Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Nutritional Status Among Female Students at SD Negeri 1 Ciloa Kuningan Regency Hanifah Mardhotillah; Al Rivan Marsyah Dzikri; Akbar Rizkyan Affandy; Andini Hikmatu Diniah; Dwi Putri Andini; Shela Dwi Amaliyanti
International Journal of Health Engineering and Technology Vol. 4 No. 3 (2025): IJHET SEPTEMBER 2025
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nutritional status in school-age children is an important indicator in the growth and development of the nation’s next generation that affects academic achievement and productivity in the future. This study aims to determine the nutritional status of female students at SD Negeri 1 Ciloa, Kuningan Regency. This descriptive study was conducted in May 2025 using a total sampling method on all 37 female students. Nutritional status was determined based on the anthropometric index BMI/A through measurements of body weight and height. Data were analyzed univariately using SPSS 24.0. The results of the study showed that 75.7% of female students had good nutritional status, 13.5% were overweight, 8.1% were underweight, and 2.7% were obese. This study identified the phenomenon of a double burden of malnutrition with the simultaneous discovery of malnutrition and overweight problems. Although the majority of female students have good nutritional status, a comprehensive nutritional intervention program is needed thorugh balanced nutrition education, provision of nutritious food in schools, and regular monitoring of nutritional status involving cross-sectoral collaboration to optimize the nutritional status of school-age children. Keywords: Nutritional Status, Malnutrition, Overweight, Obese, School Age Children
POTENSI UBI UNGU (IPOMOEA BATATAS VAR. AYAMURASAKI) SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL DALAM PENCEGAHAN DAN PENGELOLAAN PENYAKIT TIDAK MENULAR : TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS Al Rivan Marsyah Dzikri; Hanifah Mardhotillah
Jurnal Education and Development Vol 14 No 2 (2026): Vol 14 No 2 Mei 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i2.7820

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) seperti diabetes melitus tipe 2, obesitas, hipertensi, dan dislipidemia menjadi tantangan utama kesehatan masyarakat global. Pendekatan promotif dan preventif melalui intervensi pangan fungsional berbasis sumber daya lokal menjadi alternatif yang berpotensi besar. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji bukti ilmiah terkini mengenai potensi ubi ungu (Ipomoea batatas var. Ayamurasaki) sebagai pangan fungsional dalam pencegahan dan pengelolaan PTM, melalui pendekatan tinjauan literatur sistematis. Kajian dilakukan berdasarkan prinsip PRISMA terhadap 20 jurnal ilmiah yang dipublikasikan antara tahun 2020 hingga 2024. Artikel dipilih melalui pencarian di database PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar menggunakan kata kunci relevan. Data dianalisis secara naratif berdasarkan indikator biologis utama yang terkait dengan PTM. Ubi ungu menunjukkan berbagai efek farmakologis melalui mekanisme molekuler yang melibatkan peningkatan ekspresi GLP-1, perbaikan resistensi insulin, inhibisi adipogenesis, peningkatan profil lipid, serta penurunan ekspresi sitokin proinflamasi seperti TNF-α dan IL-6. Aktivitas ini terutama dikaitkan dengan tingginya kandungan antosianin, flavonoid, serta senyawa fenolik lainnya. Ubi ungu berpotensi besar sebagai komponen pangan fungsional dalam upaya mitigasi PTM. Diperlukan integrasi hasil riset ke dalam kebijakan pangan nasional serta peningkatan diversifikasi produk olahan ubi ungu untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal.
OPTIMASI FORMULASI MIE KAYA NUTRISI BERBASIS UBI JALAR UNTUK INTERVENSI STUNTING MENGGUNAKAN DESIGN EXPERT METODE MIXTURE D – OPTIMAL Al Rivan Marsyah Dzikri; Hanifah Mardhotillah; Akbar Rizkyan Affandy; Shela Dwi Amaliyanti; Dwi Putri Andini; Andini Hikmatu Diniah
Jurnal Education and Development Vol 14 No 2 (2026): Vol 14 No 2 Mei 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i2.7823

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan kronis yang berdampak pada kualitas kesehatan, kognitif, dan produktivitas jangka panjang anak. Prevalensi stunting di Indonesia sebesar 21,6% (2022) menunjukkan perlunya intervensi gizi berbasis pangan lokal yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan mie berbasis ubi jalar dengan kombinasi tepung terigu dan kedelai, menganalisis karakteristik gizi dan organoleptik, serta menentukan formula optimal dan tingkat penerimaan pada anak usia dini. Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimental dengan Mixture D-Optimal (Design Expert 13). Formulasi terdiri dari tepung ubi jalar (20–40%), terigu (50–70%), dan kedelai (5–15%), menghasilkan sepuluh formula yang diuji secara fisikokimia dan organoleptik. Formula optimal diverifikasi dan diuji pada 60 anak. Hasil menunjukkan formula terbaik mengandung tepung ubi ungu 32,67%, kedelai 14,26%, dan terigu 53,06% (desirability 0,633). Kandungan gizinya meliputi karbohidrat 46,78%, protein 11,05%, lemak 3,87%, air 34,94%, abu 1,34%, dan cooking loss 6,88%. Kontribusi terhadap AKG anak usia 1–3 tahun mencapai protein 55,25% dan energi 19,71%. Uji penerimaan menunjukkan tingkat kesukaan tinggi, terutama pada warna dan rasa. Dibandingkan mie komersial, produk ini memiliki kandungan protein lebih tinggi dan lemak lebih rendah, sehingga berpotensi sebagai alternatif pangan fungsional untuk intervensi stunting.