Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

KOMPOSISI DAN DOMINASI PATOTIPE Xanthomonas oryzae pv. oryzae, PENYEBAB PENYAKIT HAWAR DAUN BAKTERI PADA TANAMAN PADI DENGAN SISTEM PENGAIRAN BERBEDA DI KABUPATEN KARAWANG [The Composition and Domination of Xanthomonas oryzae pv. oryzae Pathotype, The Cause of Bacterial Leaf Blight on Rice Plants in Different irrigation System at Karawang District] Yuliani, Dini; Natasuwirya, Sudir
BERITA BIOLOGI Vol 16, No 3 (2017)
Publisher : Research Center for Biology-Indonesian Institute of Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3398.48 KB) | DOI: 10.14203/beritabiologi.v16i3.2183

Abstract

Bacterial leaf blight (BLB) is the major disease of rice caused by the bacteria Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo), that has various pathotypes making it difficult to control. This research was aimed to determine Xoo pathotype group in irrigated paddy fields with different of planting time based on differences of irrigation system in Jatiluhur Reservoir. The research was conducted in Karawang District the wet season (WS) of 2013/2014 and dry season (DS) of 2014 through survey and sampling of infected rice leaves of BLB. Isolation of Xoo bacte-ria was done in the laboratory by using dilution methods. Xoo pathotype test was carried out by inoculating Xoo isolate on five different varieties in Indonesian Center for Rice Research’s green house, West Java. Observation of disease severity was done by measuring symp-toms of the disease that appeared at two and four weeks after inoculation. The disease severity of ?11% was classified as resistant (R), and for the disease severity of >11% was classified as susceptible (S). The results obtained a total of 602 Xoo isolates from rice plant samplings of irrigated rice fields in Karawang with irrigation systems I, II, III, and IV. At WS 2013/2014 was obtained 448 Xoo isolates consists of 29.69% of pathotype III; 40.85% of pathotype IV, and 29.46% of pathotype VIII. While, at DS 2014 was obtained 154 Xoo isolates consists of 1.95% of pathotype III, 53.25% of pathotype IV, and 44.80% of pathotype VIII. The areas with Type I of irrigation systems were domi-nated by Xoo pathotype IV in two cropping seasons. The areas with Type II of irrigation system dominated by Xoo pathotype IV in the wet season, while the dry season was dominated by Xoo pathotype VIII. The areas with Type III of irrigation system were dominated by Xoo pathotype III in the wet season, whereas during dry season was dominated by Xoo pathotype IV. The areas with Type IV of irrigation sys-tem were dominated by Xoo pathotype IV during wet season. Over all, in the dry season, Xoo pathotype IV was the dominant pathotype especially in irrigation systems Type I and IV. The dominance of Xoo pathotype can determine the resistant varieties that grown in the areas with different planting times on different irrigation systems.
PENGARUH PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN MASYARAKAT DALAM MENERIMA LAYANAN DI KANTOR SAMSAT KABUPATEN CIAMIS YULIANI, DINI
Moderat: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan Vol 2, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2577.462 KB) | DOI: 10.25147/moderat.v2i3.2747

