Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Aktivitas Fisik terhadap Kesehatan Tulang Pada Lansia dengan Osteoporosis Safarudin, Bachtiar; Widyastuti, Dwi; Makmur, Rizqi Fitriyah; Handayani, Helda Nur
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.26060

Abstract

Osteoporosis mempengaruhi semakin banyak orang di seluruh dunia, terutama orang yang telah mencapai usia 50 tahun. Menurut sebuah penelitian oleh International Osteoporosis Foundation (IOF), prevalensi individu yang berisiko tinggi mengalami fraktur dampak dari osteoporosis akan berlipat ganda pada tahun 2040. Osteoporosis mempengaruhi 53% wanita di atas 80 tahun dan 23% wanita berusia antara 50 dan 80 tahun di Indonesia. Telah ditunjukkan bahwa latihan fisik memainkan peran penting dalam mencegah osteoporosis dengan meningkatkan keseimbangan dan koordinasi, meningkatkan kepadatan mineral, dan mendorong pembentukan tulang. Berdasarkan PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses), penelitian ini menggunakan teknik tinjauan literatur sistematis. Kami mencari literatur di sejumlah database, termasuk ScienceDirect, PubMed, Scopus, dan Google Scholar, dengan penekanan pada jurnal yang dirilis antara tahun 2020 dan 2025
TERAPI BIOMEDICINE PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI : LITERATURE REVIEW Safarudin, Bachtiar; Widyastuti, Dwi; Alifa, Fasyadila Nur; Aulia, Ayu; Aryandi, Abdy; Deviana, Aulia; Nurjannah, Firyal
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44161

Abstract

Salah satu penyebab utama kematian secara global adalah hipertensi atau yang disebut sebagai tekanan darah tinggi,  dengan sekitar 90 hingga 95 persen dari semua kasus disebabkan oleh hipertensi esensial. Di Indonesia, hipertensi merupakan faktor risiko paling signifikan dengan 10,2% dari semua kematian.Terapi farmakologi herbal (Biomedicine) menjadi pilihan untuk mengatasi permasalahan kesehatan lansia. Beberapa jenis terapi yang dapat diterapkan antara lain menggunakan bahan herbal seperti daun alpukat, jahe, mentimun, tomat, seledri, daun binahong serta bawang putih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian biomedicine secara rutin terhadap kesehatan fisik lansia dan mengevaluasi peran keperawatan gerontik dalam pengelolaan penyakit kronis, yaitu hipertensi pada lansia serta memberikan rekomendasi berbasis bukti untuk praktik keperawatan. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka sistematis terhadap sepuluh artikel penelitian yang melibatkan pendekatan eksperimental dan quasi-eksperimental. Hasil menunjukkan bahwa intervensi keperawatan gerontik memberikan dampak positif terhadap hasil kesehatan pasien. Pada pasien lansia, terdapat hipertensi. Keberhasilan intervensi ini dipengaruhi oleh keterlibatan aktif keluarga, edukasi berkelanjutan, serta dukungan sumber daya. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan berbasis keperawatan untuk meningkatkan standar hidup bagi individu yang menderita penyakit jangka panjang. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memperkuat bukti dan mengembangkan program intervensi yang adaptif terhadap kebutuhan individu dan konteks budaya.
Pelatihan Bantuan Hidup Dasar Bagi Anggota PMR di SMA Negeri 3 Samarinda Fitriyah Makmur, Rizki; Purdani, Kartika Setia; Safarudin, Bachtiar; Fadillah, Tassya Indri; Ramadani, Suci Mahlida; Auliana, Nur Sapitri; Suci Wulandari, Andi Nur; Maulida, Nina; Herlinda, Herlinda; Putri Ryanta, Najwa Aulia; Handayani, Helda Nur; Dede Tule, Sendy Glaudia
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 3 (2025): Edisi Juli - September
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i3.6327

