p-Index From 2021 - 2026
0.702
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Dharma Bakti Cendekia
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Inovasi Smart Greenhouse Berbasis Sensor dalam Mengatasi Tantangan Produksi Sayuran Organik di Wilayah Pedesaan Lalu Muktar; Burhan, Lalu Ibrohim
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Teknologi Tepat Guna Vol. 1 No. 03 (2025): Inovasi Inklusif dan Teknologi Tepat Guna untuk Kesejahteraan Sosial
Publisher : PT LALU IBROHIM BURHAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/p0h1as48

Abstract

Penelitian ini mengatasi tantangan yang dihadapi petani organik dalam mengelola kondisi lingkungan untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan hasil panen. Dengan meningkatnya permintaan akan sayuran organik, terdapat kebutuhan nyata untuk menerapkan teknologi yang dapat mendukung pertanian berkelanjutan, terutama di daerah pedesaan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan dan menerapkan smart greenhouse berbasis sensor yang berbiaya rendah dan mudah dioperasikan. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan partisipatif dengan melibatkan 10 petani di Desa Lendang Nangka Utara, yang mencakup pemasangan sistem, pelatihan, dan monitoring pertumbuhan tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi sayuran organik meningkat rata-rata 25% setelah penerapan teknologi ini, dengan pengendalian hama yang lebih efektif dan peningkatan keterampilan petani dalam menggunakan sensor IoT. Temuan ini menegaskan pentingnya teknologi dalam meningkatkan praktik pertanian yang berkelanjutan. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan smart greenhouse dapat berkontribusi pada ketahanan pangan lokal dan nasional, serta memberdayakan petani untuk mengelola pertanian mereka secara mandiri. The increasing demand for organic vegetables, driven by growing public awareness of health and environmental sustainability, highlights a critical gap in the adoption of modern agricultural technologies among local farmers, particularly in rural areas. This study aimed to implement a low-cost, sensor-based smart greenhouse to enhance the productivity and sustainability of organic vegetable farming. Employing a participatory action research approach, the project engaged ten organic farmers in Lendang Nangka Utara, focusing on system installation, operational training, and ongoing monitoring of plant growth and harvest outcomes. The findings revealed a significant average increase of 25% in organic vegetable production following the implementation of the smart greenhouse, alongside improved pest control due to stable microclimate conditions. Additionally, farmers acquired new skills in utilizing simple IoT sensors for sustainable cultivation practices. These results underscore the potential of smart greenhouse technology to empower local farmers, contributing to food security and environmental conservation. The study advocates for broader adoption of such technologies to foster sustainable agricultural practices and enhance the resilience of local farming communities.
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMP di Daerah Terpencil Lalu Muktar; Burhan, Lalu Ibrohim
CENDEKIA : Jurnal Pendidikan Terintegrasi Vol. 1 No. 1 (2025): Transformasi Pendidikan Inklusif Berbasis Kearifan Lokal dan Digitalisasi Pembe
Publisher : PT. LALU IBROHIM BURHAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/77hts140

Abstract

Kesenjangan kualitas pendidikan antara wilayah perkotaan dan daerah terpencil masih menjadi tantangan serius dalam pengembangan keterampilan berpikir kritis siswa. Di sisi lain, model pembelajaran inovatif seperti Problem Based Learning (PBL) telah terbukti mampu meningkatkan partisipasi aktif siswa dan mendorong kemampuan berpikir tingkat tinggi, namun implementasinya di daerah dengan keterbatasan infrastruktur belum banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model PBL terhadap kemampuan berpikir kritis siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di daerah terpencil. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen non-equivalent control group design yang melibatkan dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang menggunakan model PBL dan kelas kontrol yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Instrumen utama berupa tes kemampuan berpikir kritis yang telah divalidasi dan diuji reliabilitasnya. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test, kemudian dianalisis menggunakan uji-t (paired dan independent sample t-test) pada taraf signifikansi 0,05. Hasil menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan kemampuan berpikir kritis pada kelompok eksperimen dibandingkan kelompok kontrol. Kesimpulan utama dari temuan ini adalah bahwa PBL terbukti efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa meskipun diterapkan di daerah terpencil dengan keterbatasan sarana. Kontribusi penelitian ini terletak pada penyediaan bukti empiris bahwa strategi pembelajaran berbasis masalah dapat menjadi alternatif yang relevan, adaptif, dan inklusif dalam peningkatan kualitas pembelajaran di wilayah dengan tantangan geografis dan sosial.
Mengukur Literasi Digital Guru SMK sebagai Dasar Pengembangan Model Pelatihan Kontekstual dalam Pembelajaran Daring Lalu Muktar; Burhan, Lalu Ibrohim
CENDEKIA : Jurnal Pendidikan Terintegrasi Vol. 1 No. 2 (2025): Transformasi Pendidikan Inklusif Berbasis Kearifan Lokal dan Digitalisasi Pembe
Publisher : PT. LALU IBROHIM BURHAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/mva80r68