Abstract

Penelitian yang penulis lakukan berasal dari adanya masalah bahwa belum terwujudnya kepuasan masyarakat dalam meneria layanan di kantor Samsat Kabupaten Ciamis, diantaranya yaitu: 1) Belum terwujudnya kepuasan masyarakat dalam menerima layanan terutama dalam hasil layanan masih ditemukan adanya keterlambatan; 2) Belum terjalinnya komunikasi dan kepercayaan yang kuat antara pihak pegawai samsat dengan masyarakat; 3) Masih terdapat keluhan terhadap pelayanan dari masyarakat dalam menerima pelayanan yang diberikan oleh pegawai. Berdasarkan masalah tersebut maka penulis merumuskan permasalahan: 1) Bagaimana pelayanan yang dilaksanakan oleh Kantor Samsat Ciamis? 2) Bagaimana kepuasan masyarakat dalam menerima layanan dari kantor Samsat Ciamis? 3) Bagaimana pengaruh pelayanan terhadap kepuasan masyarakat dalam menerima layanan di kantos Samsat Ciamis? Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis. Populasi penelitian adalah masyarakat pengguna layanan di Kantor Samsat Ciamis tiap bulannya sebanyak 1.645 orang dengan sampel sebanyak 94 orang dan teknik sampling menggunakan random sampling, teknik pengumpulan data yang digunakan studi kepustakaan dan studi lapangan yang terdiri dari observasi, wawancara dan angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif dan kuantitatif, sedangkan untuk menentukan huungan dengan menggunakan rumus korelasi product moment dan mencari pengaruh dengan menggunakan koefisien determinsasi. Berdasarkan hasil pembahasan yang telah penulis lakukan pada bab sebelumnya, maka dapat penulis simpulkan hal-hal sebagai berikut: 1) Pelayanan di kantor Samsat Ciamis diperoleh rata-rata skor sebesar 318, yang termasuk pada kategori baik, apabila dipersentasekan diperoleh hasil sebesar 67,66%. 2) Kepuasan masyarakat dalam menerima layanan di Kantor Samsat Kabupaten Ciamis diperoleh rata-rata skor sebesar 313, yang termasuk kategori baik, apabila dipersentasekan diperoleh hasil sebesar 66,59%. 3) Terdapat hubungan antara pelayanan dengan kepuasan masyarakat dengan koefisien korelasi yang ditemukan adalah sebesar 0,905 yang termasuk dalam kategori sangat kuat dan nilai koefisien determinasi sebesar 82% artinya bahwa kepuasan masyarakat dipengaruhi oleh pelayanan Samsat 82% sedangkan sisanya sebesar 18% merupakan faktor lain yang tidak terdeteksi yang dapat mempengaruhi kepuasan masyarakat. Berdasarkan hasil perhitungan diketahui koefisien korelasi 0,905 itu signifikan. Dengan demikian hipotesis yang penulis ajukan yang berbunyi terdapat pengaruh positif antara pelayanan terhadap kepuasan masyarakat dalam menerima layanan di Kantor Samsat Ciamis, terbukti. 
PELAKSANAAN PERAN TPD (TENAGA PENGGERAK DESA) DALAM UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN ALAT REPRODUKSI PASANGAN USIA SUBUR DI DESA PANANJUNG KECAMATAN PANGANDARAN KABUPATEN PANGANDARAN YULIANI, DINI
Moderat: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25147/moderat.v2i1.2729

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pelaksanaan peranan Tenaga Penggerak Desa (TPD) dalam upaya peningkatan kesehatan di Desa Pananjung Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran masih belum optimal. Diindikasikan dengan rendahnya tingkat pemahaman dan penguasaan yang kurang dikuasai secara maksimal dan tingkat sosialisasi yang masih dapat dikatakan kurang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan rumus slovin dengan tekhnik probablility sampling diperoleh sampel sebanyak 11 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan studi kepustakaan dan studi lapangan yang meliputi wawancara dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis kualitatif dengan menguraikan dan menginterpretasikan data yang diperoleh di lapangan dengan dari informan. Berdasarkan hasil penelitian dapat penulis simpulkan, sebagai berikut: Pertama peranan Tenaga Penggerak Desa dari hasil wawancara, bahwa keterlaksanaan pedoman pelaksanaan kerja, pembagian kerja yang efektif, pelaksanaan sosialisasi  koordinasi dan adanya kerja sama dengan stakeholder dapat dilaksanakan masih kurang maksimal. Kedua hambatan yang ditemui dalam perananan Tenaga Penggerak Desa adalah masih lemahnya pendelegasian wewenang pimpinan kepada pelaksana, masih kurang efektifnya jalinan komunikasi antara pimpinan dan pelaksana di lapangan, tingkat kedisiplinan Tenaga Penggerak Desa yang kurang baik, serta minimnya inovasi kebijakan. Ketiga untuk mengatasi hambatan dalam pelaksanaan Tenaga Penggerak Desa dapat dilakukan dengan melakukan pendekatan-pendekatan secara aktif baik terhadap pegawai maupun stakeholder lain sebagai salah satu upaya untuk mengintensifkan pola kerja Tenaga Penggerak Desa dalam menjalankan tugas dan fungsinya.
ANALISIS KEBIJAKAN STANDARISASI PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI (Kajian Terhadap Undang-Undang No. 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan Dan Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 2014 Tentang Pelaksanaan UU No. 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan) YULIANI, DINI
Moderat: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan Vol 1, No 4 (2015)
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25147/moderat.v1i4.2851

