p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal J-CEKI Ulil Albab
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sejarah Dan Jejak Peninggalan Kesultanan Deli Ramlan Anri Sianturi; Maulana Ramadhan Silalahi; Intan Rezkinah; Pristi Suhendro Lukitoyo
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 5: Agustus 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i5.9315

Abstract

Kesultanan Deli berdiri sebagai salah satu kerajaan Islam terkuat di Sumatera, Indonesia, pada abad ke-17 sebagai negara yang diperintah oleh Gocah Pahlawan. Kesultanan ini menjadi pusat penyebaran Islam dan budaya Melayu, di tengah dinamika perubahan politik berupa pengaruh dari Aceh, Siak, dan penjajahan Belanda. Penelitian ini menggunakan metode observasi lapangan dan studi pustaka tentang peninggalan sejarah, strategi politik, dan akulturasi budaya yang muncul dari peninggalan Kesultanan Deli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesultanan ini menempuh pendekatan pragmatis dalam menjaga otonomi melalui, antara lain, kerja sama dengan investor Eropa dalam pengembangan perkebunan tembakau dan karet. Komoditas ini menjadi tulang punggung perekonomian dan juga membangun jaring patrimonial antara sultan, elit lokal, dan Belanda, yang memperkuat posisi politik Deli. Desain bergaya Eropa, Masjid Al-Mashun mencerminkan keseimbangan budaya dalam struktur kubahnya yang dirancang dalam tradisi Muslim dan bergaya Spanyol di pintu-pintunya. Sementara itu, Masjid Al-Osmani di Labuhan berdiri sebagai tanda toleransi melalui penggabungan ornamen Cina dan arsitektur India. Dalam istilah sosial, Serampang Dua Belas (tari) dan kegiatan keagamaan lainnya di masjid menandakan upaya untuk melestarikan identitas seseorang. Meskipun sekarang dianggap sebagai lembaga adat, perlu disebutkan bahwa Kesultanan Deli masih meninggalkan jejak pada tatanan politik dan budaya kontemporer di Sumatera, yang menunjukkan bagaimana nilai-nilai tradisional dapat disesuaikan dengan modernitas. Penelitian ini dimaksudkan untuk menunjukkan betapa pentingnya melestarikan warisan sejarah sebagai refleksi dinamika permanen di bidang sosial, politik, dan budaya.
Peran Ganda Guru: Kemampuan Wali Kelas Dalam Melakukan Bimbingan Dan Konseling Di Sdn 05 Medan Elya Siska Anggraini; Ramlan Anri Sianturi; Michael Josep Sirait
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 4 No. 9: Agustus 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v4i9.10199

Abstract

Penelitian ini menganalisis peran ganda guru sebagai pengajar dan konselor di tempat dengan layanan Bimbingan dan Konseling (BK) yang sangat sedikit. Metode kualitatif, observasi, dan wawawancara mendalam yang dipakai di SD Negeri 05 Medan terhadap gutu untuk menganalisis dinamika peran guru, faktor pendukung, dan hambatan dalam layanan bimbingan dan konseling. Temuan menunjukkan bahwa guru dihadapkan pada situasi dimana menjadi seorang guru, selain sebagai pendamping akademik siswa, juga harus bisa berperan sebagai konselor bagi siswa mengingat tidak semua sekolah menyediakan layanan bimbingan konseling. Mereka sebagian besar mengandalkan intuisi dan komunikasi verbal informal, serta kolaborasi dengan orang tua siswa melalui platform digital, untuk mengidentifikasi dan mengelola masalah siswa. Namun partisipasi orang tua yang tidak konsisten dan kurangnya dukungan sistemik (seperti tim psikologis sekolah) menjadi kendala utama. Kajian ini merekomendasikan peningkatan pelatihan dasar konseling bagi guru, terjalinnya kolaborasi struktural antar pemangku kepentingan, dan sosialisasi metode disiplin modern yang selaras dengan nilai-nilai budaya lokal. Hasil penelitian ini menggarisbawahi kebutuhan mendesak akan kebijakan pendidikan holistik untuk mengurangi beban emosional guru dan meningkatkan kualitas layanan siswa.