Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kejujuran dalam Perspektif Hadis : Kajian terhadap Peran Kejujuran dalam Membangun Karakter Muslim dalam Kehidupan Sehari-hari Rian Aldiansyah; Badrudin Badrudin
TADHKIRAH: Jurnal Terapan Hukum Islam dan Kajian Filsafat Syariah Vol. 2 No. 3 (2025): September: TADHKIRAH: Jurnal Terapan Hukum Islam dan Kajian Filsafat Syariah
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/tadhkirah.v2i3.236

Abstract

Honesty (ṣidq) is a core value in Islamic teachings that not only shapes individual behavior but also plays a vital role in establishing a just, trustworthy, and moral society. In various authentic hadiths, the Prophet Muhammad ﷺ emphasized that honesty leads to righteousness (al-birr), and righteousness leads to Paradise. Conversely, lying leads to wickedness and Hell, and is one of the signs of hypocrisy. This study aims to explore the significance of honesty in Islam based on the Prophet’s hadiths and the explanations of classical scholars. The research method used is qualitative with a library research approach. Primary data sources include authentic hadith compilations such as Sahih al-Bukhari and Sahih Muslim, while secondary data are drawn from relevant scholarly literature. The analysis applies a thematic approach by grouping hadiths on honesty into sub-themes and interpreting their contexts and meanings. The findings show that honesty must be cultivated continuously, is a sign of true faith, and a condition for attaining divine blessings in all aspects of life, including economic transactions (mu‘āmalāt). Scholars such as Imam al-Nawawī, Ibn Rajab, and Ibn Ḥajar unanimously affirm that honesty is the root of all virtue and a source of spiritual light. Thus, honesty in Islam is not merely a social ethic but a spiritual path to divine pleasure and salvation in both this world and the hereafter. The analysis follows a thematic approach, categorizing the hadiths related to honesty into sub-themes and interpreting their contexts and deeper meanings. The findings emphasize that honesty is an essential part of true faith, continuously cultivated by believers, and a necessary condition for receiving divine blessings in all areas of life, including economic transactions (mu‘āmalāt). Scholars like Imam al-Nawawī, Ibn Rajab, and Ibn Ḥajar unanimously assert that honesty is the foundation of all virtues and a source of spiritual enlightenment. Therefore, in Islam, honesty is more than just a social ethic; it is a spiritual path that leads to divine pleasure and salvation in this life and the hereafter. This study underscores the central role of honesty in both personal morality and broader social harmony within Islamic teachings.
EFEKTIVITAS INTERVENSI KEPERAWATAN BERBASIS BUKTI PADA RESUSITASI JANTUNG PARU Rian Aldiansyah; Dwi Nilamsari; Ida Rosidawati; Hana Ariyanti
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/2t72ff54

Abstract

Henti jantung tetap menjadi penyebab kematian utama secara global dengan tingkat kelangsungan hidup yang rendah, terutama pada kejadian luar rumah sakit (OHCA). Rendahnya kemampuan masyarakat dan penolong pertama dalam melakukan resusitasi jantung paru (RJP), serta ketidaksesuaian praktik klinis dengan bukti terkini, berkontribusi besar terhadap tingginya angka mortalitas. Intervensi keperawatan berbasis bukti, termasuk edukasi, pelatihan, dan simulasi, menjadi strategi penting untuk meningkatkan respons awal dan kualitas tindakan resusitasi. Tinjauan literatur ini bertujuan menganalisis efektivitas intervensi keperawatan berbasis bukti terhadap peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan keberhasilan tindakan resusitasi jantung paru. Pencarian artikel dilakukan melalui Google Scholar dan Portal Garuda menggunakan kata kunci “resusitasi jantung paru”, “intervensi keperawatan”, “berbasis bukti”, “cardiopulmonary resuscitation”, dan “nursing intervention”. Seleksi artikel mengikuti alur PRISMA dengan kriteria inklusi mencakup publikasi tahun 2014–2024, menggunakan desain kuantitatif, eksperimental, quasi-eksperimental, atau literature review, serta membahas intervensi keperawatan pada RJP/BHD. Lima artikel memenuhi kriteria dan dianalisis menggunakan pendekatan PICO. Empat artikel menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah edukasi RJP/BHD pada siswa sekolah, masyarakat desa, karyawan non-medis, dan anggota Brimob. Pelatihan berbasis simulasi menghasilkan peningkatan keterampilan teknis dan ketepatan respons yang lebih tinggi dibandingkan edukasi teori. Sementara itu, satu studi klinis menunjukkan bahwa keberhasilan RJP pada pasien gagal jantung dipengaruhi oleh faktor klinis seperti jenis kelamin, lokasi resusitasi, dan pemberian adrenalin. Temuan ini menegaskan bahwa intervensi keperawatan berbasis bukti secara konsisten meningkatkan kompetensi penolong pertama serta mendukung hasil resusitasi pada konteks klinis. Intervensi keperawatan berbasis bukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan masyarakat maupun petugas lapangan dalam menangani henti jantung. Pada konteks klinis, kualitas resusitasi dipengaruhi oleh berbagai faktor pendukung sehingga integrasi bukti ilmiah ke dalam praktik keperawatan dan pelatihan berkelanjutan sangat penting untuk meningkatkan peluang keberhasilan resusitasi dan menurunkan mortalitas.