Agustina, Eliza
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DAMPAK PERSAINGAN DAN DUKUNGAN KELUARGA DALAM PENINGKATAN MOTIVASI PERAWAT MELANJUTKAN PENDIDIKAN Agustina, Eliza; Meri, Dilgu; Ekaputri, Mersi; Fadhli, Rohmi
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.245

Abstract

Nurses' motivation to continue their education is an important aspect in developing professionalism and improving the quality of health services. Motivation to develop their abilities, in providing nursing care requires nurses with advanced education. Objective: The purpose of this study was to determine the relationship between competition and family support with nurses' motivation to continue their education at Aulia Hospital Pekanbaru 2025. Method: Quantitative research type with cross-sectional design. The population of this study were all DIII nurses at Aulia Hospital Pekanbaru as many as 60 people. The sampling technique used was total sampling. The study was conducted from September 2024 to March 2025. Data collection using a questionnaire was then analyzed univariately and bivariately with a normality test obtained data that was not normal statistical test and using chi square. Conclusion: The results of the univariate analysis obtained as many as 49 people in early adulthood, 50 female gender. A total of 36 nurses said that there was high competition in continuing their education and 24 people said that there was low competition in continuing their education. Bivariate analysis found that there was a significant relationship between competition and nurses' motivation to continue their education with a p value (0.020) <0.05 and there was a relationship between family support and nurses' motivation to continue their education with a p value (0.000) <0.05. Keywords: Family support; Motivation; Nurse; Education; Competition.
Peran Edukasi Seks dalam Pembentukan Kesadaran Batasan Diri Pada Remaja: Studi Kasus Agustina, Eliza; Layali , Sahrul; Puspasari, Helta; Labibah , Ghina Rizkirabbani; Adetya, Sandra
Jurnal Pendidikan Siber Nusantara Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Siber Nusantara (Januari - Maret 2026)
Publisher : Siber Nusantara Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpsn.v4i1.569

Abstract

Masa remaja merupakan tahap perkembangan yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap berbagai risiko, termasuk pelanggaran batasan diri dalam relasi interpersonal, yang sering kali dipengaruhi oleh keterbatasan pemahaman mengenai hak atas tubuh dan konsep persetujuan. Edukasi seks dipandang sebagai salah satu strategi penting untuk membekali remaja dengan pengetahuan dan keterampilan dalam membangun kesadaran batasan diri serta melindungi diri dari perilaku seksual berisiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran edukasi seks dalam pembentukan kesadaran batasan diri pada remaja melalui pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian merupakan seorang remaja yang pernah mengalami pelanggaran batasan pribadi dalam interaksi sosial. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi non- partisipan, serta dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sebelum menerima edukasi seks, subjek memiliki pemahaman yang terbatas terkait batasan diri, hak atas tubuh, dan konsep persetujuan, sehingga mengalami kesulitan dalam mengekspresikan penolakan serta cenderung melakukan self-blaming terhadap pengalaman yang dialami. Setelah memperoleh edukasi seks yang komprehensif, subjek menunjukkan perubahan dalam memaknai pengalaman tersebut, dengan mampu mengenali peristiwa yang dialami sebagai bentuk pelanggaran batasan diri, bukan kesalahan pribadi. Edukasi seks berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran akan perlindungan diri, pemahaman mengenai relasi interpersonal yang sehat, serta kesiapan untuk mencari dukungan ketika menghadapi situasi berisiko. Penelitian ini menegaskan bahwa edukasi seks tidak hanya berperan sebagai penyampaian informasi biologis, tetapi juga sebagai proses pembelajaran psikososial yang penting dalam membentuk kesadaran batasan diri dan mencegah perilaku seksual berisiko pada remaja.