Kutanggas, Rivo Christian
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

POTENSI EKSTRAK DAUN JERUK PURUT (Citrus hystrix D.C) SEBAGAI INSECT GROWTH REGULATOR TERHADAP LARVA NYAMUK Aedes aegypti L. Subagio, Jonsen; Themone, Anacy Simproza Melania; Kutanggas, Rivo Christian; Tan, Sharon; Adrianto, Hebert; Kusala, Vajra Yeshie
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.30756

Abstract

Larvasida bahan alam mulai dikembangkan untuk mengontrol populasi nyamuk. Eksplorasi daun Citrus hystrix masih terbatas pada larvasida kematian larva, insektisida, dan repellen, padahal sebenarnya IGR dengan konsentrasi rendah dalam menghambat perkembangan larva tanpa harus menyebabkan kematian larva. Konsentrasi rendah dapat mengurangi risiko pencemaran lingkungan. Tujuan menganalisis potensi daun C. hystrix sebagai bahan aktif IGR terhadap larva Aedes aegypti. Penelitian ini merupakan eksperimen murni dengan desain post test only control group design. Daun jeruk kering diproses hingga menjadi ekstrak. Ekstrak dibuat larutan dengan konsentrasi 50, 300, 550, 750, dan 1.000 ppm. Semua larutan dimasukkan 100 ml ke dalam gelas plastik dan diisi 25 individu larva Ae. aegypti. Setiap konsentrasi memiliki replikasi sebanyak lima kali. Jumlah ketahanan dan mortalitas larva Ae. aegypti serta perubahan larva menjadi pupa diamati selama 8 hari. Hasil yang diperoleh dianalisis dengan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun C. hystrix konsentrasi 50 ppm pada hari ke 8 menghasilkan rata-rata kehidupan larva Ae. aegypti sebanyak 16-40% dan belum berubah menjadi stadium pupa. Ekstrak daun C. hystrix konsentrasi 300 dan 550 ppm pada hari ke 8 menghasilkan rata-rata kehidupan larva Ae. aegypti sebanyak 0-32%. Sisa larva Ae. aegypti yang masih hidup belum berubah menjadi stadium pupa. Ekstrak daun C. hystrix konsentrasi 750-1.000 ppm pada hari ke 8 menghasilkan rata-rata kehidupan larva Ae. aegypti sebanyak 0-4%. Simpulan penelitian ini adalah ekstrak etanol 95% daun C. hystrix memiliki potensi sebagai bahan aktif IGR terhadap larva Ae. aegypti dimana tidak terbentuk pupa Ae. aegypti selama perlakuan hingga pada hari ke 8.
Clinical assessment of overuse injury risk in office workers participating in weekend tennis activities Kutanggas, Rivo Christian; Setyawan, Yuswanto
Citius : Jurnal Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2025): CITIUS : Jurnal Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan
Publisher : Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/citius.v5i2.5257

Abstract

This study examines the correlation between tennis activity and overuse injury risk among office workers, a population increasingly involved in high-intensity weekend sports despite predominantly sedentary weekday routines. Using a cross-sectional design, data were collected from 112 office workers aged 25–55 years who regularly played tennis. A structured questionnaire and physical assessment were used to evaluate injury incidence, tennis activity patterns, and occupational physical activity levels. The results showed a statistically significant association (p < 0.05) between the frequency and intensity of weekend tennis and the prevalence of overuse injuries, particularly in the shoulder, knee, and elbow. Office workers with low weekday physical activity and inadequate warm-up routines exhibited a higher risk of injury. These findings highlight the mismatch between limited baseline fitness and abrupt physical exertion, contributing to musculoskeletal strain. The study emphasizes the importance of continuous conditioning, proper warm-up routines, and injury-prevention education tailored to recreational athletes in sedentary professions. Future research should explore longitudinal designs, incorporate more detailed biomechanical or clinical assessments, and evaluate intervention-based programs to better understand causal mechanisms and effective prevention strategies for overuse injuries in weekend athletes.