Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pendekatan Spasial Cellular Automata-Markov Chain Untuk Prediksi Tutupan Lahan Dan Analisis Bahaya Banjir Bayu Muhammad Nabiil Makarim; Laju Gandharum; Ilham Badaruddin Mataburu
Jurnal Geografi, Edukasi dan Lingkungan (JGEL) Vol. 9 No. 2 (2025): Edisi Bulan Juli
Publisher : Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jgel.v9i2.18105

Abstract

Land cover change is an important environmental issue because it affects the hydrological cycle and increases the risk of flooding, especially in urban areas experiencing rapid urbanization. This study aims to predict land cover change and measure its impact on flood hazard in the Surakarta Metropolitan Area in 2030 and 2040. The method used is a combination of Cellular Automata-Markov Chain (CA-MC) to predict land cover change and flood hazard analysis methods. The results of the study show that in the 2020-2030 period, the area with the highest flood hazard increased by 3.42 hectares, while in the 2030-2040 period it increased by 1.35 hectares. This increase in flood hazard is mainly due to significant deforestation. In the period 2020-2030, deforestation of forests into built-up land and agricultural land reached 29,530.89 hectares and 6,224.76 hectares, while in the period 2030-2040, deforestation of forests into built-up land and agricultural land amounted to 25,109.73 hectares and 8,651.16 hectares. The conclusion of this study is that continued deforestation reduces the roughness of the land surface, thereby expanding the flood hazard area. Therefore, a more sustainable land management policy is needed to reduce the negative impact on the danger of flood disasters in the future.  
Pemodelan Spasial Bencana Tsunami Dengan Skenario Multi Ketinggian Genangan: Studi Kasus Desa Girijati, Gunungkidul Nabila Putri Maharani; Izzulhaq Ramadan; Leani Kristin; Dwi Septi Rosmala Devi; Afdalul Roihan; Bayu Muhammad Nabiil Makarim; Tri Wandi Januar
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol. 11 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpig.v11i1.12468

Abstract

Wilayah pesisir selatan Pulau Jawa, khususnya Desa Girijati, Kabupaten Gunungkidul, memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana tsunami karena letaknya yang berhadapan langsung dengan zona subduksi aktif. Permasalahan yang dihadapi adalah keterbatasan informasi spasial yang menggambarkan potensi sebaran genangan tsunami berdasarkan variasi ketinggian gelombang sebagai dasar mitigasi bencana. Penelitian ini bertujuan memodelkan sebaran genangan tsunami menggunakan skenario multi ketinggian gelombang serta menganalisis pengaruh topografi dan penggunaan lahan terhadap pola genangan. Metode yang digunakan adalah pemodelan spasial dengan pendekatan Hloss yang mempertimbangkan ketinggian gelombang tsunami 4 m, 6 m, dan 12 m, koefisien kekasaran permukaan, serta kemiringan lereng. Data diperoleh dari citra Sentinel-2, Digital Elevation Model Nasional (DEMNAS), peta penggunaan lahan, dan survei lapangan untuk validasi elevasi menggunakan metode Root Mean Square Error (RMSE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa genangan tsunami 4 meter terbatas di zona pesisir, skenario 6 meter mulai menggenangi area permukiman dan lembah, sedangkan skenario 12 meter berdampak luas hingga mencakup hampir seluruh wilayah pesisir. Topografi karst berperan penting dalam membatasi dan mengarahkan sebaran genangan. Penelitian ini merekomendasikan penerapan mitigasi berbasis spasial dan penataan ruang adaptif terhadap risiko tsunami.
Pemodelan Spasial Bencana Tsunami Dengan Skenario Multi Ketinggian Genangan: Studi Kasus Desa Girijati, Gunungkidul Nabila Putri Maharani; Izzulhaq Ramadan; Leani Kristin; Dwi Septi Rosmala Devi; Afdalul Roihan; Bayu Muhammad Nabiil Makarim; Tri Wandi Januar
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol. 11 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpig.v11i1.12468

Abstract

Wilayah pesisir selatan Pulau Jawa, khususnya Desa Girijati, Kabupaten Gunungkidul, memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana tsunami karena letaknya yang berhadapan langsung dengan zona subduksi aktif. Permasalahan yang dihadapi adalah keterbatasan informasi spasial yang menggambarkan potensi sebaran genangan tsunami berdasarkan variasi ketinggian gelombang sebagai dasar mitigasi bencana. Penelitian ini bertujuan memodelkan sebaran genangan tsunami menggunakan skenario multi ketinggian gelombang serta menganalisis pengaruh topografi dan penggunaan lahan terhadap pola genangan. Metode yang digunakan adalah pemodelan spasial dengan pendekatan Hloss yang mempertimbangkan ketinggian gelombang tsunami 4 m, 6 m, dan 12 m, koefisien kekasaran permukaan, serta kemiringan lereng. Data diperoleh dari citra Sentinel-2, Digital Elevation Model Nasional (DEMNAS), peta penggunaan lahan, dan survei lapangan untuk validasi elevasi menggunakan metode Root Mean Square Error (RMSE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa genangan tsunami 4 meter terbatas di zona pesisir, skenario 6 meter mulai menggenangi area permukiman dan lembah, sedangkan skenario 12 meter berdampak luas hingga mencakup hampir seluruh wilayah pesisir. Topografi karst berperan penting dalam membatasi dan mengarahkan sebaran genangan. Penelitian ini merekomendasikan penerapan mitigasi berbasis spasial dan penataan ruang adaptif terhadap risiko tsunami.