Nursetiawan , Irfan
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Sistem Desa Milenial Terintegrasi Dalam Meningkatkan Pembangunan Berkelanjutan di Desa Handapherang Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis Purnomo, Mico Ariel Wahyu; Yuliani, Dini; Nursetiawan , Irfan
Journal of Indonesian Rural and Regional Government Vol 9 No 1 (2025): Rural and Regional Government
Publisher : Magister Ilmu Pemerintahan Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa "APMD" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/jirreg.v9i1.555

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas implementasi Sistem Desa Milenial dalam meningkatkan pembangunan berkelanjutan di Desa Handapherang, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis. Sistem ini merupakan inovasi pelayanan publik berbasis digital yang diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan desa serta partisipasi masyarakat dalam mengakses layanan. Namun, implementasinya belum berjalan secara optimal. Permasalahan yang muncul di antaranya rendahnya partisipasi masyarakat dalam mengakses dan menggunakan aplikasi, minimnya pengembangan sistem aplikasi secara berkala, serta belum lengkapnya data profil desa yang terinput dalam sistem. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara terhadap delapan informan, observasi lapangan, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan hambatan implementasi berasal dari belum tersusunnya regulasi yang mendukung, lemahnya sosialisasi, rendahnya literasi digital pengguna, serta belum terlihatnya manfaat sistem secara langsung bagi masyarakat. Adapun upaya yang dilakukan meliputi alokasi anggaran untuk pengembangan sistem, pembentukan piket digitalisasi layanan secara bergilir, serta kemitraan dengan kader digital desa untuk meningkatkan kompetensi dan keberlanjutan program.
Multi-Actor Collaborative Village Tourism Governance Policy in Strengthening Community Resilience by the Tanjungsari Village Government, Ciamis Regency, Indonesia Refian Garis, Regi; Nursetiawan , Irfan; Younus, Muhammad
Government & Resilience Vol. 4 No. 1 (2026): Government & Resilience (April 2026)
Publisher : Dealings Foundation Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62503/gr.v4i1.59

Abstract

Village tourism development serves as a strategic instrument for fostering local economic growth, promoting equitable welfare, and ensuring environmental sustainability. This study examines the implementation of a multi-actor collaborative governance model in village tourism development by the Tanjungsari Village Government, Ciamis Regency, and identifies key factors influencing its effectiveness within a sustainable development framework. Employing a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis, involving stakeholders such as village officials, Tourism Awareness Groups (Pokdarwis in Indonesian), and local communities. The analysis applies the Edward III policy implementation model, focusing on communication, resources, disposition, and bureaucratic structure. Findings reveal that while collaborative governance has been initiated, several challenges persist, including limited human resource capacity, suboptimal policy communication, insufficient integration of digitalization into formal governance frameworks, and an underdeveloped bureaucratic system. Importantly, this study underscores that strengthening community resilience emerges as a critical dimension, as adaptive capacity, local participation, and social cohesion significantly influence the sustainability of tourism initiatives. The novelty lies in the proposed Policy Practice Integration Model, which emphasizes dynamic alignment between formal policies and community-based practices, positioning village institutions and Pokdarwis as hybrid actors and digitalization as an adaptive instrument to enhance resilient and sustainable village tourism governance.