Abstract

Perkembangan teknologi digital dalam dunia pendidikan menuntut guru, khususnya di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), untuk memiliki literasi digital yang memadai dalam mengelola pembelajaran daring. Ketiadaan data empiris mengenai kompetensi digital guru SMK menjadi kendala dalam merancang pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan vokasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kemampuan literasi digital guru SMK sebagai dasar pengembangan program pelatihan yang kontekstual dan berbasis praktik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif terhadap 50 guru SMK di Kabupaten Lombok Timur yang dipilih secara purposive. Instrumen penelitian berupa kuesioner berbasis empat domain literasi digital: akses, evaluasi informasi, penggunaan alat digital, dan kreasi konten. Validitas isi diperoleh melalui expert judgment dan data dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru memiliki kemampuan tinggi dalam mengakses teknologi dan menggunakan platform pembelajaran dasar, namun masih lemah dalam mengevaluasi informasi dan menciptakan konten digital. Temuan ini menegaskan adanya kesenjangan antara keterampilan dasar dan lanjutan. Penelitian ini berkontribusi dalam menyediakan peta kemampuan literasi digital guru SMK sebagai rujukan dalam merancang intervensi pelatihan yang lebih tepat sasaran.   The development of digital technology in education demands that teachers, particularly in Vocational High Schools (SMK), possess adequate digital literacy to manage online learning effectively. The absence of empirical data on SMK teachers' digital competence poses challenges in designing training aligned with vocational education needs. This study aims to assess the digital literacy level of vocational teachers as a foundation for designing contextual and practice-based training programs. A quantitative descriptive approach was employed to study 50 vocational teachers in East Lombok Regency, who were selected purposively. The research instrument consisted of a questionnaire that covered four domains of digital literacy: access, information evaluation, digital tool usage, and content creation. Content validity was ensured through expert judgment, and data were analyzed using descriptive statistics. The results reveal that most teachers exhibit strong capabilities in accessing digital technology and using basic educational platforms. Yet, they face difficulties in critically evaluating digital information and creating interactive content. These findings highlight a significant gap between basic and advanced digital skills. This study contributes by offering a competency map of vocational teachers' digital literacy to guide the design of more targeted professional development programs.  
Pendekatan Kontekstual Berbasis Nilai untuk Pendidikan Toleransi: Studi Kualitatif pada Sekolah Multikultural Lalu Muktar; Burhan, Lalu Ibrohim
CENDEKIA : Jurnal Pendidikan Terintegrasi Vol. 1 No. 2 (2025): Transformasi Pendidikan Inklusif Berbasis Kearifan Lokal dan Digitalisasi Pembe
Publisher : PT. LALU IBROHIM BURHAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63982/1kwq1h20

Abstract

Pendidikan karakter menjadi aspek krusial dalam penguatan nilai-nilai kemanusiaan di sekolah multikultural, terutama di tengah tantangan keberagaman sosial budaya yang kompleks. Namun, hingga kini masih terdapat kekosongan literatur terkait strategi pembelajaran kontekstual yang diterapkan guru untuk menanamkan karakter toleransi secara nyata di ruang kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi pembelajaran yang digunakan guru dalam membangun karakter toleransi siswa di sekolah menengah pertama multikultural. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan subjek enam guru yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara mendalam, dan dokumentasi pembelajaran. Analisis data menggunakan model Miles & Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil utama menunjukkan bahwa strategi dominan yang digunakan guru meliputi metode cerita lintas budaya, proyek sosial kolaboratif, dan diskusi reflektif. Strategi ini terbukti efektif dalam menumbuhkan sikap empatik, kesadaran kritis, dan kolaborasi antaridentitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran kontekstual berbasis nilai sangat relevan dalam membentuk karakter toleransi siswa. Temuan ini berkontribusi pada penguatan kebijakan pendidikan karakter serta pengembangan pelatihan guru berbasis konteks sosial-budaya. Abstract  Character education is a crucial component in reinforcing humanitarian values in multicultural schools, particularly amid the challenges of complex socio-cultural diversity. However, a literature gap remains regarding the contextual teaching strategies that teachers employ to foster tolerance within the classroom environment. This study aims to identify and analyze the teaching strategies used by teachers to develop students' tolerance in multicultural junior high schools. A qualitative descriptive approach was applied, involving six purposively selected teachers as participants. Data collection techniques included classroom observation, in-depth interviews, and instructional documentation. Data analysis followed the Miles and Huberman model, encompassing data reduction, display, and verification. The principal findings indicate that teachers predominantly employed cultural storytelling, collaborative social projects, and reflective discussions. These strategies effectively promote empathy, critical awareness, and cross-cultural collaboration among students. The study concludes that value-based contextual teaching is highly effective in shaping students' tolerance in multicultural settings. These findings contribute to strengthening character education policy and guide the development of culturally responsive teacher training programs.