p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Junior Medical Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Uji Efektivitas Obat Kumur untuk Mengurangi Pertumbuhan Bakteri di Mulut dan Tinjauan Menurut Pandangan Islam Nurul Amalia; Pratami Adityaningsari; Eri Dian Maharsi; Muhammad Fazlurrahman Anshar
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 3 (2025): Maret 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i3.4844

Abstract

Gangguan mulut adalah salah satu kondisi yang sering terjadi pada masyarakat kini antara lain infeksi mulut, bau mulut, dan sariawan. Flora normal memiliki peran yang penting dalam pertahanan tubuh, namun tidak selalu menguntungkan, dalam kondisi tertentu, flora normal dapat menimbulkan penyakit perubahan substrat atau perpindahan habitat (homeostatik) menjadi patogen. Umumnya, bakteri patogen yang terjadi di rongga mulut adalah bakteri Gram positif yaitu, Streptococcus mutans atau Streptococcus viridans dan Staphyloccocus aureus. Salah satu cara untuk mencegah dan menjaga kesehatan rongga mulut adalah dengan menggunakan obat kumur atau mouthwash. Produk obat kumur yang digunakan adalah Produk A dengan bahan Povidone Iodine 1% (PVP-1) dan Produk B dengan bahan Essential Oil. Rancangan penelitian ini dengan Quasi Experimental, yaitu one group pretest (sebelum diberikan perlakuan) dan postest (setelah diberikan perlakuan), dilanjut menggunakan metode Total Plate Count (TPC) dan pewarnaan Gram. Hasil dari penelitian ini dilakukan uji Paired Samples T-test didapatkan nilai signifikansi p-value < 0.05 pada produk A yang mengindikasikan bahwa produk A dapat menurunkan bakteri di dalam mulut dan tidak menimbulkan efek samping, sedangkan pada produk B p-value > 0.05 maka, tidak ada penurunan signifikan dan menimbulkan efek samping. Kesimpulan yaitu, jumlah bakteri yang menurun signifikan setelah pemberian daripada sebelum pemberian obat kumur terhadap produk A dibanding produk B, serta perbedaan antara kedua produk, yaitu lebih baik komposisi obat PVP-1 daripada Essential Oil.
Identifikasi Bakteri Salmonella Sp. pada Ayam Potong di Beberapa Pasar Tradisional Pocut Syifa Sulaiman; Pratami Adityaningsari; Eri Dian Maharsi; Muhammad Fazlurrahman Anshar
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 5 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i5.4846

Abstract

Foodborne diseases adalah penyakit yang umum ditemukan di seluruh dunia dan menimbulkan masalah kesehata. Salah satu contoh Foodborne diseases adalah salmonellosis yang disebabkan oleh bakteri Salmonella dan merupakan salah satu dari empat penyebab utama diare di seluruh dunia. Bakteri Salmonella sp. merupakan bakteri Gram-negatif yang termasuk dalam famili Enterobacteriaceae yang sumber tertinggi infeksi Salmonella sp. berasal dari daging ayam dan olahannya. Kontaminasi bakteri Salmonella pada ayam dapat berasal dari berbagai sumber, seperti lingkungan peternakan ayam, pakan ayam yang terkontaminasi, keadaan di pasar penjualan ayam, dan tindakan tangan pedagang saat membersihkan sisa feses ayam, yang kemudian menyebar ke bagian daging lainnya. Menjaga kebersihan ketika bahan makanan sehingga menjadikannya halal dan thayyib termasuk dalam implementasi etika berdagang dalam Islam. Penelitian ini merupakan observasional analitik dengan total sampel 8 dari penjual ayam potong di tiap Pasar Serdang dan Pasar Sumur Batu yang dibeli pada Pukul 06.30 dan Pukul 11.30. Sampel dilakukan uji identifikasi bakteri Salmonella sp. pada ayam potong dengan kultur bakteri, pewarnaan gram, dan uji biokimia. Penelitian ini juga melakukan observasi untuk menilai kebersihan. Hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan tiga sampel positif mengandung bakteri Salmonella sp. Dalam perspektif agama Islam, prinsip kebersihan sangat penting diterapkan sebagai etika berdagang oleh pedagang di pasar tradisional untuk menjaga kehalalan dan thoyyiban makanan yang dijual.