Lumbantoruan, Ruth
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran ISDV dalam Membentuk Identitas Politik Kaum Buruh di Masa Kolonial Simanjuntak, Juan Vito; Lumbantoruan, Ruth; Sitanggang, Hertati; Br Bangun, Shaniya Kristiani; Sinaga, Rosmaida
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10, Nomor 02 Juni 2025 publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengkaji peran Indische Sociaal Democratische Vereeniging (ISDV) dalam membentuk identitas politik kaum buruh di Hindia Belanda pada masa kolonial. Berdiri pada 9 Mei 1914, ISDV, di bawah kepemimpinan Henk Sneevliet, mengadopsi ideologi Marxis dan berperan signifikan dalam mengorganisir dan meradicalisasi gerakan buruh yang sebelumnya terfragmentasi. ISDV tidak hanya fokus pada isu ekonomi, tetapi juga pada aspek sosial dan politik, membangun kesadaran kelas dan perlawanan terhadap sistem kolonial. Strategi kunci ISDV adalah infiltrasi ke dalam Sarekat Islam (SI), organisasi massa terbesar saat itu. Dengan memanfaatkan kelemahan internal SI, ISDV menyebarkan ideologi Marxis, membentuk kelompok yang dikenal sebagai "SI Merah". Meskipun menimbulkan perpecahan, strategi ini memperluas jangkauan dan pengaruh ISDV. Organisasi ini juga aktif dalam propaganda dan pendidikan politik melalui berbagai media dan aksi-aksi pekerja seperti pemogokan, meningkatkan kesadaran politik dan solidaritas di kalangan buruh. Puncak perjalanan ISDV adalah perubahan nama menjadi Partai Komunis Hindia (PKH), kemudian Partai Komunis Indonesia (PKI), menandai komitmen terhadap perjuangan kelas internasional. Meskipun pemberontakan yang dilakukan berakhir gagal, warisan ideologis dan organisasional ISDV tetap berpengaruh pada perkembangan gerakan nasional Indonesia. ISDV berhasil mengorganisir, meradicalisasi, dan memberikan kesadaran politik kepada kaum buruh, berkontribusi pada perjuangan kemerdekaan dan perkembangan politik selanjutnya. Penelitian ini menganalisis dokumen sejarah, publikasi ISDV, dan catatan kontemporer untuk memahami kontribusi ISDV dalam perjuangan kaum buruh dan pembentukan identitas politik merek
PERAN NILAI-NILAI PANCASILA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER BANGSA DI ERA DIGITAL Iqbal, Muhammad; Lumbantoruan, Ruth; Tondang, Ocha; Sitanggang, Hertati; Sari, Alpida; Ronauli, Anggun; Bangun, Shaniya
Jurnal Merah Putih Sekolah Dasar Vol. 2 No. 4 (2025): MARCH 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jmpsd.v2i4.72350

Abstract

The digital era has significantly transformed social interactions, learning processes, and character formation, particularly among younger generations. As the ideological foundation of the Indonesian state, Pancasila plays a crucial role in guiding moral values and strengthening national character amid rapid technological development and globalization. This study aims to analyze the role and relevance of Pancasila values in building national character in the digital era, as well as the challenges faced in their implementation. The research employed a qualitative approach using a literature review method by examining books, scientific journals, and relevant academic documents related to Pancasila, character education, and digital society. The findings indicate that the values of Pancasila—belief in God, humanity, unity, democracy, and social justice—remain highly relevant as ethical guidelines for digital behavior, particularly in addressing issues such as digital ethics, cyberbullying, misinformation, and declining social awareness. The study also highlights the importance of integrating Pancasila-based character education within educational institutions to foster responsible, ethical, and socially aware digital citizens. Therefore, collaboration among government, educational institutions, and society is essential to internalize Pancasila values through character education and positive utilization of digital technology.