Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Potensi Biochar Limbah Rumput Laut dalam Meningkatkan Kesehatan Tanah di Lahan Kering dan Implikasinya terhadap Pendapatan Petani Sulfaida Pratami; M. Taufik Fauzi; Suwardji; Taslim Sjah; A.A Sudharmawan; Mulyati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i2.7395

Abstract

Lahan kering memiliki potensi besar untuk mendukung ketahanan pangan nasional, namun produktivitasnya rendah akibat kesehatan tanah yang buruk dan dampak perubahan iklim. Salah satu solusi yang menjanjikan adalah penggunaan biochar dari limbah rumput laut yang kaya unsur hara dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi biochar limbah rumput laut dalam meningkatkan kesehatan tanah di lahan kering dan implikasinya terhadap pendapatan petani. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menganalisis literatur ilmiah terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa biochar rumput laut dapat meningkatkan kapasitas tukar kation, ketersediaan hara, retensi air, serta aktivitas mikroba tanah. Hal ini berdampak pada peningkatan produktivitas tanaman dan efisiensi penggunaan pupuk, yang pada akhirnya meningkatkan pendapatan petani. Oleh karena itu, biochar limbah rumput laut berpotensi sebagai solusi berkelanjutan untuk rehabilitasi lahan kering di Indonesia.
Potensi Biochar Limbah Rumput Laut dalam Meningkatkan Kesehatan Tanah di Lahan Kering dan Implikasinya terhadap Pendapatan Petani Sulfaida Pratami; M. Taufik Fauzi; Suwardji; Taslim Sjah; A.A Sudharmawan; Mulyati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i2.7395

Abstract

Lahan kering memiliki potensi besar untuk mendukung ketahanan pangan nasional, namun produktivitasnya rendah akibat kesehatan tanah yang buruk dan dampak perubahan iklim. Salah satu solusi yang menjanjikan adalah penggunaan biochar dari limbah rumput laut yang kaya unsur hara dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi biochar limbah rumput laut dalam meningkatkan kesehatan tanah di lahan kering dan implikasinya terhadap pendapatan petani. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menganalisis literatur ilmiah terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa biochar rumput laut dapat meningkatkan kapasitas tukar kation, ketersediaan hara, retensi air, serta aktivitas mikroba tanah. Hal ini berdampak pada peningkatan produktivitas tanaman dan efisiensi penggunaan pupuk, yang pada akhirnya meningkatkan pendapatan petani. Oleh karena itu, biochar limbah rumput laut berpotensi sebagai solusi berkelanjutan untuk rehabilitasi lahan kering di Indonesia.
Respon Beberapa Genotipe Kacang Tanah yang Terinfeksi Sclerotium roflsii Sacc. pada Fase Vegetatif dan Generatif Sulfaida Pratami; A. Farid Hemon; Hery Haryanto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/vg2wh023

Abstract

Permintaan kacang tanah yang terus meningkat, perlu didukung oleh peningkatan produksi. Namun penyakit busuk pangkal batang akibat infeksi Sclerotium rolfsii menjadi faktor pembatas utama yang dapat menurunkan hasil secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau respon pertumbuhan dan hasil beberapa genotipe kacang tanah yang terinfeksi S. rolfsii pada fase vegetatif dan generatif. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei hingga September 2024 di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Pertanian Universitas Mataram dan Plastic House Desa Sigerongan, Lombok Barat. Pecobaan menggunakan rancangan split plot dalam Rancangan Acak Lengkap (RAK) dengan 10 genotipe kacang tanah (G1, G2, G3, G4, G5, G6, G7, G8, G9, dan G10) sebagai petak utama dan waktu inokulasi (vegetatif dan generatif) sebagai anak petak. Analisis data dilakukan menggunakan ANOVA dan dilanjutkan DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inokulasi pada fase vegetatif menghasilkan masa inkubasi yang lebih singkat (3,6 hari) dibandingkan fase generatif (5,6 hari), serta tingkat keparahan penyakit yang lebih tinggi (67-90% dibandingkan 50-73%). Berdasarkan kategori ketahanan, genotipe G3, G9, dan G10 tergolong agak rentan pada fase vegetatif dengan tingkat keparahan <70%, sedangkan Poncosari dan G10 menunjukkan kategori agak tahan dengan tingkat keparahan <60%. Produktivitas tertinggi, yaitu jumlah polong (5,1 polong) dan bobot polong (10,8 g), diperoleh pada inokulasi fase generatif. Biomassa tertinggi pada fase vegetatif ditunjukkan oleh G9, G10, G4, G1, dan G3, sedangkan pada fase generatif oleh G7, G8, G10, G4, G5, dan G1. Temuan ini menegaskan adanya perbedaan ketahanan antar genotipe serta pengaruh waktu inokulasi terhadap perkembangan penyakit, sehingga dapat menjadi dasar seleksi genotipe kacang tanah tahan S. rolfsii.