Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Herbal Monographs and Role of Physalis angulata in Indigenous Herbal Systems: A Literature Review Subagio, Jonsen
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 5 No. 7 (2025): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v5i7.50863

Abstract

Physalis angulata L. is an edible and annual herb of the Solanaceae family, known in Indonesia as Ciplukan plant. The fruit which is widely known internationally as Groundcherry is widely consumed by Indonesian people because it has quite high nutritional content and a very delicious taste. In its application in the world of herbal medicine, Physalis angulata L. contains many bioactive compounds which are useful as antifungal, antioxidant, anti-inflammatory, etc. Not only in Indonesia, research related to the herbal application of Physalis angulata L. was also carried out by researchers in a number of tropical and subtropical countries such as Brazil, Vietnam and America. This article aims to summarize and provide a comprehensive review of the characteristics, contents, and various applications of Physalis angulata L. in traditional and modern medicine. This type of research is a literature review by looking for a series of similar studies related to Physalis angulata L. in the form of reports, original articles, and true experiments. This research is a descriptive analysis research and the sources used come from both national and international journals using published articles from Google Scholar, PubMed, and Elsevier with a publication year range from 2019-2024. It is hoped that this literature review will be able to provide a general overview and be a reference for further research, especially in the context of a deeper understanding of the characteristics, content of bioactive compounds, and benefits of Physalis angulata L. as one of the typical herbal plants in Indonesia.
POTENSI EKSTRAK DAUN JERUK PURUT (Citrus hystrix D.C) SEBAGAI INSECT GROWTH REGULATOR TERHADAP LARVA NYAMUK Aedes aegypti L. Subagio, Jonsen; Themone, Anacy Simproza Melania; Kutanggas, Rivo Christian; Tan, Sharon; Adrianto, Hebert; Kusala, Vajra Yeshie
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.30756

Abstract

Larvasida bahan alam mulai dikembangkan untuk mengontrol populasi nyamuk. Eksplorasi daun Citrus hystrix masih terbatas pada larvasida kematian larva, insektisida, dan repellen, padahal sebenarnya IGR dengan konsentrasi rendah dalam menghambat perkembangan larva tanpa harus menyebabkan kematian larva. Konsentrasi rendah dapat mengurangi risiko pencemaran lingkungan. Tujuan menganalisis potensi daun C. hystrix sebagai bahan aktif IGR terhadap larva Aedes aegypti. Penelitian ini merupakan eksperimen murni dengan desain post test only control group design. Daun jeruk kering diproses hingga menjadi ekstrak. Ekstrak dibuat larutan dengan konsentrasi 50, 300, 550, 750, dan 1.000 ppm. Semua larutan dimasukkan 100 ml ke dalam gelas plastik dan diisi 25 individu larva Ae. aegypti. Setiap konsentrasi memiliki replikasi sebanyak lima kali. Jumlah ketahanan dan mortalitas larva Ae. aegypti serta perubahan larva menjadi pupa diamati selama 8 hari. Hasil yang diperoleh dianalisis dengan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun C. hystrix konsentrasi 50 ppm pada hari ke 8 menghasilkan rata-rata kehidupan larva Ae. aegypti sebanyak 16-40% dan belum berubah menjadi stadium pupa. Ekstrak daun C. hystrix konsentrasi 300 dan 550 ppm pada hari ke 8 menghasilkan rata-rata kehidupan larva Ae. aegypti sebanyak 0-32%. Sisa larva Ae. aegypti yang masih hidup belum berubah menjadi stadium pupa. Ekstrak daun C. hystrix konsentrasi 750-1.000 ppm pada hari ke 8 menghasilkan rata-rata kehidupan larva Ae. aegypti sebanyak 0-4%. Simpulan penelitian ini adalah ekstrak etanol 95% daun C. hystrix memiliki potensi sebagai bahan aktif IGR terhadap larva Ae. aegypti dimana tidak terbentuk pupa Ae. aegypti selama perlakuan hingga pada hari ke 8.
Pengaruh Jenis Atraktan Terhadap Kepadatan Nyamuk Stadium Dewasa di SD Negeri Made 1 No. 475 Nata, William; Adrianto, Hebert; Tantana, Olivia; Silitonga, Hanna Tabita Hasianna; Suryadarma, Antonius Yansen; Subagio, Jonsen
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 10 No. 1 (2026): Environmental Health: Multidisciplinary Approaches to Improving Air, Water, an
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v10i1.972

Abstract

Nyamuk merupakan vektor penyakit yang dapat menimbulkan dampak merugikan bagi kesehatan manusia. Salah satu metode yang digunakan untuk menarik nyamuk yaitu penggunaan atraktan yang menghasilkan bau senyawa volatil yang khas. Penelitian ini bertujuan menganalisis kepadatan nyamuk berdasarkan jenis dan jenis kelamin serta mengetahui pengaruh penggunaan jenis atraktan (air rendaman jerami dan fermentasi air gula merah) terhadap kepadatan nyamuk stadium dewasa di lingkungan sekolah dasar. Desain penelitian menggunakan rancangan posttest-only control group design. Waktu penelitian adalah Juli hingga Desember 2025. Pengambilan sampel diambil di SD Negeri Made 1 No. 475. Pengambilan sampel dilakukan 9 kali menggunakan light trap. Perlakuan pemberian atraktan berupa air rendaman jerami dan fermentasi air gula merah. Nyamuk yang tertangkap diidentifikasi dan dikelompokkan berdasarkan jenis serta jenis kelamin nyamuk sebelum dilakukan analisis data. Hasil menunjukkan hanya Culex sp. yang terperangkap (237 individu), dengan distribusi jantan 133 dan betina 104. Analisis statistik (Kruskal-Wallis untuk jantan, ANOVA untuk betina) menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antar perlakuan (p>0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah jenis nyamuk yang ditemukan yaitu Culex sp. kelamin jantan dan betina. Selain itu, tidak didapatkan perbedaan yang signifikan antara penggunaan atraktan terhadap kepadatan nyamuk stadium dewasa di SD Negeri Made 1 No. 475. Kata kunci: nyamuk; atraktan; kepadatan; air rendaman jerami; fermentasi air gula merah