Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Ekosida dalam Yurisdiksi International Criminal Court: Studi Pustaka Kasus Israel-Palestina Revilia, Regiana
VIVA THEMIS Vol 8, No 1 (2025): VIVA THEMIS
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/vt.v8i1.4034

Abstract

Penelitian ini menganalisis kewenangan International Criminal Court (ICC) dalam menangani kejahatan ekosida pada konflik Israel-Palestina, dengan fokus pada kerusakan ekologis di Gaza. Melalui pendekatan kualitatif penelitian ini melakukan analisis yuridis normatif terhadap Statuta Roma Pasal 8(2)(b)(iv), mengkaji potensi pertanggungjawaban hukum atas kerusakan lingkungan. Data diperoleh dari laporan resmi dan sumber sekunder terkait dampak ekologis operasi militer Israel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Konflik di Gaza telah menyebabkan kerusakan lingkungan parah yang memenuhi unsur kerusakan dalam Statuta Roma. Namun, kesulitan pembuktian dan kompleksitas politik memperlemah penegakan hukum. Penelitian menyimpulkan bahwa diperlukan amandemen Statuta Roma untuk memperjelas pertanggungjawaban pelaku kejahatan lingkungan, serta penguatan hukum internasional dan sinergi antara keadilan lingkungan dengan hak asasi manusia.
Women's Income and Professional Participation in Indonesia: Gender Gap Analysis Based on GDI and GEI Revilia, Regiana; Afriani, Dwi
SERUNAI Vol. 5 No. 2 (2025): SERUNAI
Publisher : IDFoS Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63019/serunai.v5i2.107

Abstract

This study analyzed the impact of the Gender Development Index (GDI) and the Gender Empowerment Index (GEI) on women's income and their engagement in the workforce across 38 provinces in Indonesia. The gender gap in economic access continues to be a persistent issue, notwithstanding recent enhancements evident in national gender development indices. While prior studies examined gender inequality in broader contexts, there has been a paucity of empirical research directly evaluating the impact of GDI and GEI on women's economic outcomes at the provincial level. This disparity underscored the necessity for a more targeted and data-centric examination. This study's uniqueness resides in its identification of an empowerment paradox, wherein elevated empowerment ratings did not invariably result in enhanced economic conditions for women. This research was driven by the necessity to furnish empirical information that may underpin gender-responsive economic policymaking and rectify discrepancies between formal gender accomplishments and actual economic involvement. A mixed methods approach utilizing a sequential explanatory design was implemented, commencing with quantitative analysis through Spearman’s correlation and linear regression, succeeded by qualitative interpretation to contextualize the statistical results. The results indicated that GDI had a positive and important effect on women's income and their participation in the workforce. Conversely, GEI had little impact on either metric, indicating that formal empowerment accomplishments lag behind meaningful economic advancement for women. The results demonstrated the need for measures that foster fundamental gender development and address structural barriers in the job market.
UPAYA PENCEGAHAN PELECEHAN SEKSUAL DI LINGKUNGAN SEKOLAH Karisma, Gita Karisma; Sulistyo, Iwan; Jaya Wiranata, Indra; Revilia, Regiana; Nizar, Moh
Ragom Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Ragom: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ragom.v3i2.33

Abstract

Kekerasan dan Pelecehan seksual sudah merambah ke lingkungan sekolah mengkhawatirkan masa depan pendidikan. Data dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi tahun 2022 menunjukkan bahwa 34,51% peserta didik berpotensi mengalami kekerasan seksual. Proposal ini mengusulkan kegiatan sosialisasi deteksi modus pelecehan seksual sebagai upaya pencegahan di lingkungan pendidikan. Kegiatan ini menargetkan siswa SMU di sekolah Diniyah Bandarlampung. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, diskusi, dan tanya jawab, dengan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Luaran dari kegiatan ini adalah peningkatan pemahaman siswa mengenai modus pelecehan seksual dan cara menghindarinya, serta materi penyuluhan yang informatif.