Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Effectiveness of Self Hypnosis and Slow deep Breathing on Labor Pain in Midwife Independent Practice Sumastri, Heni; Novita, Nesi; Yuka, Aprilia Ayu Shinta; Martini, Sri; Setiawati, Desy
Journal of Maternal and Child Health Sciences (JMCHS) Vol 5 No 1 (2025): Journal of Maternal and Child Health Sciences (JMCHS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/maternalandchild.v5i1.2666

Abstract

Background: Labor pain arises due to stretching of the uterus which will affect the body's activities as a whole, for example increased oxygen demand, increased ventilation, increased blood pressure and digestive system disorders. One of the methods needed by mothers in facing the birthing process is the self-Hypnosis and Slow Deep Breathing technique which aims to enable mothers to give birth comfortably, quickly and smoothly and reduce or eliminate pain during childbirth without the help of analgesic drugs. This method also places more emphasis on birth in a positive, gentle, safe and easy way. Objective: This research aims to determine the effect of self hypnosis and Slow Deep Breathing on labor pain in partu mothers during the first active phase in PMB Palembang City in 2024. Methods: This research is a quasi-experimental design with a non-equivalent control group design, sampling using using accidental sampling consisting of a control and treatment group, each consisting of 20 in-partu mothers at PMB Lismarini and 20 people at PMB Teti Herawati Palembang from April to May 2024. The data used is secondary data and primary data. Data were analyzed using the Independent T test. Results: There is an influence of Self Hypnosis and Slow Deep Breathing on maternal labor pain during one active phase in Palembang City PMB in 2024 (ρ=0.000). Conclusion: There is an influence of Self Hypnosis and Slow Deep Breathing on labor pain in in-partum mothers during one active phase.
Penerapan Prenatal Yoga dan Hypnoprenatal pada Ibu Hamil Franciska, Yunetra; Yuka, Aprilia Ayu Shinta; Jasmi, Jasmi; Setiawati, Desy; Virgian, Kharisma
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS) Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Politeknik Kesehatatan Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/j.abdikemas.v5i1.1625

Abstract

Nyeri yang hebat pada proses persalinan dapat membuat ibu merasa khawatir dan cemas. Hubungan antara nyeri dan kecemasan ini bersifat kompleks dan saling mempengaruhi antara satu dan lainnya. Ketika ibu bersalin merasa takut, cemas dan tidak dapat mentolerir rasa nyeri yang dirasakan, maka secara spontan tubuh akan meningkatkan pelepasan hormon katekolamin yaitu epinefrin dan norepinefrin. Peningkatan hormon menyebabkan vaso kontriksi pembuluh darah sehingga meningkatkan tekanan darah ibu, menurunkan aliran darah ke uterus, aliran uteroplasenta dan aktivitas uterus sehingga menyebabkan persalinan lama. Keadaan ini berdampak pada pola denyut jantung janin menjadi tidak normal. Berbagai metode mengatasi nyeri persalinan dapat dilakukan baik secara farmakologi maupun nonfarmakologi. Metode farmakologi lebih efektif dibandingkan dengan nonfarmakologi, namun berpotensi memberikan efek samping yang kurang baik bagi ibu maupun janin. Sedangkan metode nonfarmakologi lebih mudah dan aman untuk diberikan. Metode nonfarmakologi tersebut antara lain hipnosis, acupressure, yoga, sentuhan terapeutik, aromatherapy, relaksasi, mendengarkan musik, kompres hangat, kompres dingin dan pemberian birth ball. Tujuan kegiatan ini adalah mampu memanfaatkan hypnoprenatal dan yoga prenatal dalam mengurangi nyeri persalanan. Manfaat program ini mampu memberikan informasi mengenai teknik pengurangan nyeri persalinan dengan memanfaatkan hypnoprenatal dan yoga prenatal. Hasil pengabdian kepada masyarakat; adalah penurunan persentase ibu yang mengalami nyeri persalinan menjadi 25%.