Abstract

Salah satu tolok ukur kemajuan perguruan tinggi adalah dilihat dari publikasi ilmiahnya, sehingga diperlukan peran perpustakaan perguruan tinggi sebagai salah satu lembaga penyedia informasi yang baik dalam mendorong kegiatan penelitian dan publikasi hasil penelitian.    Perpustakaan perguruan tinggi sebagai lembaga penyedia informasi yang baik yang bisa digunakan oleh peneliti baik dari kalangan dosen maupun mahasiswa dan masyarakat umum.  Penelitian mengkaji tentang analisis kebijakan standarisasi perpustakaan perguruan tinggi berdasarkan kajian terhadap UU No. 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan dan PP No. 24 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan UU No. 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan.  Ada beberapa hal yang diduga menjadi penyebab ketertinggalan perpustakaan perguruan tinggi saat ini, seperti : pertama, posisi perpustakaan di perguruan tinggi terlalu rendah.  Kedua, perpustakaan juga tidak pernah memperoleh anggaran yang cukup untuk melakukan pembinaan koleksinya maupun untuk mengembangkan infrastruktur teknologi informasi.  Dan yang ketiga, perpustakaan masih kekurangan sumber daya manusia (SDM) atau pustakawan yang berkualitas.  Perpustakaan perguruan tinggi yang ada saat ini masih jauh dari memadai untuk menghadapi tantangan global, dan sangat berbeda dengan keberadaan lembaga lain di perguruan tinggi.  Sehingga diperlukan standarisasi nasional dalam penyediaan perpustakaan terutama di perguruan tinggi sebagai tempat masyarakat pembelajar.  Dengan fasilitas yang seadanya, perpustakaan tidak mungkin dapat memiliki peran penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan, bahkan akan cenderung semakin tertinggal.  Perpustakaan perguruan tinggi sebagai lembaga jasa informasi perlu menjadi contoh dan model sebagai perpustakaan modern berbasis teknologi informasi.  Keterbatasan keberadaan standar nasional bidang perpustakaan yang sesuai perkembangan harus kita kejar, hal ini selaras dengan perkembangan global.  Pemahaman dan partisipasi semua pihak yang berkepentingan terhadap perpustakaan dalam rangka mengangkat citra, kinerja (performance) dan perkembangan perpustakaan merupakan faktor yang sangat menentukan dalam perkembangan perguruan tinggi.
Inovasi Kemasan Kopi Robusta Kekinian Desa Sukamaju Berbasis Kearifan Lokal Yuliani, Dini; Nursetiawan, Irfan; Taufiq, Otong Husni
MALLOMO: Journal of Community Service Vol 1 No 2 (2021): Juni-Nopember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/mallomo.v1i2.391

