Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tradisi Seren Taun di Daerah Citorek Lebak Banten (Studi Living Hadis) Jupita Apriani; Rosa Safitri; Hofifah; Ulfatus Shalihah; Muyessaroh; Fatichatus Sa'diyah; Rio Kurniawan; Ahmad Hizazih Al-faqih; Badrudin
Al-Hasyimi - Jurnal Ilmu Hadis Vol. 1 No. 2 (2024): Al-Hasyimi - Jurnal Ilmu Hadis
Publisher : STAI Nurul Qadim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63398/jih.v1i2.39

Abstract

Penelitian ini mengkaji resepsi hadis dalam konten video YouTube Guru Gembul episode 182 yang berjudul “Cara Mengukur Kadar Intelektualitas Seseorang”, dengan fokus pada dua hadis utama yang dipaparkan, yaitu larangan berprasangka buruk dan keutamaan sabar dalam menghadapi ujian. Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana nilai-nilai hadis tersebut diinterpretasikan dan dikontekstualisasikan dalam media digital serta bagaimana pesan tersebut diterima oleh audiens. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan analisis isi terhadap transkrip video dan komentar penonton sebagai data primer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Guru Gembul menyajikan hadis secara aplikatif dan kritis, menekankan pentingnya sikap terbuka, objektivitas, dan kesabaran sebagai indikator intelektualitas dan keimanan. Respon audiens mayoritas positif, menandakan efektivitas media YouTube sebagai sarana dakwah dan pembelajaran hadis kontemporer. Penelitian ini menegaskan bahwa media digital membuka ruang baru bagi proses resepsi hadis yang interaktif dan kontekstual, sekaligus menuntut pemahaman kritis dari para penikmatnya
Tradisi Seren Taun di Daerah Citorek Lebak Banten (Studi Living Hadis) Jupita Apriani; Rosa Safitri; Hofifah; Ulfatus Shalihah; Muyessaroh; Fatichatus Sa'diyah; Rio Kurniawan; Ahmad Hizazih Al-faqih; Badrudin
Al-Hasyimi - Jurnal Ilmu Hadis Vol. 1 No. 2 (2024): Al-Hasyimi - Jurnal Ilmu Hadis
Publisher : Al-Hasyimi - Jurnal Ilmu Hadis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63398/jih.v1i2.39

Abstract

Penelitian ini mengkaji resepsi hadis dalam konten video YouTube Guru Gembul episode 182 yang berjudul “Cara Mengukur Kadar Intelektualitas Seseorang”, dengan fokus pada dua hadis utama yang dipaparkan, yaitu larangan berprasangka buruk dan keutamaan sabar dalam menghadapi ujian. Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana nilai-nilai hadis tersebut diinterpretasikan dan dikontekstualisasikan dalam media digital serta bagaimana pesan tersebut diterima oleh audiens. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan analisis isi terhadap transkrip video dan komentar penonton sebagai data primer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Guru Gembul menyajikan hadis secara aplikatif dan kritis, menekankan pentingnya sikap terbuka, objektivitas, dan kesabaran sebagai indikator intelektualitas dan keimanan. Respon audiens mayoritas positif, menandakan efektivitas media YouTube sebagai sarana dakwah dan pembelajaran hadis kontemporer. Penelitian ini menegaskan bahwa media digital membuka ruang baru bagi proses resepsi hadis yang interaktif dan kontekstual, sekaligus menuntut pemahaman kritis dari para penikmatnya
HADIS YANG BERMASALAH DALAM PERSPEKTIF MU'TAZILAH Jupita Apriani -; Muyessaroh; Fatichatus Sa'diyah
International Conference on Islamic Studies Vol. 6 No. 2 (2025): December
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58223/b2kj4v04

Abstract

ABSTRACT This article discusses the problem of hadith from the perspective of the Mu`tazīlah, an Islamic theological flow known for its rational and critical approach to religious teachings using the library research method. The Mu`tazīlah emerged in the second century Hijri and had a unique view regarding the reception and interpretation of hadith. In this study it is revealed that the Mu`tazīlah rejected a number of traditions that were deemed to contradict their theological principles such as God's justice freedom of will and the oneness of God. The study analyzes how the Mu`tazīlah rational approach influenced their attitude towards hadith as well as the impact of their criticisms on certain traditions. In doing so, the article aims to provide a deeper understanding of the dynamics between hadith and creed in the Islamic tradition and its relevance for the development of contemporary theology. The results show that the Mu`tazīlah' s skepticism towards hadith not only reflects theological differences but also contributes to the broader discourse on the role of reason and revelation in Islam.This paper employs a qualitative approach, and to address the issues in this study, the author used library research. Keywords: Mu`tazīlah, Hadith, problematics