Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Panglima Laot Dalam Adaptasi Sosial Nelayan Tangkap Ikan di Gampong Ujong Drien Mutia, Cut Eka; Santiara, Herin; Khoiriyah, Miftahul; Baihaqi, Fazillah; Nazar, Ahlun; Sopar
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 3 No. 3 (2025): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v3i3.552

Abstract

Gampong ujong drien is a village located in Meureubo District, West Aceh Regency, Aceh Province, Indonesia. One of the activities carried out in Gampong Ujong Drien is community service aimed at empowering the potential of residents through the use of technology, especially the Village Information System (SIGAP). Panglima Laot is a fisherman leader who plays an important role in coordinating fisherman activities, resolving, and enforcing customary law. Panglima Laot also plays a role in regulating fishing and imposing sanctions on violators of customary law. This study will likely examine the conditions in Panglima Laot, their role in managing marine resources, and the factors that influence fishermen's perceptions of this role.
Hak Akses Masyarakat Terhadap Hutan Lindung Gampong Sipot Kecamatan Sungai Emas Kabupaten Aceh Barat Mutia, Cut Eka; Santiara, Herin; Firza, Hertina; Baihaqi, Fazillah; Nazar, Ahlun; Sopar; Yulianda, Riki
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 1 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i1.725

Abstract

Hutan adat Gampong Sipot di Distrik Sungai Emas memainkan peran penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat setempat. Hutan ini menyediakan sumber daya seperti rotan, kayu, dan tanaman obat, sekaligus berfungsi sebagai sarana ekologis untuk menjaga keseimbangan air, tanah, dan lingkungan. Hak akses ke hutan diatur melalui aturan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Masyarakat diperbolehkan untuk memanfaatkan hasil hutan, tetapi aktivitas mereka dibatasi oleh norma adat untuk memastikan keberlanjutan. Dalam praktiknya, hak akses ini mencerminkan hubungan yang kuat antara masyarakat dan hutan, di mana hutan dianggap sebagai sumber mata pencaharian dan sebagai warisan yang harus dilestarikan untuk generasi mendatang. Studi ini menyoroti bahwa pengakuan dan perlindungan hak akses masyarakat terhadap hutan adat merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan sosial di Gampong Sipot