Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

The Relationship Between Lactation Period and Colostrum Age With Colostrum Protein Content of Friesian Holstein (FH) Dairy Cattle in KPSP Setia Kawan, Pasuruan District Puspitasari, Tantri; Surjowardojo, Puguh; Rifa'i, Rifa'i
Bantara Journal of Animal Science Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/bjas.v5i1.3827

Abstract

Colostrum is the secretion of the udder glands after the cow gives birth and is given to the calf for 3-5 days. The purpose of this study was to determine the relationship between the lactation period and colostrum age on the colostrum protein content of FH dairy cows. This research was conducted at KPSP Setia Kawan, Pasuruan. The research was conducted in August-November 2022. The research materials were FH dairy cows with lactation periods 1,2,3, and cow colostrum which were analyzed with the Lactoscan Milk Analyzer. The research method uses case study method and purposive sampling. Research using simple linear regression analysis and correlation. The results of the regression equation study the relationship between the lactation period and colostrum protein content, namely Y =5.22+0.46X with a correlation value (r)=0.158 and a coefficient of determination (R2)=0.025. The results of the regression equation for the relationship between colostrum age and colosrum protein content are Y=10.79-1.55X with a correlation value (r)=0.88 and a coefficient of determination (R2)=0.77. The conclusion of the study is that there is a positive relationship between the lactation period and colostrum protein and there is a negative relationship between colostrum age and colostrum protein. Keywords : FH dairy cattle, colostrum, lactation period, colostrum protein.
The Relationship Between Colostrum Age and Lactation Period With Colostrum Production in Friesian Holstein (FH) Daily Cow at KPSP Setia Kawan, Pasuruan District Sintang, Sekarwangi Nassida Kian; Surjowardojo, Puguh; Rifa'i, Rifa'i
Bantara Journal of Animal Science Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/bjas.v5i1.3837

Abstract

This research was conducted in the dairy farming in Dairy Cattle Cooperation Setia Kawan Wonosari Village, Tutur District, Pasuruan Regancy. The objective of this research was to analyze the correlation between colostrum age and lactation period with colostrum production on Friesian Holstein. The material used is 30 Friesian Holstein which are lactation, both the first lactation period to the third lactation period. The method used was the case study method and the data was collected data by direct observation of dairy cows. Data analyzed using regression analysis and correlation. The results show that the correlation between colostrum age and colostrum production has a regression the equation is Y = 9.8+0.75X, where r = 0.516 and R2 = 0.266 and the lactation period with colostrum production has a regression equation that is Y = 11.35+0.16X with r = 0.086 and R2 = 0.007. The average highest colostrum production in dairy cows was on the fourth day (12.61 ± 1.29 liters/head/day) and the highest colostrum production was in the third lactation (11.80 ± 1.68 liters/head/day). Based on these results it can be concluded that colostrum ages with colostrum production has a moderate positive correlation, while the lactation period with colostrum production has a very low positive correlation. Keywords : Lactation period, colostrum production, pregnant cow, friesian Holstein
AI Sebagai Asisten Pembelajaran: Bagaimana Teknologi Membantu Personalisasi Pendidikan Untuk Setiap Siswa Hamida, Elis; Andika, Caca; Aroma, Nellys; Hadevi, Meza; Rifa'i, Rifa'i
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 2 (2025): Mei - Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i2.1669

Abstract

Artikel ini membahas peran Artificial Intelligence (AI) dalam pendidikan personalisasi. Teknologi AI dapat menganalisis gaya belajar siswa, memberikan umpan balik real-time, dan menyesuaikan kurikulum untuk memenuhi kebutuhan individu. Platform pembelajaran adaptif dan sistem tutor cerdas adalah contoh alat AI yang dapat mendukung pendidikan personalisasi. AI juga dapat membantu siswa dengan kebutuhan khusus dengan meningkatkan aksesibilitas dan memberikan dukungan personal. Implementasi AI dalam pendidikan dapat meningkatkan hasil belajar dan meningkatkan keterlibatan siswa. Artikel ini menyoroti potensi AI untuk merevolusi pendidikan dengan menyediakan pengalaman belajar personal untuk setiap siswa. Pendidikan personalisasi merupakan suatu pendekatan pendidikan yang berfokus pada kebutuhan individu siswa. Teknologi Artificial Intelligence (AI) dapat memainkan peran penting dalam pendidikan personalisasi dengan menganalisis gaya belajar siswa, memberikan umpan balik real-time, dan menyesuaikan kurikulum untuk memenuhi kebutuhan individu. Platform pembelajaran adaptif dan sistem tutor cerdas adalah contoh alat AI yang dapat mendukung pendidikan personalisasi. AI juga dapat membantu siswa dengan kebutuhan khusus dengan meningkatkan aksesibilitas dan memberikan dukungan personal. Dengan demikian, implementasi AI dalam pendidikan dapat meningkatkan hasil belajar dan meningkatkan keterlibatan siswa. Artikel ini akan membahas peran AI dalam pendidikan personalisasi dan potensinya untuk merevolusi pendidikan dengan menyediakan pengalaman belajar personal untuk setiap siswa.  
Pemberdayaan Masyarakat Desa dalam Konservasi Hutan melalui Program Penanaman Pohon di Kawasan Khdtk Universitas Muhammadiyah Bengkulu Eka Karina, Mely; rifa'i, rifa'i; Safitra, Linda; Mukhlizar, Mukhlizar
Almufi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 1: Juni (2025)
Publisher : Yayasan Almubarak Fil Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63821/ajpkm.v5i1.435