Abstract

Poverty is still the main topic as a problem that must be resolved and an indicator of the existence of a pre-prosperous society, and this cannot be separated from the factor of economic inequality and the inability of the community to meet their basic needs. Poverty can also mean a lack of social needs and economic inability. As for the objectives of this activity, namely: (1) Socializing contemporary coffee packaging as an adaptive and novelty form of packaging in the modern era; (2) Providing training on the creativity of coffee farmers in coffee making and providing great opportunities in promoting superior products of coffee producers; and (3) Providing business assistance for coffee producers. The method used in this service activity, namely: Focus Group Discussion (FGD) to determine the potential of the coffee-producing community and using the Waterfall method. The results of these activities, namely (1) Coffee packaging innovations that have been carried out have received positive responses from partners and are useful for increasing the number of sales of coffee commodity products; (2) Coffee packaging innovations consist of information on Brand Coffee, Single Origin and Espresso Blend, region, varietal, roast level, cupping notes, height, weight of coffee, roast date, beans, and level of fineness; (3) Community service is carried out through socialization of coffee packaging innovations, packaging design training, and business assistance; and (4) Business assistance with partners includes training in partner organization management, assistance in program development, as well as monitoring and evaluation of activities.
Macam-Macam Metode Pembelajaran PAI Diikuti Kelebihan Dan Kekurangan Damanik, Muhammad Zein; Yuliani, Dini
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 2 No. 2 (2025): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan moral peserta didik. Untuk mencapai tujuan tersebut, pemilihan metode pembelajaran yang tepat menjadi faktor kunci dalam efektivitas proses belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai metode pembelajaran PAI yang umum digunakan serta menganalisis kelebihan dan kekurangannya. Metode yang dikaji antara lain metode ceramah, diskusi, tanya jawab, demonstrasi, dan metode proyek. Setiap metode memiliki karakteristik tersendiri yang mempengaruhi hasil belajar siswa, baik dari aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Hasil kajian menunjukkan bahwa tidak ada metode yang sepenuhnya sempurna; masing-masing memiliki keunggulan yang dapat dimaksimalkan serta keterbatasan yang perlu diantisipasi oleh pendidik. Oleh karena itu, guru PAI dituntut untuk mampu memilih dan memadukan metode pembelajaran secara fleksibel sesuai dengan situasi, materi, dan karakteristik siswa. Kajian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi para pendidik dalam merancang strategi pembelajaran PAI yang lebih efektif dan menyenangkan.
Profesionalisme dalam Pendidikan Islam (Studi Literatur) Wahyudi, Muhammad; Yuliani, Dini; Aura Ningrum, Dwi Ananta
PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology Vol. 4 No. 2 (2024): PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/ijset.v4i2.2275

Abstract

Professionalism in Islamic education is one of the important aspects that determine the quality of learning and the achievement of educational goals. This article examines the concept of professionalism in Islamic education with a focus on educator competence, Islamic values, and character-based learning approaches. The professionalism of Islamic educators not only refers to the mastery of knowledge and teaching skills, but also includes moral integrity, appreciation of spiritual values, and the ability to build harmonious relationships with students. This study uses a qualitative approach and a literature review. The research data came from various scientific journal articles on the Google Scholar database. Data analysis is carried out qualitatively, namely descriptive analysis using content analysis techniques. The results of the analysis show that the professionalism of Islamic educators can be achieved through improving pedagogic competence, applying Islamic values in the learning process, and commitment to fostering the character of students. These findings affirm the importance of continuous training and development programs for educators to support the creation of a generation that is not only intellectually intelligent, but also noble in character
Efektivitas Sistem Desa Milenial Terintegrasi Dalam Meningkatkan Pembangunan Berkelanjutan di Desa Handapherang Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis Purnomo, Mico Ariel Wahyu; Yuliani, Dini; Nursetiawan , Irfan
Journal of Indonesian Rural and Regional Government Vol 9 No 1 (2025): Rural and Regional Government
Publisher : Magister Ilmu Pemerintahan Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa "APMD" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47431/jirreg.v9i1.555

