p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal IPSSJ
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MAKNA TREN #KABURAJADULU DALAM MENDORONG KEINGINAN MIGRASI GENERASI MUDA DI INDONESIA Angel Lauren; Sinta Aryani; Anisa Bella; Dewi Eliza; Maelani
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 2 Mei (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tren media sosial di kalangan generasi muda Indonesia menunjukkan dinamika menarik melalui tagar #KaburAjaDulu, yang viral sejak 2023 dan kembali mencuat pada awal 2025. Tagar ini mencerminkan kekecewaan terhadap kondisi sosial-ekonomi, terbatasnya akses pekerjaan, mahalnya pendidikan, dan minimnya pengembangan karier di dalam negeri. Penelitian ini bertujuan memahami makna di balik tren tersebut serta kaitannya dengan meningkatnya keinginan migrasi generasi muda ke luar negeri. Menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi dokumentasi, data diperoleh dari analisis unggahan media sosial, laporan institusi, dan kajian literatur. Penelitian ini berlandaskan Teori Push and Pull dari Everett S. Lee (1991), yang mengkaji faktor pendorong, penarik, dan hambatan migrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keinginan migrasi dipicu oleh: (1) faktor individu seperti rasa kecewa dan hilangnya harapan; (2) faktor dari daerah asal seperti lapangan kerja terbatas, gaji rendah, dan minimnya pengembangan karier; dan (3) faktor dari daerah tujuan seperti upah yang lebih tinggi, peluang kerja lebih luas, dan sistem hukum yang lebih adil. Serta (4) Rintangan antara daerah asal dengan daerah tujuan seperti biaya, jarak, dan prosedur administrasi yang kompleks, tren ini tetap menjadi representasi kuat atas transformasi pola pikir generasi muda terhadap masa depan mereka. Dengan demikian, #KaburAjaDulu bukan sekadar tren digital, melainkan refleksi sosial yang signifikan atas realitas migrasi modern. Dengan demikian, #KaburAjaDulu bukan sekadar tren digital, tetapi refleksi sosial atas realitas migrasi modern.
PERBANDINGAN MEKANISME CHECKS AND BALANCE DALAM SISTEM PEMERINTAH INDONESIA DAN MALAYSIA Sinta Aryani; Angel Lauren; Anisa Bella; Katriza Imania; Riza Adelia Suryani; Rizka Azzahri
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 05 Oktober (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji perbandingan penerapan mekanisme checks and balances dalam sistem pemerintahan Indonesia dan Malaysia yang didasarkan pada teori pemisahan kekuasaan (separation of powers) yang dikemukakan oleh Montesquieu. Prinsip checks and balances memiliki peran krusial dalam mencegah terjadinya pemusatan kekuasaan pada satu lembaga negara dengan menerapkan sistem pengawasan dan pengimbangan antar lembaga. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi literatur, melalui penelaahan terhadap sumber-sumber konstitusional, jurnal akademik, serta penelitian ilmiah yang relevan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Indonesia menerapkan prinsip checks and balances dengan lebih kuat melalui sistem presidensial yang menegaskan pemisahan kekuasaan antara lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Sebaliknya, Malaysia menerapkan sistem parlementer dengan bentuk monarki konstitusional yang menonjolkan hubungan saling bergantung antara cabang kekuasaan, di mana eksekutif bertanggung jawab langsung kepada legislatif melalui mekanisme politik seperti mosi tidak percaya. Meskipun berbeda dalam struktur dan karakteristik, kedua negara sama-sama berupaya mempertahankan keseimbangan kekuasaan guna mencegah penyalahgunaan wewenang dan menjamin terselenggaranya pemerintahan yang demokratis.