Ina, Rosita Tamu
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Reboisasi sebagai Ekspresi Spiritualitas:: Inisiatif Iman Koperasi Bukit Asri Sentosa dalam Pemulihan Bukit Kendeng Telaumbanua, Agus Arda Setiawan; Rui, Kristina Kaita; Leiwakabessy, Marchel Anthony; Ina, Rosita Tamu; Blitariyanti, Theodora
ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 5 No. 1 (2025): Juli 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvari Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53814/eleos.v5i1.215

Abstract

Abstract: Environmental degradation, particularly deforestation, is a global ecological issue that even touches on the spiritual dimension of human life. In Indonesia, this phenomenon is also occurring in the Kendeng Mountains, specifically in Dukuh Gower, where uncontrolled human activities have caused significant forest degradation. This article examines the implementation of spiritual mandates through a reforestation program carried out by the Bukit Asri Sentosa Cooperative (BAS) in Dukuh Gower, Central Java. The research approach is qualitative-descriptive using a case study method, employing interview techniques and field documentation. The research findings indicate that the BAS Cooperative's reforestation program not only serves as an ecological effort to mitigate floods and environmental damage but also as an expression of members' faith in the form of responsibility toward God's creation, by the Cultural Mandate (Genesis 1:26-28). Despite facing various challenges, such as funding and social resistance, the program has yielded initial positive impacts and holds significant potential to become a model for faith-based conservation in other regions. Abstrak: Kerusakan lingkungan, khususnya penggundulan hutan, merupakan persoalan ekologis yang terjadi secara global bahkan menyentuh dimensi spiritual kehidupan manusia. Di Indonesia, fenomena ini juga terjadi di kawasan Pegunungan Kendeng, tepatnya di Dukuh Gower, di mana aktivitas manusia yang tidak terkendali telah menyebabkan degradasi hutan secara signifikan. Artikel ini meneliti implementasi mandat spiritual melalui program reboisasi yang dijalankan oleh Koperasi Bukit Asri Sentosa (BAS) di Dukuh Gower, Jawa Tengah. Pendekatan penelitian ini bersifat kualitatif-deskriptif dengan metode studi kasus, menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program reboisasi oleh Koperasi BAS tidak hanya berfungsi sebagai upaya ekologis untuk menanggulangi banjir dan kerusakan lingkungan, tetapi juga sebagai ekspresi iman anggota dalam bentuk tanggung jawab terhadap ciptaan Tuhan sesuai dengan Mandat Budaya (Kejadian 1:26-28). Meski masih menghadapi berbagai tantangan, seperti pendanaan dan resistensi sosial, program ini telah memberikan dampak awal yang positif dan memiliki potensi besar untuk menjadi model konservasi berbasis iman di wilayah lain.
Analisis Semantik kata "koimomenon" dalam 1 Tesalonika 4:13 dan Kontribusinya terhadap Pengharapan Eskatologis Sinaga, Santono; Telaumbanua, Agus Arda Setiawan; Sinaga, Samuel Natalius; Ina, Rosita Tamu
EPIGRAPHE (Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani) Vol 9 No 2: November 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Torsina Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33991/epigraphe.v9i2.573

Abstract

Eschatological hope is an important foundation of the Christian faith, but in practice it is often distorted when congregations are confronted with the reality of death. Greco-Roman religious and philosophical views also influenced the Thessalonian congregation, causing them to experience excessive grief. This article analyzes the term "koimomenon" in 1 Thessalonians 4:13 and its contribution to the formation of believers' eschatological hope. This study employs a qualitative literature review method with an exegetical-semantic approach, including lexical, grammatical, historical, and theological analyses of the Greek text of the New Testament (NA27). The results indicate that Paul uses the term "koimomenon" as a theological metaphor to emphasize the transience of believers' deaths and the continuity of their relationship with Christ.   Abstrak Pengharapan eskatologis merupakan fondasi penting iman Kristen, namun dalam praktiknya sering mengalami distorsi ketika jemaat berhadapan dengan realitas kematian. Kondisi ini juga dialami jemaat Tesalonika yang menunjukkan dukacita berlebihan akibat pengaruh pandangan religius dan filosofis Greko-Roma. Artikel ini bertujuan menganalisis secara semantik kata "koimomenon" dalam 1 Tesalonika 4:13 serta kontribusinya terhadap pembentukan pengharapan eskatologis orang percaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi pustaka dengan pendekatan eksegetis-semantik, meliputi analisis leksikal, gramatikal, historikal, dan teologis terhadap teks Yunani Perjanjian Baru NA27. Hasil kajian menunjukkan bahwa istilah "koimomenon" digunakan Paulus sebagai metafora teologis untuk menegaskan sifat sementara kematian orang percaya dan kesinambungan relasi mereka dengan Kristus.