Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengembangan LKPD Berbasis Project Based Learning Pada Materi Menggambar Teknik Di Smk Negeri 1 Sogaeadu Gulo, Panca Elson Prima; Harefa , Envilwan Berkat; Telaumbanua , Aprianus; Telaumbanua , Arisman
Arus Jurnal Pendidikan Vol 5 No 2: Agustus (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajup.v5i2.1572

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis Project Based Learning (PjBL) pada materi Menggambar Teknik untuk siswa kelas X di SMK Negeri 1 Sogaeadu. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa dan kurangnya keterlibatan mereka dalam pembelajaran Menggambar Teknik, yang disebabkan oleh penggunaan LKPD yang kurang menarik, dominasi metode ceramah, dan kesulitan siswa dalam menghubungkan teori dengan praktik. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE (Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi) sebagai prosedur utama. Pada tahap analisis, ditemukan bahwa LKPD yang digunakan sebelumnya kurang menarik secara visual, mudah rusak, dan belum memfasilitasi keterlibatan aktif siswa. Oleh karena itu, peneliti merancang LKPD baru yang mengintegrasikan pendekatan PjBL untuk mendorong partisipasi aktif siswa, relevansi materi dengan dunia kerja, dan pengembangan keterampilan berpikir kritis. LKPD yang dikembangkan ini dirancang untuk memandu siswa secara sistematis dalam menyelesaikan proyek nyata, mulai dari merumuskan pertanyaan mendasar hingga refleksi dan umpan balik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD yang dikembangkan memiliki kualitas yang sangat baik dan siap digunakan. Berdasarkan validasi oleh para ahli, LKPD memperoleh skor rata-rata validitas sebesar 98%, dengan rincian 100% untuk aspek isi, 90% untuk aspek bahasa, dan 94% untuk aspek desain. Dari segi kepraktisan, evaluasi yang dilakukan oleh 29 siswa subjek uji coba menunjukkan skor 96,03%, yang masuk dalam kategori "sangat praktis". Sementara itu, tingkat efektivitas produk mencapai 84,48% berdasarkan hasil tes siswa, yang menunjukkan bahwa LKPD ini "sangat efektif" dalam meningkatkan hasil belajar. Dengan demikian, LKPD berbasis PjBL ini terbukti layak, praktis, dan efektif sebagai solusi untuk meningkatkan pembelajaran Menggambar Teknik di SMK Negeri 1 Sogaeadu.
Analisis Kesulitan Belajar Siswa pada Materi Memahami Elemen-Elemen Struktur Bangunan Zebua, Hieronimus; Telaumbanua, Aprianus; Telaumbanua , Arisman; Harefa , Envilwan Berkat
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 2: Agustus (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i2.1527

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan belajar siswa pada materi memahami elemen-elemen struktur bangunan di kelas XI Program Keahlian Desain Permodelan dan Informasi Bangunan (DPIB) SMK Negeri 2 Gunungsitoli. Latar belakang penelitian berangkat dari kenyataan bahwa banyak siswa mengalami hambatan dalam menguasai konsep teknis yang menjadi dasar kompetensi bidang konstruksi, baik karena faktor internal seperti motivasi, minat, intelegensi, bakat, maupun faktor eksternal seperti dukungan keluarga, fasilitas sekolah, dan lingkungan belajar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah delapan siswa kelas XI DPIB. Data dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal yang paling dominan memengaruhi kesulitan belajar adalah motivasi dan kesehatan mental (87,5%), diikuti oleh minat (62,5%) dan intelegensi (50%). Faktor eksternal yang menonjol adalah lingkungan dan media massa (75%) serta dukungan keluarga (75%). Hambatan lain seperti kondisi fisik, bakat, dan peran sekolah memiliki persentase lebih rendah (12,5%). Rendahnya motivasi dan minat dipengaruhi oleh metode pembelajaran yang kurang bervariasi, keterbatasan fasilitas praktik, serta lingkungan belajar yang kurang kondusif. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan variasi metode pembelajaran berbasis praktik, pemanfaatan media interaktif, peningkatan fasilitas pendukung, serta kolaborasi yang lebih intens antara guru, siswa, dan orang tua. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar perbaikan strategi pembelajaran di SMK, khususnya pada materi elemen-elemen struktur bangunan, sehingga siswa lebih siap menghadapi tuntutan dunia industri konstruksi.
Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Materi Isu-Isu Global Terkait Green Building Waruwu, Hardiknas; Telaumbanua , Aprianus; Harefa , Envilwan Berkat; Telaumbanua , Arisman
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 2: Agustus (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i2.1573

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada materi isu-isu global terkait green building di kelas X DPIB SMK Negeri 1 Tugala Oyo. Latar belakang penelitian ini didasari oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa dalam proses pembelajaran yang cenderung masih bersifat konvensional dan berpusat pada guru. Model PBL dipilih karena diyakini dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa melalui penyajian masalah nyata yang mendorong siswa untuk aktif dalam proses analisis, diskusi, pemecahan masalah, dan refleksi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X DPIB SMK Negeri 1 Tugala Oyo, dengan jumlah sampel sebanyak 16 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes kemampuan berpikir kritis dan angket. Hasil pengolahan data menggunakan SPSS versi 22 menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan linear, dengan hasil uji korelasi menunjukkan hubungan yang sangat kuat antara model PBL dan kemampuan berpikir kritis (r = 0,990). Nilai koefisien determinasi sebesar 98% menunjukkan bahwa variasi kemampuan berpikir kritis siswa dapat dijelaskan oleh penerapan model PBL. Selain itu, hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan model PBL terhadap kemampuan berpikir kritis siswa (nilai signifikansi 0,000 < 0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning berpengaruh secara signifikan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, khususnya dalam memahami isu-isu global terkait green building. Penelitian ini merekomendasikan agar guru menggunakan model PBL sebagai alternatif pembelajaran untuk meningkatkan keaktifan dan kemampuan berpikir kritis siswa dalam memahami materi yang kompleks dan kontekstual.