Bela Catur Sakti Rahayu
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Gambaran Pengetahuan Pengasuh Tentang Pijat Common Cold di Panti Asuhan Manarul Mabrur: Overview of Caregivers' Knowledge About Common Cold Massage at Manarul Mabrur Orphanage Bela Catur Sakti Rahayu; Rini Susanti
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 6 No. 1 (2024): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v6i1.437

Abstract

The most common health problems experienced by toddlers are coughs and colds caused by irritation of the respiratory tract, allergies, weakened immune systems and poor environments. Coughs and colds in children if not treated immediately can result in serious complications. Caregivers at the Manarul Mabrur Orphanage experience fluctuations, where caregivers drop out because they work voluntarily. Every day 5 out of 24 toddlers who live in one room experience coughs and colds. The treatment carried out by the orphanage when toddlers are sick with coughs and colds is only given telon oil or body warmers until they recover on their own because they are considered to be just common flu. Lack of knowledge of caregivers in treating coughs and colds with non-pharmacological baby massage that can be done by yourself and also saves on treatment costs causes the treatment of coughs and colds to be delayed. This study aims to determine the knowledge of caregivers regarding common cold baby massage at the Manarul Mabrur Orphanage. With the existence of non-pharmacological cough and cold treatment that can be done by yourself and also saves on treatment costs for the orphanage. The method used in this study is descriptive with a location at the Manarul Mabrur Orphanage on July 21-28, 2023. The sample in this study was the entire population taken, namely, all caregivers of the Manarul Mabrur Orphanage as many as 7 respondents who were in the orphanage when the study was conducted. The results of the study showed that most of the caregivers' educational level regarding common cold massage at the Manarul Mabrur Orphanage, most of the knowledge was lacking at the basic education level of 5 caregivers (71.4%)   ABSTRAK Gangguan kesehatan yang paling sering dialami bayi balita adalah batuk pilek yang disebabkan oleh iritasi saluran pernapasan, alergi, melemahnya daya tahan tubuh dan lingkungan yang buruk. Batuk pilek pada anak apabila tidak segera ditangani dengan baik dapat berakibat pada terjadinya komplikasi yang memberatkan. Pengasuh di Panti Asuhan Manarul Mabrur mengalami fluktuatif, dimana pengasuh drop out karena bekerja dengan sukarela. Setiap harinya 5 dari 24 balita yang tinggal dalam satu ruangan mengalami batuk pilek. Penanganan yang dilakukan pihak panti ketika balita sakit batuk pilek hanya diberikan minyak telon atau penghangat badan sampai sembuh dengan sendirinya karna dianggap hanya flu biasa, serta kurangnya pengetahuan pengasuh dalam pengobatan batuk pilek dengan non farmakologi pijat bayi yang dapat dilakukan sendiri dan juga menghemat biaya perawatan ini menyebabkan penganganan batuk pilek terlambat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan pengasuh mengenai  pijat bayi common cold di Panti Asuhan Manarul Mabrur. Dengan adanya pengobatan batuk pilek non farmakologi yang dapat dilakukan sendiri dan juga menghemat biaya perawatan pihak panti. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan lokasi di Panti Asuhan Manarul Mabrur pada tanggal 21 – 28 Juli 2023. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh dari populasi yang diambil yaitu, seluruh pengasuh Panti Asuhan Manarur Mabrur sebanyak 7 responden yang berada di panti saat dilakukan penelitian. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian pengasuh tingkat pendidikan pengasuh tentang pijat common cold di Panti Asuhan Manarul Mabrur sebagian besar pengetahuan kurang pada tingkat pendidikan dasar sebanyak 5 pengasuh (71,4%)
Pendidikan Produktif, Aktif, Terampil Pada Pengasuh Panti Asuhan Manarur Mabrur dengan Pijat Bayi Bela Catur Sakti Rahayu; Diah Ayu Ningsih; Aprillia, Rika; Yeni Susanti; Sovia Puspita Anggraeni; Rini Susanti
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 6 No. 1 (2024): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2024
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v6i1.3184

