Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Back-End Aplikasi Pusat Informasi Makanan Halal Di Bandung Indonesia Modul Katalog Konten Berbasis Responsive Website Menggunakan Metode Design Thinking Dan Iterative Incremental Safira , Alfa; Alam, Ekky Novriza; Al Anshary, Faishal Mufied
eProceedings of Engineering Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Mengkonsumsi makanan halal merupakan salahsatu perintah yang harus ditaati oleh setiap muslim. Ketersediaanmakanan yang terjamin halal menjadi kebutuhan yang sangatmendesak yang perlu dipenuhi bagi umat muslim. Namun, darihasil survei yang dilakukan kepada sekitar 66 responden muslimdengan rentang usia mayoritas 21-25 tahun ditemukan bahwa53% responden meragukan makanan yang pernah dimakan halalberdasarkan komposisi bahan dan penggunaan alat. Kemudiansurvei juga menunjukkan bahwa 77.3% responden meragukankehalalan makanan dari restoran usaha mikro kecil danmenengah. Masalah tersebut dapat diatasi dengan teknologi yangmembantu memberikan informasi mengenai restoran halal disekitar berupa aplikasi yang dikembangkan berbasis websiteyang bersifat responsive yang dapat ditampilkan dengan baik diperangkat desktop maupun mobile. Dalam pengembanganpenulis bertanggung jawab untuk mengembangkan back-end dariaplikasi pada modul katalog konten dengan menerapkan metodeDesign Thinking dan SDLC Iterative Incremental. PenerapanIterative dan Incremental dalam proses pengembangan sisteminformasi sangat bersesuaian dengan Design Thinking yangmelakukan iterasi kembali pada fase fasenya dan dapatmemungkinkan pengembang untuk memastikan solusi terbaikdalam setiap masalah yang ada. Dari pengujian yang telahdilakukan menggunakan User Acceptance Testing secara iteratifdengan terus meningkatkan fungsionalitas secara inkremental,tahap iterasi pertama sistem dapat memenuhi 86,96% harapanpengguna, pada iterasi kedua 80% harapan pengguna, dan padaiterasi ketiga telah dapat memenuhi 100% harapan pengguna daritest case yang diujikan. Kemudian hasil dari load testing didapatbahwa aplikasi dapat berjalan dengan baik dan stabil hinggakurang dari 1500 request bersamaan pada server. Kata kunci— Halal Food, Design Thinking, Iterative Incremental Development, Backend, Responsive Website.
Kearifan Lokal dalam Praktik Penangkapan Ikan pada Nelayan di Gampong Panggong  Aceh Barat Derminta Berutu, Fitri; Safira , Alfa; Irhamna, Irhamna; Yansah, Rodi; Tuzzakina, Nabila; Fazli , Zul; Rahmatullah, Rahmatullah; Sopar, Sopar
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2026): APRIL-JUNI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/njvts178

Abstract

Local wisdom in fishing is the knowledge, values, and customary rules passed down from generation to generation by fishing communities regarding the utilization of marine resources. This wisdom serves as a guide for fishermen so that fishing activities maintain the balance of nature and the sustainability of fishery resources. Panggong Village, located in the coastal area of Meulaboh, is a community engaged in daily fishing. However, fishing is not merely an economic endeavor; it also encompasses numerous cultural values and social norms. The purpose of this study is to identify forms of local wisdom in fishing practices and analyze the role of the Panglima Laot (leader of the sea) in the fishing community of Panggong Village. The method used in this study is qualitative with a descriptive approach. Qualitative research aims to explore in-depth social phenomena that emerge within the community, particularly regarding the contribution of local wisdom to fishing practices by fishermen. The results of this study indicate that local wisdom among Panggong fishermen is still preserved, as evidenced by fishing activities, social relationships, the existence of the Panglima Laot (leader of the sea) customary institution, fishing gear, and customary regulations at sea.