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas implementasi Sistem Desa Milenial dalam meningkatkan pembangunan berkelanjutan di Desa Handapherang, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis. Sistem ini merupakan inovasi pelayanan publik berbasis digital yang diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan desa serta partisipasi masyarakat dalam mengakses layanan. Namun, implementasinya belum berjalan secara optimal. Permasalahan yang muncul di antaranya rendahnya partisipasi masyarakat dalam mengakses dan menggunakan aplikasi, minimnya pengembangan sistem aplikasi secara berkala, serta belum lengkapnya data profil desa yang terinput dalam sistem. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara terhadap delapan informan, observasi lapangan, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan hambatan implementasi berasal dari belum tersusunnya regulasi yang mendukung, lemahnya sosialisasi, rendahnya literasi digital pengguna, serta belum terlihatnya manfaat sistem secara langsung bagi masyarakat. Adapun upaya yang dilakukan meliputi alokasi anggaran untuk pengembangan sistem, pembentukan piket digitalisasi layanan secara bergilir, serta kemitraan dengan kader digital desa untuk meningkatkan kompetensi dan keberlanjutan program.
KETAHANAN GALUR PADI IRBB TERHADAP PENYAKIT HAWAR DAUN BAKTERI DI KABUPATEN PURWAKARTA DAN SUBANG Yuliani, Dini; Sudir, Sudir
Agroswagati : Jurnal Agronomi Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Prodi Agronomi Pascasarjana Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/.v10i2.8582

Abstract

Planting rice resistant varieties to bacterial leaf blight (BLB) is a major component in controlling BLB disease, which is practical for farmers to implement. However, resistant varieties are constrained by the ability of pathogens that cause BLB disease to form new pathotypes of Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo) can break the resistance of rice varieties. This study aimed to evaluate the resistance level of IRBB rice lines to BLB in the field as parent material for crossbreeding resistant varieties to control BLB disease. The research was conducted in Cikadu village, Cibatu sub-district, Purwakarta district, and in Rancamahi village, Purwadadi sub-district, Subang district in the 2018 planting season. The results showed that two IRBB lines, namely IRBB 54 and IRBB 64, the Java 14 differential variety, and the new high yielding variety Inpari 32, consistently reacted highly resistant to BLB in Purwakarta. Three IRBB lines, namely IRBB 2, IRBB 54, IRBB 64, Java 14, and Inpari 32, consistently reacted high resistant to BLB in Subang. In Purwakarta, two types of Xoo were identified: pathotypes IV and VIII. While in Subang, one kind of Xoo was identified, namely pathotype VIII. The highly resistant and resistant varieties can be recommended as parent sources of resistant genes for the assembly of BLB resistant varieties, especially for the Xoo population of pathotypes IV and VIII in Purwakarta and Xoo pathotype VIII in Subang.
MONITORING PENYAKIT BLAS PADI DI AGROEKOSISTEM RAWA KALIMANTAN TENGAH Yuliani, Dini; Santoso, Santoso; Anggara, Agus Wahyana
Agroswagati : Jurnal Agronomi Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Prodi Agronomi Pascasarjana Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/.v10i2.8585

Abstract

Blast disease caused by Pyricularia oryzae is one of the primary diseases that can reduce rice production in Indonesia. This disease has spread in almost all agroecosystems, including swamps. This study aimed to obtain information on the incidence and severity of blast disease based on routine monitoring for rice blast disease control strategies in swamp agroecosystems in Central Kalimantan. The blast disease incidence and severity were observed from the early vegetative phase, flowering, and grain ripening until before harvest. Observations were made at the sample point of the same rice clump with an area of 14 ha at the display location of rice varieties and 66 ha at the rice demfarm. The blast incidence in the presence or absence of blast symptoms in the observed clump, while the severity of disease in the form of severe and low damage to the clump was observed using a scoring method that refers to the Standard Evaluation System for Rice from IRRI. Incidence and severity of blast disease at the varieties display and rice demfarm location in Blanti Siam village, Pandih Batu Sub-District, Pulang Pisau District Central Kalimantan was relatively low. In September, blast disease incidence and severity were still low when rice plants were in the vegetative phase. Blast disease incidence and severity increase in October when the plant enters the generative phase. The incidence of the disease decreased in November. Leaves showing blast symptoms ran into leaf death, and blast pathogens did not infect new leaves, so rice blast symptoms were not found or in low conditions.