Abstract

Melalui program penanaman pohon di kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Universitas Muhammadiyah Bengkulu dalam rangka pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk mendorong masyarakat desa untuk membantu menjaga hutan. Masyarakat desa di sekitar wilayah KHDTK terlibat secara aktif dalam program ini dalam melakukan kegiatan penanaman bibit pohon. Kemudian kegiatan yang dilakukan kepada masyarakat adalah memberikan pendidikan dalam menjaga lingkungan dan ekosistem alam dengan membentuk kelompok konservasi masyarakat. Selain peran dari dosen UM Bengkulu juga melibatkan 45 kepala keluarga dari tiga desa yang terletak di sekitar wilayah KHDTK, metode yang digunakan pada penelitian adalah metode partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konservasi hutan sebesar 78%, pembentukan tiga kelompok konservasi desa, dan penanaman 1.200 bibit pohon endemik dengan tingkat survival rate 85%. Peningkatan tutupan hutan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan peningkatan kolaborasi universitas-masyarakat dalam konservasi lingkungan adalah semua hasil dari program kegiatan yang dilakukan oleh dosen UM Bengkulu kepada masyarakat di desa sekitar KHDTK.
Strategi Pengembangan Materi Pembelajaran IPS Yang Kontekstual dan Inovatif Marleni, Linna; Rifa'i, Rifa'i
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3797

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) pada era global menghadapi tuntutan untuk lebih adaptif, inovatif, dan kontekstual agar mampu menjawab dinamika sosial, teknologi, dan kebutuhan kompetensi abad ke-21. Kurikulum Merdeka menuntut pembelajaran yang tidak hanya menekankan pengetahuan faktual, tetapi juga pengembangan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, literasi teknologi, serta literasi sosial-kewarganegaraan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi pengembangan materi pembelajaran IPS yang relevan dengan konteks kehidupan peserta didik melalui studi pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari berbagai sumber literatur ilmiah tahun 2020–2025, termasuk jurnal, buku, laporan penelitian, dan prosiding ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengembangan materi IPS yang efektif harus berlandaskan prinsip relevansi, kebermaknaan, akurasi data, interaktivitas, aktualitas isu, keterbacaan, serta integrasi nilai-nilai sosial. Proses seleksi dan organisasi konten harus mempertimbangkan sifat multidisipliner IPS melalui pendekatan integratif tematik dan spiral. Selain itu, pengembangan materi berbasis masalah sosial kontemporer terbukti meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan literasi sosial peserta didik. Adaptasi materi untuk keberagaman siswa, melalui diferensiasi konten dan proses, integrasi kearifan lokal, serta penggunaan multimodal media, menjadi faktor penting dalam menciptakan pembelajaran yang inklusif. Penelitian ini menegaskan bahwa pengembangan materi IPS memerlukan pendekatan sistematis dan komprehensif yang menghubungkan teori, konteks sosial, dan inovasi pedagogis untuk menghasilkan pembelajaran yang relevan dan bermakna bagi peserta didik.
Perancangan Kurikulum dan Silabus PPKn Berbasis Pendidikan Karakter Thoha, M.; Rifa'i, Rifa'i
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.4768

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perancangan kurikulum dan silabus Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) berbasis pendidikan karakter sebagai upaya penguatan pembentukan warga negara yang berintegritas dan berkepribadian Pancasila. Pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter moral yang kuat di tengah tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari buku ilmiah, jurnal nasional dan internasional bereputasi, serta dokumen kebijakan pendidikan, seperti Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, Kurikulum Merdeka, dan Profil Pelajar Pancasila. Teknik analisis data dilakukan melalui analisis konten untuk mengidentifikasi konsep, pola, dan tema utama terkait integrasi pendidikan karakter dalam kurikulum dan silabus PPKn. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara konseptual Standar Kompetensi dan Capaian Pembelajaran PPKn telah memuat nilai-nilai Pancasila dan kompetensi kewarganegaraan, namun implementasinya masih cenderung berorientasi kognitif. Integrasi Profil Pelajar Pancasila belum sepenuhnya teroperasionalisasi dalam aktivitas pembelajaran dan penilaian. Pengembangan silabus PPKn berbasis proyek kewarganegaraan dinilai efektif dalam mengintegrasikan aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan secara seimbang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perancangan kurikulum dan silabus PPKn berbasis pendidikan karakter perlu dilakukan secara sistematis, kontekstual, dan berorientasi pada pengalaman belajar autentik untuk memperkuat karakter kebangsaan peserta didik.
Perancangan Kurikulum dan Silabus IPS Berbasis Kompetensi Rifa'i, Rifa'i; Rhomadoni, Indra Nur
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6059

