Wilayah pesisir selatan Pulau Jawa, khususnya Desa Girijati, Kabupaten Gunungkidul, memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana tsunami karena letaknya yang berhadapan langsung dengan zona subduksi aktif. Permasalahan yang dihadapi adalah keterbatasan informasi spasial yang menggambarkan potensi sebaran genangan tsunami berdasarkan variasi ketinggian gelombang sebagai dasar mitigasi bencana. Penelitian ini bertujuan memodelkan sebaran genangan tsunami menggunakan skenario multi ketinggian gelombang serta menganalisis pengaruh topografi dan penggunaan lahan terhadap pola genangan. Metode yang digunakan adalah pemodelan spasial dengan pendekatan Hloss yang mempertimbangkan ketinggian gelombang tsunami 4 m, 6 m, dan 12 m, koefisien kekasaran permukaan, serta kemiringan lereng. Data diperoleh dari citra Sentinel-2, Digital Elevation Model Nasional (DEMNAS), peta penggunaan lahan, dan survei lapangan untuk validasi elevasi menggunakan metode Root Mean Square Error (RMSE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa genangan tsunami 4 meter terbatas di zona pesisir, skenario 6 meter mulai menggenangi area permukiman dan lembah, sedangkan skenario 12 meter berdampak luas hingga mencakup hampir seluruh wilayah pesisir. Topografi karst berperan penting dalam membatasi dan mengarahkan sebaran genangan. Penelitian ini merekomendasikan penerapan mitigasi berbasis spasial dan penataan ruang adaptif terhadap risiko tsunami.
Copyrights © 2026