Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Purchase Decision of The Muslimah Generation Y and Z to Halal Cosmetic Product: Analysis of DSN-MUI Fatwa Number 26 of 2013 Jaenudin; Cucu Susilawati; Rosi Hasna Sari; Adang Sonjaya
International Journal of Islamic Business and Economics (IJIBEC) Vol 6 No 2 (2022): Volume 6 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/ijibec.v6i2.6109

Abstract

  This study aims to determine the implementation of the DSN MUI fatwa Number 26 of 2013. Furthermore, how it affects the purchase decision of Generation Muslimah Y and Z in choosing and buying cosmetic products—using qualitative methods with triangulation techniques, namely using various data collection methods consisting of observations, interviews, questionnaires, and documentation studies. The results show that the critical point of halal in cosmetics consists of the composition of the ingredients used and the resistance of cosmetics to water. Among the Muslim generations Y and Z, some already know, and some do not know the halal standards of cosmetics. However, according to Generations Y and Z, cosmetic halal standards in DSN – MUI Fatwa Number 26 of 2013 can affect their purchase decision on halal cosmetic products. Halal certification is still the main reason for purchasing halal cosmetics compared to prices, trends, and brands. It did by the Muslimah Generation Y and Z. In conclusion, DSN Fatwa–MUI Number 26 of 2013 applies effectively to The Muslimah Generation Y and Z as a consideration in choosing and buying halal cosmetics. This research implies that halal labeling can be used as a marketing strategy for a cosmetic product. The originality of this research lies in the object of research, which is only limited to Generations of Muslim women Y and Z and Fatwa DSN MUI Number 26 of 2013 as an analytical tool. 
JUAL BELI FOLLOWERS MEDIA SOSIAL PADA PLATFORM DIGITAL MENURUT HUKUM EKONOMI SYARIAH (STUDI KASUS PADA WEBSITE IRVANKEDESMM.CO.ID) Ahmad aufa Mustahdi; Cucu Susilawati
KASBANA Vol 5 No 1 (2025): Januari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Darul Falah Bondowoso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin majunya teknologi, media sosial dan marketplace menjadi alat penting dalam mempromosikan bisnis. Banyak orang cenderung menitikberatkan pada jumlah followers karena dianggap meningkatkan keuntungan produk. Namun, keberhasilan ini bergantung pada pengikut yang aktif, sedangkan akun dengan pengikut pasif (palsu atau bot) dapat berdampak negatif karena kurangnya interaksi yang nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hukum jual beli followers melalui situs irvankedesmm.co.id menurut Hukum Ekonomi Syariah. Penelitian mencakup identifikasi metode transaksi, cara kerja penambahan followers, serta profil pengguna dan penyedia layanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data primer berasal dari website irvankedesmm.co.id dan wawancara dengan pemilik serta pengguna situs tersebut. Sumber data sekunder diperoleh dari penelitian relevan, buku, laporan, dan peraturan terkait. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi untuk mendukung analisis masalah yang diteliti. Penelitian menemukan bahwa mekanisme jual beli followers di situs irvankedesmm.co.id adalah inovasi pemasaran yang sepenuhnya digital, melibatkan pembayaran melalui QR, E-wallet, atau transfer bank. Namun, transaksi ini dinilai tidak sah menurut hukum ekonomi syariah karena terdapat ketidakjelasan objek transaksi (followers), potensi kerugian bagi pembeli, dan adanya unsur gharar (ketidakpastian). Praktik ini juga bertentangan dengan prinsip syariah, seperti kejujuran dan transparansi, serta mengandung unsur tadlis (penipuan), sehingga dianggap tidak sah secara moral dan etis.