Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

The Knowledge Level of Anemia Among Female Students at SD Negeri 1 Cilowa, Kuningan Regency Marsyah Dzikri, Al Rivan; Mardhotillah, Hanifah; Akbar Rizkyan Affandy; Andini Hikmatu Diniah; Dwi Putri Andini; Shela Dwi Amaliyanti
International Journal of Health Engineering and Technology Vol. 4 No. 2 (2025): IJHET JULY 2025
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhet.v4i2.316

Abstract

Anemia is a common nutritional problem that often occurs among school-aged children, especially female students, and can negatively impact growth, concentration, and academic performance. Early knowledge of anemia is essential to support preventive efforts from a young age. This study aimed to describe the knowledge level of anemia among female students at SD Negeri 1 Cilowa, Kuningan Regency. This research used a descriptive quantitative method involving 37 female students selected through total sampling. Data were collected using a validated structured questionnaire consisting of 10 multiple-choice questions covering the definition, causes, symptoms, impacts, and prevention of anemia. The collected data were analyzed descriptively and presented in the form of frequency distributions and percentages. The results showed that most respondents had a good level of knowledge about anemia, with 81.1% categorized as having good knowledge and 18.9% categorized as having moderate knowledge. There were no respondents with low knowledge levels. The average knowledge score achieved by the students was 94.86 out of a maximum score of 100. The conclusion of this study is that most female students at SD Negeri 1 Cilowa have a good level of knowledge about anemia. However, continuous health education is still necessary to ensure that all students have an optimal and comprehensive understanding.
Nutritional Status Among Female Students at SD Negeri 1 Ciloa Kuningan Regency Hanifah Mardhotillah; Al Rivan Marsyah Dzikri; Akbar Rizkyan Affandy; Andini Hikmatu Diniah; Dwi Putri Andini; Shela Dwi Amaliyanti
International Journal of Health Engineering and Technology Vol. 4 No. 3 (2025): IJHET SEPTEMBER 2025
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nutritional status in school-age children is an important indicator in the growth and development of the nation’s next generation that affects academic achievement and productivity in the future. This study aims to determine the nutritional status of female students at SD Negeri 1 Ciloa, Kuningan Regency. This descriptive study was conducted in May 2025 using a total sampling method on all 37 female students. Nutritional status was determined based on the anthropometric index BMI/A through measurements of body weight and height. Data were analyzed univariately using SPSS 24.0. The results of the study showed that 75.7% of female students had good nutritional status, 13.5% were overweight, 8.1% were underweight, and 2.7% were obese. This study identified the phenomenon of a double burden of malnutrition with the simultaneous discovery of malnutrition and overweight problems. Although the majority of female students have good nutritional status, a comprehensive nutritional intervention program is needed thorugh balanced nutrition education, provision of nutritious food in schools, and regular monitoring of nutritional status involving cross-sectoral collaboration to optimize the nutritional status of school-age children. Keywords: Nutritional Status, Malnutrition, Overweight, Obese, School Age Children
Pengaruh Pendidikan Gizi Dengan Media Video Terhadap Pengetahuan Siswa Dalam Pemilihan Jajanan Di SMK Karya Nasional Kabupaten Kuningan Mardhiyah Lestari; Shela Dwi Amaliyanti; Akbar Rizkyan Affandy; Andini Hikmatu Diniah; Dwi Putri Andini
Public Health and Safety International Journal Vol. 5 No. 02 (2025): Public Health and Safety International Journal (PHASIJ)
Publisher : YCMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55642/phasij.v5i02.1149

Abstract

Makanan jajanan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pola konsumsi remaja, termasuk siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Namun, tidak semua jajanan yang dikonsumsi memenuhi aspek keamanan dan gizi, sehingga berpotensi membahayakan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan gizi melalui media video terhadap peningkatan pengetahuan siswa tentang pemilihan jajanan sehat. Metode yang digunakan adalah pre- eksperimental dengan desain one group pre-test and post-test. Sampel berjumlah 50 siswa SMK Karya Nasional. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner yang dibagikan sebelum dan sesudah penyuluhan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa pada sebagian besar indikator pertanyaan, dengan rata- rata persentase nilai post-test sebesar 87%. Peningkatan tertinggi terjadi pada indikator bahan pengawet dan bahan tambahan pangan. Meskipun beberapa item masih menunjukkan pemahaman yang rendah, secara umum penyuluhan gizi menggunakan media video efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa mengenai pemilihan jajanan yang sehat dan aman. Diharapkan pendekatan edukatif ini dapat diterapkan secara berkelanjutan untuk mendorong perilaku konsumsi jajanan yang lebih bijak dan sehat dikalangan remaja.
OPTIMASI FORMULASI MIE KAYA NUTRISI BERBASIS UBI JALAR UNTUK INTERVENSI STUNTING MENGGUNAKAN DESIGN EXPERT METODE MIXTURE D – OPTIMAL Al Rivan Marsyah Dzikri; Hanifah Mardhotillah; Akbar Rizkyan Affandy; Shela Dwi Amaliyanti; Dwi Putri Andini; Andini Hikmatu Diniah
Jurnal Education and Development Vol 14 No 2 (2026): Vol 14 No 2 Mei 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i2.7823

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan kronis yang berdampak pada kualitas kesehatan, kognitif, dan produktivitas jangka panjang anak. Prevalensi stunting di Indonesia sebesar 21,6% (2022) menunjukkan perlunya intervensi gizi berbasis pangan lokal yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan mie berbasis ubi jalar dengan kombinasi tepung terigu dan kedelai, menganalisis karakteristik gizi dan organoleptik, serta menentukan formula optimal dan tingkat penerimaan pada anak usia dini. Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimental dengan Mixture D-Optimal (Design Expert 13). Formulasi terdiri dari tepung ubi jalar (20–40%), terigu (50–70%), dan kedelai (5–15%), menghasilkan sepuluh formula yang diuji secara fisikokimia dan organoleptik. Formula optimal diverifikasi dan diuji pada 60 anak. Hasil menunjukkan formula terbaik mengandung tepung ubi ungu 32,67%, kedelai 14,26%, dan terigu 53,06% (desirability 0,633). Kandungan gizinya meliputi karbohidrat 46,78%, protein 11,05%, lemak 3,87%, air 34,94%, abu 1,34%, dan cooking loss 6,88%. Kontribusi terhadap AKG anak usia 1–3 tahun mencapai protein 55,25% dan energi 19,71%. Uji penerimaan menunjukkan tingkat kesukaan tinggi, terutama pada warna dan rasa. Dibandingkan mie komersial, produk ini memiliki kandungan protein lebih tinggi dan lemak lebih rendah, sehingga berpotensi sebagai alternatif pangan fungsional untuk intervensi stunting.