Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Ilmiah Multidisiplin

Implementasi Konvensi Internasional 1990 Tentang Perlindungan Pekerja Migran: Kasus TPPO Pekerja Migran Indonesia di Kamboja Tahun 2023 Andim, Wensensiana Yasinta; Tokan, Anastasia E Andinny Goran; Riangtobi, Yohana Damiana Uto; Lape, Florentina Maria Iness Oematan; Gie, Verikson; Subandi, Yeyen
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 3 No. 7 (2025): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Juli 2025
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v3i7.1124

Abstract

Pekerja migran Indonesia sering menjadi korban perdagangan manusia (TPPO), terutama di negara tujuan tanpa prosedur seperti Kamboja. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan Konvensi Internasional tahun 1990 tentang Perlindungan Hak Semua Pekerja Migran dan Anggota Keluarganya yang telah diratifikasi oleh Indonesia melalui Undang-Undang No. 6 Tahun 2012, untuk menangani kasus-kasus TPPO terhadap pekerja migran Indonesia di Kamboja pada tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan hukum normatif dan studi literatur sebagai teknik pengumpulan data. Hasil studi menunjukkan bahwa Indonesia melalui peraturan nasional seperti Undang-Undang No. 18 Tahun 2017, Undang-Undang No. 21 Tahun 2007, dan Undang-Undang No. 13 Tahun 2006 telah menerapkan prinsip-prinsip konvensi dalam bentuk perlindungan hukum, advokasi, pemulangan, rehabilitasi, serta dukungan hukum bagi korban TPPO. Meskipun Kamboja belum meratifikasi Konvensi 1990, upaya perlindungan tetap dijalankan oleh Pemerintah Indonesia melalui kerja sama diplomatik, koordinasi dengan KBRI Phnom Penh, serta kolaborasi dengan lembaga-lembaga internasional. Penelitian ini menekankan pentingnya penguatan mekanisme perlindungan pekerja migran secara lebih terintegrasi, preventif, dan responsif di masa mendatang.
Manajemen Konflik Pemerintah Daerah Barito Timur Dalam Sengketa Tata Batas Wilayah Desa Dambung 2018-2025 Lilosona, Niel Segah Anugrah; Gie, Verikson
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Februari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i2.1473

Abstract

Sengketa tata batas wilayah Desa Dambung muncul setelah adanya Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 40 Tahun 2018. Kebijakan tersebut membuat status Desa Dambung menjadi tidak jelas, sehingga mempengaruhi tugas Pemerintahan Barito Timur dalam memberikan layanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana manajemen konflik Pemerintah Barito Timur dalam sengketa tata batas Wilayah Desa Dambung pada tahun 2018-2025. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif melalui studi kasus. Data yang digunakan adalah data sekunder yang dikumpulkan melalui berita media dari sumber terpercaya seperti ANTARA News Kalimantan Tengah, Media Center Barito Timur, Berita Kalteng, Konten Kalteng, serta dokumen resmi pemerintah. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Barito Timur memanajemen konflik melalui jalur administratif dan kelembagaan, seperti berkomunikasi dengan pemerintah pusat serta berkoordinasi dengan DPRD Provinsi Kalimantan Tengah. Meskipun konflik belum sepenuhnya selesai, cara Pemerintah Barito Timur memanajemen konflik berhasil menjaga stabilitas pemerintahan dan mencegah konflik sosial yang besar.
Implikasi Kerja Sama Internasional Terhadap Efektivitas Penanggulangan HIV di Indonesia (2019-2024): Studi Kasus Kolaborasi Pemerintah Indonesia dan WHO Gie, Verikson; Lilosona, Niel Segah Anugrah
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Februari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i2.1485

Abstract

HIV/AIDS tetap menjadi tantangan kesehatan global yang signifikan di Indonesia, dengan tren penularan yang mulai didominasi oleh kelompok usia muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi kerja sama internasional antara Pemerintah Indonesia dan World Health Organization (WHO) serta organisasi internasional lainnya dalam meningkatkan efektivitas penanggulangan HIV/AIDS periode 2019 - 2024. Menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, penelitian ini mengaplikasikan Teori Efektivitas Rezim Internasional yang mencakup tiga dimensi: output, outcome, dan impact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi output tercapai melalui adopsi standar WHO ke dalam kebijakan teknis nasional seperti perluasan akses Terapi Antiretroviral (ARV). Pada dimensi outcome, terdapat peningkatan aksesibilitas layanan bagi populasi kunci dan digitalisasi edukasi kesehatan. Namun, pada dimensi impact, meskipun terjadi penurunan infeksi baru sebesar 52%, keberlanjutan program masih menghadapi hambatan berupa ketergantungan pendanaan eksternal, stigma sosial, dan kesenjangan fasilitas antarwilayah. Kerja sama internasional terbukti krusial dalam menutup celah kapasitas riset dan teknologi, namun transisi menuju kemandirian domestik diperlukan untuk menjaga momentum keberhasilan eliminasi HIV pada tahun 2030.