Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Kelompok Petani Bibit Hortikultura Desa Luwus, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali Widhiantara, I Gede; Lestari, Ni Kadek Dwipayani; Adnyana, Gabriel Firsta; Sari, Ni Kadek Yunita; Aprodita, Ni Wayan Seila; Aryaswari, Ni Kadek Dwi Liopita
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 14 No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v14i1.85837

Abstract

Masyarakat Desa Luwus berupaya menyediakan kebutuhan para pengunjung yang singgah untuk perjalanan wisata terutama produk lokal yang dihasilkan dari sektor pertanian seperti panganan khas dan buah-buahan lokal. Produk-produk tersebut diusahakan oleh para petani lokal dengan prinsip dari hulu ke hilir yaitu dari menyediakan bibit tanaman pangan atau hortikultura hingga produk pangan olahan industri rumah tangga. Namun dalam perjalanan usaha para petani khususnya petani bibit menghadapi kendala yaitu media tanam yang kurang subur, serangan penyakit pada bibit dan pemasaran. Pendampingan kepada mitra petani bibit hortikultura di Desa Luwus bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam hal membuat media tanam bibit yang baik, menangani serangan penyakit pada bibit, dan perluasan pemasaran bibit secara online. Metode yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan mitra adalah sosialisasi dan pelatihan membuat media tanam, pembuatan fungisida nabati dan pemasaran melalui media sosial. Pengisian kuisioner oleh mitra kelompok tani bibit hortikultura sebelum (pretest) dan setelah pendampingan (posttest) dilakukan untuk mengukur tingkat keberhasilan pendampingan. Hasil pendampingan menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam hal cara membuat media tanam organik dengan metode fermentasi, membuat dan menggunakan fungisida nabati dari ekstrak bawang putih serta perluasan pemasaran online. Pendampingan menghasilkan dampak terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam hal membuat media tanam, membuat fungisida nabati serta perluasan pasar secara online dengan rata-rata persentase peningkatan sebesar 51,25% serta peningkatan omzet penjualan bibit.
PEMANFAATAN BIO-BRIKET BERBAHAN DASAR LIMBAH AMPAS TEBU DAN BAGLOG JAMUR TIRAM SEBAGAI ALTERNATIF ENERGI RAMAH LINGKUNGAN Elizabeth, Gladys; Aprodita, Ni Wayan Seila; Aryaswari, Ni Kadek Dwi Liopita; Wiradana, Putu Angga
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol. 8 (2025): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/snts.v8i.5243

Abstract

ABSTRAK Arang dari limbah produksi pertanian atau turunannya umumnya tidak bernilai ekonomis sehingga seringkali menyebabkan pencemaran lingkungan. Limbah ampas tebu dan baglog jamur tiram merupakan salah dua dari berbagai macam produk turunan dari kegiatan pertanian. Selama ini, ampas tebu lebih tinggi dihasilkan jika dibandingkan dengan gula tebunya pada tahap produksi. Penelitian ini bertujuan untuk memperkenalkan Inovasi Bio-Briket sebagai salah satu sumber energi alternatif yang dapat digunakan sebagai solusi untuk mengurangi permasalahan meningkatnya limbah organik yang menjadi ancaman serius bagi lingkungan. Limbah yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan Bio-Briket sangat mudah ditemukan dan merupakan by-product dari hasil kegiatan pertanian seperti ampas tebu dan limbah baglog. Pemanfaatan bahan baku yang berasal dari biomassa menjadi Bio-Briket juga bersifat ramah lingkungan karena selama ini bahan baku tersebut cenderung belum dimanfaatkan secara optimal oleh petani atau masyarakat dan belum memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Pada saat digunakan, Bio-Briket ini juga lebih ramah lingkungan karena menghasilkan asap pembakaran yang relatif lebih rendah dibandingkan arang biasa, sehingga diharapkan mampu mengurangi dampak polusi udara dan menunjang kesehatan masyarakat. Bio-Briket yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomis. Inovasi baru dari Bio-Briket yang menggunakan ampas tebu dan limbah baglog jamur tiram ini juga dapat mendukung 17 Program Sustainable Development Goals (SDGs) terutama pada poin 7 (Affordable and Clean Energy), poin 12 (Responsible Consumption and Production), dan poin 13 (Climate Action).