Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

The Influence Of E-Service Quality & E-Wom On Purchase Intention Of Ladyfame Shop Products Gita Melani; Nabila Putri Maharani
Jurnal Ekonomi Vol. 13 No. 03 (2024): Jurnal Ekonomi, Edition July -September 2024
Publisher : SEAN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In this fast-growing modern world, more and more people are switching from offline shopping to online shopping. Indonesia is one of the countries with the largest e-commerce users. To sell its products online, fashion brand LadyFame Shop from Lampung uses e-commerce platforms such as Shopee. However, LadyFame Shop faces several challenges in running its business in e-commerce, such as keeping e-service quality high and managing e-WOM (electronic word of mouth) that affects consumer purchase intentions. These challenges are important to overcome for the business to thrive in the highly competitive online platform. In this context, this study investigates the influence of E-Service Quality and E-WOM on the purchase intention of Ladyfame Shop products through Shopee. The effect of E-Service Quality and E-WOM on customer purchase intention at LadyFame Shop was tested partially and simultaneously in this study. The method used is quantitative, data collected through surveys to 120 respondents who are LadyFame Shop consumers, and analyzed using statistical tests with SPSS software to measure the validity, reliability, significance and influence of each variable. The results showed that E-Service Quality has a positive and significant effect on purchase intention (t-count 2.943 > t table 0.179 or sig 0.004 < 0.005). while E-WOM has a positive and significant effect (t-count 8.410 > t table 0.179 or sig 0.000 < 0.005.). Simultaneously, both variables have a significant influence on consumer purchase intentions.
Optimasi Pemasangan Kabel Internet Antar Daerah Kabupaten Sleman Menggunakan Minimum Spanning Tree Deddy Rahmadi; Nabila Putri Maharani; Muhammad Rejaus Syifa; Sulthon Aqthoris Sama; Galih Fathurahman Ardiansyah
Journal of Mathematics Theory and Applications Vol. 2 No. 2 (2024): Edisi April 2024
Publisher : Program Studi Matematika, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/j-math.v2i2.6153

Abstract

Currently, many internet providers use various types of internet cables. Cable Internet uses cable network infrastructure from ISPs such as Biznet, First Media, or Indie Home, while other alternatives use cellular or satellite Internet. One of the advantages of Internet cables compared to these two alternatives is speed, especially fiber optic cables. However, one of the weaknesses of Internet cables is their high price. Therefore, to optimize the costs incurred, it is necessary to find the shortest route to reducing costs. Using the Kruskal algorithm method, the author determines a minimum route of 106 km.
Pemodelan Spasial Bencana Tsunami Dengan Skenario Multi Ketinggian Genangan: Studi Kasus Desa Girijati, Gunungkidul Nabila Putri Maharani; Izzulhaq Ramadan; Leani Kristin; Dwi Septi Rosmala Devi; Afdalul Roihan; Bayu Muhammad Nabiil Makarim; Tri Wandi Januar
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol. 11 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpig.v11i1.12468

Abstract

Wilayah pesisir selatan Pulau Jawa, khususnya Desa Girijati, Kabupaten Gunungkidul, memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana tsunami karena letaknya yang berhadapan langsung dengan zona subduksi aktif. Permasalahan yang dihadapi adalah keterbatasan informasi spasial yang menggambarkan potensi sebaran genangan tsunami berdasarkan variasi ketinggian gelombang sebagai dasar mitigasi bencana. Penelitian ini bertujuan memodelkan sebaran genangan tsunami menggunakan skenario multi ketinggian gelombang serta menganalisis pengaruh topografi dan penggunaan lahan terhadap pola genangan. Metode yang digunakan adalah pemodelan spasial dengan pendekatan Hloss yang mempertimbangkan ketinggian gelombang tsunami 4 m, 6 m, dan 12 m, koefisien kekasaran permukaan, serta kemiringan lereng. Data diperoleh dari citra Sentinel-2, Digital Elevation Model Nasional (DEMNAS), peta penggunaan lahan, dan survei lapangan untuk validasi elevasi menggunakan metode Root Mean Square Error (RMSE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa genangan tsunami 4 meter terbatas di zona pesisir, skenario 6 meter mulai menggenangi area permukiman dan lembah, sedangkan skenario 12 meter berdampak luas hingga mencakup hampir seluruh wilayah pesisir. Topografi karst berperan penting dalam membatasi dan mengarahkan sebaran genangan. Penelitian ini merekomendasikan penerapan mitigasi berbasis spasial dan penataan ruang adaptif terhadap risiko tsunami.
Pemodelan Spasial Bencana Tsunami Dengan Skenario Multi Ketinggian Genangan: Studi Kasus Desa Girijati, Gunungkidul Nabila Putri Maharani; Izzulhaq Ramadan; Leani Kristin; Dwi Septi Rosmala Devi; Afdalul Roihan; Bayu Muhammad Nabiil Makarim; Tri Wandi Januar
JPIG (Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi) Vol. 11 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Geography Education Study Program, Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpig.v11i1.12468

Abstract

Wilayah pesisir selatan Pulau Jawa, khususnya Desa Girijati, Kabupaten Gunungkidul, memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana tsunami karena letaknya yang berhadapan langsung dengan zona subduksi aktif. Permasalahan yang dihadapi adalah keterbatasan informasi spasial yang menggambarkan potensi sebaran genangan tsunami berdasarkan variasi ketinggian gelombang sebagai dasar mitigasi bencana. Penelitian ini bertujuan memodelkan sebaran genangan tsunami menggunakan skenario multi ketinggian gelombang serta menganalisis pengaruh topografi dan penggunaan lahan terhadap pola genangan. Metode yang digunakan adalah pemodelan spasial dengan pendekatan Hloss yang mempertimbangkan ketinggian gelombang tsunami 4 m, 6 m, dan 12 m, koefisien kekasaran permukaan, serta kemiringan lereng. Data diperoleh dari citra Sentinel-2, Digital Elevation Model Nasional (DEMNAS), peta penggunaan lahan, dan survei lapangan untuk validasi elevasi menggunakan metode Root Mean Square Error (RMSE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa genangan tsunami 4 meter terbatas di zona pesisir, skenario 6 meter mulai menggenangi area permukiman dan lembah, sedangkan skenario 12 meter berdampak luas hingga mencakup hampir seluruh wilayah pesisir. Topografi karst berperan penting dalam membatasi dan mengarahkan sebaran genangan. Penelitian ini merekomendasikan penerapan mitigasi berbasis spasial dan penataan ruang adaptif terhadap risiko tsunami.