Ana Zully Astuti
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Asuhan Kebidanan Continuity Of Care pada Ny “H” Umur 25 Tahun G1P0A0 di Desa X dengan Anemia Ringan Ana Zully Astuti; Vistra Veftisia
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and infant mortality rates are one of the indicators to measure health status for a country. Early detection activities to overcome morbidity and mortality of both mothers, infants and toddlers can be done with one of them, namely the implementation of continuous care or Continuity Of Care (COC) starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns, to family planning. The purpose of this study was able to provide midwifery care to Mrs. H comprehensively starting from pregnancy, childbirth, postpartum, neonates and family planning. the type of descriptive research used is a case study, the research instrument uses a descriptive approach and is documented in the form of SOAP. In this care, the author collected data through interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, documentation studies and literature studies. This research was conducted in November - June 2025. From the results of providing pregnancy care, the problem was found that the mother had mild anemia with HB 10.5 gr / dl and the discomfort of third trimester pregnancy, namely back pain and was given counseling about anemia, danger signs of anemia in TM III pregnancy, nutrition IEC, IEC how to take Fe tablets and IEC how to overcome back pain with prenatal yoga. During the first stage of labor, the mother complained of pain during contractions and was given the Counter Pressure Technique, the second stage had no problems. The mother was given care in accordance with APN 60 steps, the third and fourth stages had no problems. In postpartum care KF 2 the mother complained of low milk production and was given an oxytocin massage technique to help launch breast milk. In newborn care, all were found to be within normal limits, SHK examination was carried out. While in family planning care Mrs. H decided to use the contraceptive method of progestin birth control pills. Abstrak Angka kematian ibu dan bayi merupakan salah satu indikator untuk mengukur derajat kesehatan bagi suatu negara. Kegiatan upaya deteksi dini untuk mengatasi kesakitan maupun kematian baik ibu, bayi dan balita tersebut dapat dilakukan dengan salah satunya yaitu implementasi asuhan berkelanjutan atau Continuity Of Care (COC) yang dimulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, sampai dengan KB. Tujuan penelitian ini mampu memberikan asuhan kebidanan pada Ny. H secara komprehensif mulai dari kehamilan, bersalin, nifas, neonatus dan KB. jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi kasus (case study), Instrumen penelitian menggunakan metode pendekatan yang bersifat deskriptif dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Dalam asuhan ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pustaka. Penelitian ini dilakukan pada bulan November – Juni 2025. Dari hasil pemberian asuhan kehamilan ditemukan masalah yaitu ibu mengalami anemia ringan dengan HB 10,5 gr/dl dan ketidaknyamana kehamilan trimester III yaitu nyeri punggung dan diberikan konseling   tentang   anemia,   tanda   bahaya   anemia   di kehamilan  TM  III,  KIE  nutrisi,  KIE  cara  mengkonsumsi tablet Fe dan KIE cara mengatasi nyeri punggung dengan yoga prenatal. Saat persalinan kala I ibu mengeluh nyeri saat kontraksi dan diberikan Teknik Counter  Pressure, kala II tidak ada masalah Ibu diberikan asuhan sesuai dengan APN 60 langkah, kala III-IV tidak ada masalah. Pada asuhan nifas KF 2 ibu mengeluh produksi ASInya sedikit dan diberikan teknik pijat oksitosin untuk membantu melancarkan ASI. Pada asuhan bayi baru lahir didapatkan semua dalam batas normal, dilakukan pemeriksaan SHK. Sedangkan pada asuhan KB Ny. H memutuskan untuk menggunakan metode kontrasepsi pil KB progestin.
Edukasi Pijat Oksitosin Sebagai Upaya Meningkatkan Produksi ASI pada Ibu Postpartum di RSU Puri Asih Salatiga Ana Zully Astuti; Ryan Nabela Maharani; Vistra Veftisia; Ninik Christiani; Rinda Murtiningsih
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Oxytocin massage is one of the non-pharmacological methods that has been proven effective in stimulating breast milk production through stimulation of oxytocin and prolactin hormones. This study aims to determine the level of knowledge of breastfeeding mothers about oxytocin massage before and after education. The research design used was community service with a one group pretest-posttest approach. A total of 15 respondents of breastfeeding mothers were involved in this study. The results showed that before education, most respondents did not understand the concept, duration, frequency, and technique of oxytocin massage correctly, with a low percentage of correct answers, especially in technical aspects. After education was provided, there was a significant increase in knowledge on all aspects of the question. The conclusion of this study is that education has an important role in improving breastfeeding mothers' knowledge about oxytocin massage. It is recommended that this education is conducted routinely and involves the role of family and health workers to support successful breastfeeding.   Abstrak Pijat oksitosin merupakan salah satu metode non-farmakologis yang terbukti efektif dalam merangsang produksi air susu ibu (ASI) melalui stimulasi hormon oksitosin dan prolaktin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu menyusui mengenai pijat oksitosin sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Desain penelitian yang digunakan adalah pengabdian masyarakat dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sebanyak 15 responden ibu menyusui dilibatkan dalam penelitian ini. Hasil menunjukkan bahwa sebelum edukasi, sebagian besar responden belum memahami secara tepat konsep, durasi, frekuensi, serta teknik pijat oksitosin, dengan persentase jawaban benar masih rendah, terutama pada aspek teknis. Setelah edukasi diberikan, terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan pada seluruh aspek pertanyaan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah edukasi memiliki peran penting dalam meningkatkan pengetahuan ibu menyusui mengenai pijat oksitosin. Disarankan agar edukasi ini dilakukan secara rutin dan melibatkan peran keluarga serta tenaga kesehatan guna mendukung keberhasilan menyusui.
