Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Bantuan Hidup Dasar Bagi Anggota PMR di SMA Negeri 3 Samarinda Fitriyah Makmur, Rizki; Purdani, Kartika Setia; Safarudin, Bachtiar; Fadillah, Tassya Indri; Ramadani, Suci Mahlida; Auliana, Nur Sapitri; Suci Wulandari, Andi Nur; Maulida, Nina; Herlinda, Herlinda; Putri Ryanta, Najwa Aulia; Handayani, Helda Nur; Dede Tule, Sendy Glaudia
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 3 (2025): Edisi Juli - September
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i3.6327

Abstract

Henti jantung mendadak merupakan kondisi kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan cepat untuk mencegah kematian. Di Indonesia, tingkat kematian akibat henti jantung di luar rumah sakit (OHCA) masih tinggi, salah satunya karena rendahnya keterampilan masyarakat dalam melakukan Bantuan Hidup Dasar (BHD). Remaja, khususnya anggota Palang Merah Remaja (PMR), memiliki potensi besar sebagai penolong awam pertama di lingkungan sekolah. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan dan sikap anggota PMR dalam memberikan pertolongan pertama pada kasus henti jantung melalui pelatihan interaktif BHD. Metode pelatihan yang digunakan terdiri atas ceramah interaktif, demonstrasi, dan praktik langsung dengan evaluasi keterampilan menggunakan lembar observasi teknis dan penilaian sikap. Pelatihan dilaksanakan pada 8 Mei 2025 di SMA Negeri 3 Samarinda dengan melibatkan 35 siswa anggota PMR. Evaluasi dilakukan sebelum dan sesudah pelatihan untuk menilai perubahan nilai dan keterampilan peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keterampilan dan sikap peserta. Nilai rata-rata evaluasi peserta meningkat dari 4,6 menjadi 9,2 setelah pelatihan. Sebanyak 82,9% peserta menunjukkan keterampilan praktik yang baik, sedangkan 14,3% cukup dan hanya 2,8% yang masih kurang. Peserta menunjukkan peningkatan pemahaman teknis, kesiapan mental, dan kepercayaan diri dalam menghadapi simulasi situasi darurat. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pelatihan BHD berbasis praktik terbukti efektif dalam meningkatkan kesiapan remaja sebagai penolong pertama. Metode pembelajaran yang menggabungkan ceramah, demonstrasi, dan praktik langsung dapat memperkuat penguasaan teknik BHD dan membentuk sikap positif. Pelatihan semacam ini penting untuk dilakukan secara berkala sebagai bagian dari edukasi kebencanaan dan tanggap darurat di sekolah.
Pencegahan dan Pertolongan Pertama pada Cedera Akibat Kecelakaan di RT. 42 Kelurahan Air Putih Samarinda Rizal, Alfi Ari Fakhrur; Nuraz'mi, Ayuthya Safitri; Rachmawati, Adelia; Salsabila, Anisah Aulia; Handayani, Helda Nur; Herlinda, Herlinda; Ilyana, Irma; Maulida, Nina; Agustina, Nuraini Sri; Aziza, Sa’diah Nur; Kartika, Sheila Amelia; Firdayanti Yunus, Syarah Auliza; Fadillah, Tasya Indri
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.7345

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga RT. 42 Kelurahan Air Putih, Samarinda, dalam pencegahan dan pertolongan pertama pada cedera akibat kecelakaan. Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat adalah kurangnya pemahaman tentang langkah-langkah pencegahan serta penanganan cedera ringan maupun berat, minimnya pelatihan, dan terbatasnya akses terhadap fasilitas kesehatan. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, dan simulasi tindakan pertolongan pertama. Evaluasi hasil dilakukan melalui pretest dan posttest menggunakan instrumen yang diuji validitasnya dengan Skala Guttman. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan rata-rata nilai pretest sebesar 60 meningkat menjadi 95 pada posttest. Koefisien Reproduktibilitas (CR) sebesar 0,96 mengindikasikan bahwa instrumen pengukuran memiliki validitas tinggi. Namun demikian, simpulan kegiatan belum sepenuhnya ditunjang oleh data dokumentasi lapangan dan analisis kualitatif yang memadai. Oleh karena itu, dibutuhkan penguatan data empiris berupa bukti visual lokasi penelitian serta analisis tambahan untuk memperkokoh hasil dan simpulan secara akademis. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan literasi kesehatan dan kepercayaan diri masyarakat dalam menghadapi situasi darurat. Program serupa disarankan untuk dilanjutkan dengan evaluasi jangka panjang serta analisis dampak perilaku agar manfaatnya berkelanjutan bagi masyarakat.