Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kajian Pengendalian Banjir di Sungai Budong-Budong Kabupaten Mamuju Tengah: Penelitian Ahmad, Tri Wahyudin; Deddy Irwansyah; Mertawiasa, I Nyoman Yogi; Arief Yudho Wicaksono; Nurhadid, Resi Nisa; Dhita Azka Afifa
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.1853

Abstract

Banjir merupakan bencana hidrologis yang umum terjadi dan memberikan dampak signifikan terhadap aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan, terutama di wilayah tropis seperti Indonesia, Salah satu wilayah yang rentan terhadap banjir adalah daerah aliran sungai (DAS) Budong-Budong di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, Banjir besar yang terjadi pada 3 Januari 2024, dengan intensitas hujan mencapai 68 mm/hari, mengakibatkan kerusakan pada 559 rumah, dua prasarana umum, serta memutus akses jalan sepanjang 600 meter. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis sebaran banjir yang terjadi di Kabupaten Mamuju Tengah dan mengevaluasi pengurangan kerusakan banjir (flood damage reduction) berdasarkan alternatif solusi yang diusulkan dengan pemodelan HEC-RAS 2D, Analisis hidrologi menggunakan HEC-HMS menunjukkan debit banjir 20 tahunan (Q₂₀) sebesar 2.684,7 m³/s, Model hidraulika HEC-RAS 2D, kondisi genangan banjir eksisting pada Sungai Budong-Budong seluas 10.608 ha dengan total kerugian ekonomi sebesar Rp 307,023 miliar, Secara ekonomi penanganan dengan normalisasi sungai memberikan dampak reduksi kerugian yang sangat signifikan sebesar 42% namun dilihat dari luasan reduksi banjir, penanganan dengan tanggul sungai memberikan dampak yang lebih baik dalam mereduksi luas genangan sebesar 25,76%, Ini menjadi salah satu alternatif solusi dan menjadi bahan pertimbangan didalam perencanaan pengelolaan sumber daya dir pada DAS Budong-Budong.
Evaluasi Efektivitas Normalisasi dalam Mereduksi Banjir Sungai Sadia Menggunakan HEC-RAS Hartawan, I Putu; Harlan, Dhemi; Mertawiasa, I Nyoman Yogi; Irwansyah, Deddy; Wicaksono, Arief Yudho
JURNAL TEKNIK HIDRAULIK Vol 17, No 1 (2026): Jurnal Teknik Hidraulik
Publisher : Direktorat Bina Teknik Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32679/jth.v17i1.876

Abstract

Bima City is an area with a relatively high risk of flooding and experiences flooding almost every year. One of the main causes of flooding is the limited capacity of the Sadia River to accommodate the flow from the upper reaches of the Sadia Watershed (DAS), especially during periods of high-intensity and long-duration rainfall. As a flood control measure, the BBWS NT I have carried out structural measures in the form of normalizing the Sadia River along a length of ±4.5 km. This study aims to assess the performance of river normalization in reducing the area and depth of flooding around the Sadia River. The novelty of this study lies in the use of long-term satellite rainfall data for flood analysis. The study was conducted on a ±4.5 km segment of the Sadia River. The hydrological analysis began with a study of the watershed characteristics to determine the input flood discharge using HEC-HMS. Rainfall data were obtained from the Global Precipitation Measurement (GPM) satellite for the period 2001–2024, which was calibrated and tested for correlation with rainfall data from the Rainfall Observation Station (PCH Kumbe). The 25-year return period flood discharge (Q25) was determined using the Nakayasu Synthetic Unit Hydrograph method, calibrated using the bankfull discharge (Q2). Hydraulic analysis was performed using HEC-RAS 1D to obtain water surface profiles and HEC-RAS 2D to map flood inundation patterns, calibrated against the 2016 flood event. Simulations were conducted for two conditions: existing conditions, and post-river normalization conditions. The analysis results show that under existing conditions, the Sadia River is unable to accommodate a Q25 flood discharge of 167 m³/sec, with a flood area of 89.87 ha and a depth of 0.1–4.0 m.After normalization, the flood area can be reduced by 40.74%.