Pencegahan Anemia Remaja Putri Melalui GEENZI (Gerakan Edukasi, Skrining dan Intervensi Gizi) Shinta Lutfiani; Ana Zully Astuti; Alfina Damayanti; Bela Catur Sakti Rahayu; Eka Sularsih; Risma Aliviani Putri
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adolescent girls are a group that is vulnerable to anemia due to rapid growth and unbalanced nutrient intake. Anemia that is left untreated can have a negative impact on reproductive health and reduce the quality of future generations. Low knowledge about nutrition and lack of consumption of Blood Addition Tablets (TTD) also worsen the condition and adolescents aged 12-17 years who experience mild anemia as many as 9 people have Hb <11 gr/dl. The implementation method used in this community service is health counseling given to 4 targets, namely pregnant women, postpartum mothers, toddlers and adolescents. However, the priority problem in RT 5 of Gedangank Village, namely the lack of knowledge about anemia in adolescents. This community service was carried out in Gedanganak Village, East Ungaran District, Semarang Regency, on adolescent girls aged 13-17 years totaling 20 people, on June 14, 2025. The results of community service obtained pretest results most of the knowledge of adolescent girls about anemia have less knowledge 10 people (50%), sufficient knowledge 6 people (30%), good knowledge 4 people (20%). And about the knowledge of adolescents after given education from the results of the post test most of the knowledge of adolescent girls about anemia has good knowledge 12 people (60%), sufficient knowledge 4 people (20%), less knowledge 4 people (20%). These results show an increase in knowledge of participants after providing this education and an increase in Hb levels after being given Fe teblet. It is expected that health facilities should be active in counseling and monitoring. Schools should support the habit of taking TTD, and adolescents are expected to increase awareness of healthy eating patterns and regular consumption of TTD.     Abstrak Remaja putri merupakan kelompok yang rentan mengalami anemia akibat pertumbuhan yang pesat serta asupan zat gizi yang kurang seimbang. Anemia yang tidak ditangani dapat berdampak negatif pada kesehatan reproduksi dan menurunkan kualitas generasi mendatang. Rendahnya pengetahuan tentang gizi dan kurangnya konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) turut memperburuk kondisi dan remaja usia 12-17 tahun yang mengalami anemia ringan sebanyak 9 orang memiliki Hb <11 gr/dl. Metode pelaksanaan     yang     digunakan     dalam     pengabdian masyarakat   ini   adalah   penyuluhan   kesehatan   yang diberikan pada 4 sasaran yakni ibu hamil, ibu nifas, balita dan  remaja.  Namun  prioritas  masalah  di  RT  5 Kelurahan Gedangank,   yakni    kurangnya pengetahuan  tentang  anemia  pada  remaja. Pengabdian masyarakat ini dilakukan di Desa Gedanganak Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, pada remaja putri usia 13-17 tahun sejumlah 20 orang, tanggal 14 Juni 2025. Hasil pengabdian masyarakat didapatkan hasil pretest sebagian besar pengetahuan remaja putri tentang anemia memiliki pengetahuan kurang 10 orang (50%), pengetahuan cukup 6 orang (30%), pengetahuan baik 4 orang (20%). Dan tentang pengetahuan remaja setelah diberikan edukasi dari hasil post test sebagian besar pengetahuan remaja putri tentang anemia memiliki pengetahuan baik 12 orang (60%), pengetahuan cukup 4 orang (20%), pengetahuan kurang 4 orang (20%). Hasil ini menunjukkan peningkatan   pengetahuan   peserta   setelah   pemberian edukasi tersebut dan peningkatan kadar Hb setelah diberikan teblet Fe. Diharapkan fasilitas kesehatan diharapkan aktif dalam penyuluhan dan pemantauan. Sekolah sebaiknya mendukung kebiasaan minum TTD, dan remaja diharapkan meningkatkan kepedulian terhadap pola makan sehat dan konsumsi TTD secara teratur.