Abstract

Henti jantung mendadak merupakan kondisi kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan cepat untuk mencegah kematian. Di Indonesia, tingkat kematian akibat henti jantung di luar rumah sakit (OHCA) masih tinggi, salah satunya karena rendahnya keterampilan masyarakat dalam melakukan Bantuan Hidup Dasar (BHD). Remaja, khususnya anggota Palang Merah Remaja (PMR), memiliki potensi besar sebagai penolong awam pertama di lingkungan sekolah. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan dan sikap anggota PMR dalam memberikan pertolongan pertama pada kasus henti jantung melalui pelatihan interaktif BHD. Metode pelatihan yang digunakan terdiri atas ceramah interaktif, demonstrasi, dan praktik langsung dengan evaluasi keterampilan menggunakan lembar observasi teknis dan penilaian sikap. Pelatihan dilaksanakan pada 8 Mei 2025 di SMA Negeri 3 Samarinda dengan melibatkan 35 siswa anggota PMR. Evaluasi dilakukan sebelum dan sesudah pelatihan untuk menilai perubahan nilai dan keterampilan peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keterampilan dan sikap peserta. Nilai rata-rata evaluasi peserta meningkat dari 4,6 menjadi 9,2 setelah pelatihan. Sebanyak 82,9% peserta menunjukkan keterampilan praktik yang baik, sedangkan 14,3% cukup dan hanya 2,8% yang masih kurang. Peserta menunjukkan peningkatan pemahaman teknis, kesiapan mental, dan kepercayaan diri dalam menghadapi simulasi situasi darurat. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pelatihan BHD berbasis praktik terbukti efektif dalam meningkatkan kesiapan remaja sebagai penolong pertama. Metode pembelajaran yang menggabungkan ceramah, demonstrasi, dan praktik langsung dapat memperkuat penguasaan teknik BHD dan membentuk sikap positif. Pelatihan semacam ini penting untuk dilakukan secara berkala sebagai bagian dari edukasi kebencanaan dan tanggap darurat di sekolah.
Complementary Progressive Muscle Relaxation Therapy in Elderly People with Degenerative Diseases: Literature Review Safarudin, Bachtiar; Rosa, Raden Andi; Sari, Amelia Kartika; Arman, Nurfadilah; Diazty; Ningtyas, Priska Cahya; Yuniar, Refita; Putri, Annisa Natasya; Rizki, Hanif Daffa Fauzan; Pratama, Mohammad Ananta; Ansyar, Aji M
INDOGENIUS Vol 5 No 1 (2026): INDOGENIUS
Publisher : Department of Publication of Inspirasi Elburhani Foundation Desa. Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/igj.v5i1.908

Abstract

Background & Objective: Older adults often experience various degenerative diseases such as hypertension, diabetes mellitus, and osteoarthritis, which impact physical function and quality of life. Non-pharmacological nursing interventions such as Progressive Muscle Relaxation (PMR) are increasingly being used to improve physical and psychological well-being. This study aims to systematically review the effectiveness of PMR therapy as a complementary nursing intervention. Method: A systematic literature review was conducted using the PRISMA approach. Articles were obtained through searches on Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, and Publish or Perish using the keywords “progressive muscle relaxation,” “elderly,” and “degenerative diseases.” Inclusion criteria included Indonesian or English journal articles published in the last five years, with full text and clear methodology. A total of 15 articles met the criteria and were analyzed. Result: Most studies used a quasi-experimental or pre-posttest design with a sample size of between 20 and 100 elderly respondents. The results of the study showed that PMR was effective in reducing blood pressure, muscle tension, pain, and anxiety. Conclusion: Progressive Muscle Relaxation is an effective, simple, and low-cost non-pharmacological nursing intervention to improve the physical and psychological health of elderly people with degenerative diseases.
Pengaruh Rendam Garam dan Relaksasi Autogenik terhadap Keluarga dengan Lansia Hipertensi: The Effect of Salt Baths and Autogenic Relaxation on Families with Elderly Hypertension Elvina, Rodiana; Setia Purdani, Kartika; Burhanto; Safarudin, Bachtiar
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v12i1.401

Abstract

Hipertensi adalah kondisi peningkatan tekanan darah dengan nilai sistolik ≥140 mmHg dan diastolik ≥90 mmHg. Lansia merupakan kelompok usia 60 tahun ke atas yang secara fisiologis lebih rentan mengalami hipertensi. Terapi rendaman kaki air hangat garam bekerja dengan menyebabkan vasodilatasi pembuluh darah perifer sehingga aliran darah lebih lancar dan tekanan darah menurun. Sementara itu, relaksasi autogenik merupakan teknik sugesti diri yang bertujuan menciptakan rasa tenang dan rileks, sehingga membantu menurunkan stres, menstabilkan denyut jantung, pernapasan, dan tekanan darah. Penerapan asuhan keperawatan keluarga dilaksanakan selama 3 hari, dengan durasi ±15 menit pada setiap pertemuan, menggunakan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan berupa terapi inovasi kombinasi rendaman kaki air garam dan relaksasi autogenik. Teknik kombinasi ini terbukti menurunkan tekanan darah, Penurunan ini menunjukkan bahwa terapi kombinasi rendaman kaki air garam dan relaksasi autogenik membantu klien untuk mengontrol tekanan darah. Berdasarkan penerapan ini diharapkan dapat digunakan sebagai intervensi mandiri bagi perawat untuk menurunkan tekanan darah pada pasien lansia hipertensi.   Hypertension is a condition characterized by increased blood pressure with systolic values ≥140 mmHg and diastolic values ≥90 mmHg. Older adults, defined as individuals aged 60 years and above, are physiologically more vulnerable to hypertension. Warm salt water foot soak therapy works by promoting peripheral vasodilation, thereby improving blood circulation and reducing blood pressure. Meanwhile, autogenic relaxation is a self-suggestion technique aimed at creating a sense of calm and relaxation, which helps reduce stress, stabilize heart rate, breathing, and blood pressure. Family nursing care was implemented for 3 days, with a duration of approximately 15 minutes for each session, following established Standard Operating Procedures (SOP) through an innovative combination therapy of warm salt water foot soak and autogenic relaxation. This combination technique was shown to reduce blood pressure, indicating that it helps clients control their blood pressure. Based on this implementation, it is expected that this intervention can be used as an independent nursing intervention to reduce blood pressure in elderly patients with hypertension.