Abstract

Penelitian ini bertujuan merancang kurikulum dan silabus Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) berbasis kompetensi yang relevan dengan tuntutan Kurikulum Merdeka. Penelitian menggunakan pendekatan library research dengan menelaah buku, artikel jurnal nasional dan internasional, serta dokumen kebijakan pendidikan. Fokus kajian meliputi analisis Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar IPS, pemetaan kompetensi dan indikator pencapaian pembelajaran, pengembangan silabus IPS yang inovatif, serta integrasi pendidikan karakter. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran IPS masih cenderung berorientasi pada hafalan materi dan belum optimal mengembangkan kompetensi berpikir kritis, keterampilan sosial, dan karakter peserta didik. Analisis SK dan KD yang mendalam diperlukan agar tujuan pembelajaran berorientasi pada kompetensi nyata, bukan sekadar penyelesaian materi. Pemetaan kompetensi dan indikator pencapaian yang operasional terbukti penting untuk menjembatani kurikulum dengan praktik pembelajaran dan asesmen autentik. Pengembangan silabus IPS yang inovatif mendorong pembelajaran aktif, kolaboratif, kontekstual, serta pemanfaatan isu sosial aktual dan sumber belajar beragam. Integrasi pendidikan karakter secara sistematis dalam kurikulum IPS memperkuat pembentukan sikap tanggung jawab, toleransi, keadilan sosial, dan kepedulian peserta didik. Secara keseluruhan, perancangan kurikulum dan silabus IPS berbasis kompetensi menjadi strategi penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPS dan membentuk peserta didik yang kritis, berkarakter, dan siap berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi pendidik, pengembang kurikulum, serta pengambil kebijakan dalam merancang pembelajaran IPS yang berkelanjutan dan responsif terhadap tantangan sosial abad ke-21 global kontemporer.
The Role Of The School Environment In Shaping Students' Moral Character At State High School Hikmah, Maknunatul; Rifa'i, Rifa'i
AFKARINA: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 11, No 1 (2026): In Press
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/afkarina.v11i1.15118

Abstract

This study aims to understand how Islamic boarding schools (pesantren) manage the paradox between the value of politeness and the demands of social media algorithms in digital marketing practices. This phenomenon is crucial because Islamic boarding schools are faced with the need to remain relevant in the digital space without losing their foundational values. A qualitative approach was used, with a case study design at the Kwagean Islamic Boarding School in Kediri. Data were collected through direct observation and in-depth interviews with administrators, the media team, and students involved in content production. Data were then analyzed step by step to identify emerging patterns and meanings. The results show that Islamic boarding schools engage in a continuous negotiation process between maintaining politeness and adapting to the logic of the algorithm. Communication styles are made lighter and more adaptive, while remaining within the boundaries of maintained values. On the other hand, algorithms also influence content production patterns, particularly in the tendency to repeat formats deemed effective. This condition creates a hybrid communication identity, where depth of substance is maintained while presented in a simpler manner. These findings illustrate that digital adaptation does not always lead to a loss of values, but can instead provide a space for formulating new, more contextual forms of communication. This study is expected to enrich the discourse on religious digital communication and serve as a practical reference for Islamic boarding schools in managing media wisely amidst the pressures of digital systems.
Integration Of Pesantren Values In The Construction Of A Religious Society: A Study Of Local Government Policy In Bondowoso Regency Rifa'i, Rifa'i; Rusydi, Rusydi
AFKARINA: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/afkarina.v10i2.15203

Abstract

This study analyzes the institutionalization of pesantren (Islamic boarding school) values within regional governance to construct a religious society. Using a qualitative ethnographic case study, the research explores how local government policies transform traditional religious ethics into formal legal frameworks. Data were gathered through participant observation, document analysis, and in-depth interviews with cross-sectoral stakeholders, including legislative leaders, executive bureaucrats, and spiritual authorities. Findings reveal that the integration of pesantren values transcends symbolic programming, manifesting as a hybrid governance model that synergizes bureaucratic rationality with transcendental authority. The formalization of these values into local legislation has reconfigured public compliance, where civic duty now intersects with spiritual loyalty. This process facilitates a "collective habitus" that projects pesantren ethics into the public sphere (from pesantren to polis). Theoretically, this research proposes the “Triangle of Authority” paradigm—a conceptual framework connecting legal-rational governance, charismatic-religious leadership, and socio-cultural identity. This study argues that the sustainability of religious-based public policy depends on the state’s ability to synchronize formal instruments with the ethical gatekeeping of religious elites. These insights offer a significant contribution to the discourse on state-religion synergy and character education policy in contemporary Muslim-majority societies.