukan di SMA Negeri 3 Mengwi, Kabupaten Badung, yang memiliki potensi sumber daya sekolah cukup baik, tetapi belum memanfaatkan teknologi immersive learning secara optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas guru kimia dan pengalaman belajar siswa melalui pelatihan penggunaan perangkat Oculus Virtual Reality (VR) sebagai media pembelajaran kimia interaktif. Program telah dilaksanakan melalui tahapan koordinasi awal, pelatihan intensif guru, demonstrasi dan praktik langsung bersama siswa, pendampingan operasional, serta evaluasi kemampuan penggunaan perangkat. Transfer IPTEK difokuskan pada pengenalan fungsi headset, controller, navigasi antarmuka, kalibrasi, troubleshooting dasar, keselamatan penggunaan, dan strategi integrasi VR dalam pembelajaran kimia. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan kemampuan guru pada seluruh indikator, terutama pemahaman fungsi perangkat, kemampuan navigasi dan kalibrasi, troubleshooting dasar, serta kesiapan mengajar dengan VR. Siswa menunjukkan respons positif, antusiasme tinggi, dan adaptabilitas yang baik ketika mencoba simulasi kimia berbasis VR. Kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan Oculus VR dapat menjadi strategi pemberdayaan sekolah dalam membangun pembelajaran kimia yang lebih visual, aman, interaktif, dan relevan dengan perkembangan teknologi pendidikan.