Novandra, Rendy
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Ruang Lingkup Hukum Islam di Provinsi Aceh: Implementasi Syariat dalam Sistem Hukum Nasional Meilania, Elsa; Nurhandayani, Siti; Amanda, Rizki; Novandra, Rendy
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.30951

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi hukum Islam di Provinsi Aceh. Aceh memiliki keistimewaan khusus dalam menerapkan syariat Islam sebagai bagian integral dari sistem hukum nasional Indonesia berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh. Studi ini menganalisis ruang lingkup penerapan hukum Islam, tantangan implementasi, serta harmonisasi dengan sistem hukum nasional. Metode penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan analisis deskriptif kualitatif terhadap peraturan perundang-undangan, kebijakan daerah, dan praktik implementasi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi syariat Islam di Aceh mencakup bidang aqidah, syariah, dan akhlak dengan berbagai tantangan dalam harmonisasi hukum. Meskipun menghadapi kompleksitas, implementasi hukum Islam di Aceh telah memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan karakter masyarakat dan pelestarian nilai-nilai Islam dalam konteks kebangsaan Indonesia.
Perbedaan Gugatan dan Permohonan dalam Hukum Acara Perdata Measy, Grace; Latifah, Raden; Novandra, Rendy; Siswajanthy, Farahdinny; Butar, Dinalara D. Butar
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38091

Abstract

Dalam praktik hukum acara perdata, dikenal dua bentuk pengajuan perkara ke pengadilan, yaitu gugatan dan permohonan. Keduanya memiliki karakteristik, tujuan, serta prosedur yang berbeda meskipun sama-sama diajukan kepada pengadilan untuk memperoleh penetapan atau putusan hakim. Gugatan diajukan ketika terdapat sengketa antara dua pihak atau lebih yang saling berlawanan kepentingannya, sedangkan permohonan diajukan dalam keadaan tidak terdapat sengketa, melainkan untuk memperoleh penetapan atas suatu keadaan hukum tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam perbedaan antara gugatan dan permohonan dalam hukum acara perdata, baik dari segi pengertian, dasar hukum, pihak-pihak yang terlibat, maupun produk hukum yang dihasilkan. Metode yang digunakan adalah metode penelitian yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan literatur hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan mendasar terletak pada adanya sengketa, struktur para pihak, serta jenis putusan yang dihasilkan oleh pengadilan. Dengan memahami perbedaan ini, diharapkan masyarakat maupun praktisi hukum dapat menentukan bentuk pengajuan perkara yang tepat sesuai dengan kebutuhan hukumnya.