Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UJI FITOKIMIA EKSTRAK ETIL ASETAT DAN PEMISAHAN SENYAWA TERPENOID EKSTRAK N-HEKSAN DAUN KAEMBU-EMBU (BLUMEA BALSAMIFERA L) MENGGUNAKAN KROMATOGRAFI KOLOM GRAVITASI Asni , Asni; Fatima, Wa Ode; T, Wa Ode Nur Asmi.; Y, Wa Ode Findi Asnalda; Sari, Elna; Sarniati, Sarniati
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 3 (2025): Volume 8 No. 3 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i3.48835

Abstract

Kaembu-embu (Blumea balsamifera) adalah sala satu jenis tanaman perdu yang terdapat dihutan rakyat pulau Muna, Sulawesi Tenggara yang memiliki banyak kelebihan yakni dapat digunakan sebagai salah satu obat dalam menangkal antibakteri pada tubuh manusia. Penggunaannya  sebagai obat berkaitan dengan kandungan senyawa kimia atau metabolit aktif yang terdapat dalam tumbuhan tersebut. Tujuan penelitian ini yakni (a) mengidentifikasi kandungan senyawa metabolit sekunder (b) mengetahui hasil pemisahan senyawa terpenoid  daun kaembu-embu (Blumea balsamifera) (c) memisahkan senyawa golongan terpenoid (minyak atsiri) yang terdapat pada fraksi n-heksan daun tumbuhan kaembu-embu (Blumea balsamifera). Metode yang digunakan pada penelitian ini yakni metode maserasi,fitokimia, kromatografi kolom, Kromatografi Lapis Tipis dan Spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada uji fitokimia daun kaembu-embu terdapat senyawa Alkanoid, Flavonoid dan terpenoid  (b) Hasil pemisahan senyawa yang terdapat pada fraksi n-heksan daun kaembu-embu (Blumea Balsamifera) secara visual terdapat 9 jenis senyawa (c) Fraksi n-heksan dengan kromatografi kolom menghasilkan 104 botol vial, dan hasil KLT menunjukkan ada 12 kelompok fraksi. Senyawa golongan terpenoid pada fraksi n-heksan daun kaembu-embu (Blumea Balsamifera) dimungkinkan terkonsentrasi pada fraksi KH-6, yang merupakan kelompok hasil kromatografi kolom dengan nomor botol vial H25-H31 dengan nilai Rf 0,88
ANALISIS HUBUNGAN FAKTOR HUMAN, ORGANIZATION, DAN TECHNOLOGY (MODEL HOT-FIT) DENGAN EFEKTIVITAS PEMANFAATAN SIMRS PADA PETUGAS UNIT RAWAT INAP DAN RAWAT JALAN RSUD KABUPATEN MUNA BARAT Fatima, Wa Ode; Sety, La Ode Muhamad; Jumakil, Jumakil
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.56188

Abstract

Perkembangan teknologi informasi mendorong rumah sakit mengadopsi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) untuk meningkatkan mutu pelayanan dan efektivitas pengambilan keputusan. Namun, pemanfaatan SIMRS di rumah sakit daerah masih menghadapi berbagai kendala, khususnya terkait faktor sumber daya manusia, organisasi, dan teknologi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan faktor Human, Organization, dan Technology berdasarkan model Human–Organization–Technology Fit (HOT-Fit) dengan efektivitas pemanfaatan SIMRS di RSUD Kabupaten Muna Barat serta mengidentifikasi faktor yang paling dominan berpengaruh. Penelitian kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional) dilaksanakan pada Oktober–Desember 2025. Populasi penelitian adalah seluruh pengguna SIMRS di unit rawat inap dan rawat jalan sebanyak 202 responden, dengan teknik total sampling. Variabel penelitian meliputi faktor Human, Organization, Technology, dan Net Benefit sebagai indikator efektivitas. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur berbasis model HOT-Fit. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan regresi logistik biner. Sebagian besar responden menilai komponen Human dan Organization dalam kategori baik, sedangkan komponen Technology mayoritas dinilai kurang baik. Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara faktor Human dan Organization dengan efektivitas SIMRS (p>0,05). Faktor Technology memiliki hubungan signifikan dengan efektivitas SIMRS (p=0,041). Analisis multivariat menunjukkan Technology sebagai faktor paling dominan (OR=2,27; 95% CI: 1,021–5,033).