Abstract

Babies/toddlers (ages 0-5 years) are a golden and critical period because during this period there is rapid growth and development which peaks at the age of 24 months. The problems that arise in this orphanage are that some babies often have difficulty sleeping, have difficulty eating, often cry, which are factors that can influence growth and development during the golden age. Caregivers find it difficult to do baby massage due to limited knowledge. The aim of this community service is to increase caregivers' knowledge about baby massage which can overcome partners' problems, namely partners not providing a maximum role during the golden age period. This activity began with 5 PKM-PM team students and 12 caregivers using active learning methods with small group discussions. The implementation of the community service student creativity program (PKM-PM) activities carried out by us as Ngudi Waluyo University students, namely providing baby massage training to caregivers at the Manarur Mabrur Orphanage which was carried out in July-November 2023 has been carried out completely (100%) . From this activity, it was found that there was an increase in caregivers' knowledge after carrying out infant massage health education. The result of this community service activity is an increase in caregivers' knowledge after carrying out infant massage health education so that caregivers become productive, active and skilled. It is hoped that the results of this PKM-PM can become a reference for orphanage caregivers so that they can carry out baby massage consistently at the Manarul Mabrur Orphanage using the media of baby massage guidebooks and video tutorials that have been made by the team and it is hoped that partners can support this activity so that this activity can still be implemented on a scheduled basis.   ABSTRAK                 Bayi/balita (usia 0-5 tahun) merupakan periode emas sekaligus kritis karena pada masa ini terjadi pertumbuhan dan perkembangan yang pesat yang puncaknya pada usia 24 bulan. Permasalahan yang muncul pada panti asuhan ini yaitu beberapa bayi sering mengalami kesulitan tidur, susah makan, sering menangis, dimana hal ini menjadi faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada masa golden age. Para pengasuh merasa kesulitan untuk melakukan pijat bayi dikarenakan keterbatasan pengetahuan Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahun pengasuh tentang pijat bayi yang dapat mengatasi permasalahan mitra yaitu mitra kurang memberikan peran yang maksimal dalam masa golden age. Kegiatan ini diawali dengan 5 mahasiswa tim PKM-PM dan 12 pengasuh melalui metode pembelajaran active learning dengan small group discussion. Pelaksanaan kegiatan program kreativitas mahasiswa pengabdian kepada masyarakat (PKM-PM) yang dilakukan kami selaku mahasiswa Universitas Ngudi Waluyo yaitu dalam memberikan pelatihan pijat bayi kepada pengasuh di Panti Asuhan Manarur Mabrur yang dilaksanakan pada bulan Juli-November 2023 sudah dilaksanakan dengan sepenuhnya (100%). Dari kegiatan tersebut didapatkan ada peningkatan pengetahuan pengasuh setelah dilakukan pendidikan kesehatan pijat bayi. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah peningkatan pengetahuan pengasuh setelah dilakukan pendidikan kesehatan pijat bayi sehingga pengasuh menjadi produktif, aktif, dan terampil. Diharapkan dari hasil PKM-PM ini bisa menjadi referensi bagi pengasuh panti supaya dapat melakukan pijat bayi secara konsisten di Panti Asuhan Manarul Mabrur dengan menggunakan media buku panduan pijat bayi dan video tutorial yang telah dibuatkan oleh tim dan diharapkan mitra dapat mendukung kegiatan tersebut sehingga kegiatan tersebut tetap dapat dilaksanakan secara terjadwal.
Pendidikan Kesehatan sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Ibu terhadap Pentingnya Skrining Hipotiroidisme Kongenital di Rumah Sakit Kristen Ngesti Waluyo Bela Catur Sakti Rahayu; Gisella Alifia Saputri; Ari Widyaningsih
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the causes of mental retardation in children that can be prevented if known and treated early is Congenital Hypothyroidism (HK). This community service was conducted on February 10-20, 2025 at RSKNW using a method with a one group pretest-posttest design approach. The sampling technique used purposive sampling. Data collection in this study using a questionnaire. Data analysis in this study using the Wilxocon Match Pair Test test. With the results of respondents' knowledge before being given health education, the most knowledgeable were 11 respondents (55%), while after being given health education, respondents' knowledge increased, the most knowledgeable were 13 respondents (65%). Based on bivariate tests using the Wilxocon Match Pair Test with a sig. value of 0.000 (Sig. <0.005) which indicates that there are differences before and after providing health education about SHK. Abstrak salah satu penyebab retardasi mental pada anak yang dapat dicegah jika diketahui dan diterapi sejak dini adalah Hipotiroid kongenital (HK). Pengabdian masyarakat ini dilakukan tanggal 10-20 Februari 2025 di RSKNW menggunakan metode dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel sebanyak 20 responden.Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan uji Wilxocon Match Pair Test. Dengan hasil pengetahuan responden sebelum diberikan pendidikan kesehatan paling banyak berpengetahuan kurang sebanyak 11 responden (55%) sedangkan setelah diberikan pendidikan kesehatan pengetahuan responden meningkat paling banyak pengetahuan baik sebanyak 13 responden (65%). Berdasarkan uji bivariat menggunakan Wilxocon Match Pair Test dengan nilai sig. sebesar 0.000 (Sig. <0.005) yang menunjukkan bahwa ada perbedaan sebelum dan sesudah pemberian pendidikan kesehatan tentang SHK.
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. Y Umur 24 Tahun G2P1A0 di PMB Sri Harti Bela Catur Sakti Rahayu; Ari Widyaningsih
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal mortality rate (MMR) and infant mortality rate (IMR) are important indicators in assessing public health status. In Indonesia, MMR and IMR are still high, including in Semarang Regency. Efforts to reduce these rates can be made through the provision of continuity of care (COC). This research is a case study that aims to provide comprehensive midwifery care to Mrs. Y, 24 years old, G2P1A0, starting from pregnancy, labor, postpartum, newborn to contraceptive selection. The method used was descriptive with data collection techniques through interviews, observation, physical examination, and documentation in the MCH book. The results of care showed that Mrs. Y experienced a physiological pregnancy with third trimester complaints which were handled through education and nonpharmacology. Delivery was performed by sectio caesarea due to premature rupture of membranes (KPD) and unpreparedness for vaginal delivery. The baby was born healthy, but had mild jaundice which was managed with increased frequency of breastfeeding and sun therapy. The puerperium showed complaints of SC wound and breast milk dam which were managed with education and complementary therapy. In the contraceptive period, counseling was conducted on the selection of post-SC family planning methods to prevent obstetric complications in subsequent pregnancies. In conclusion, the continuity of care approach is effective in detecting, preventing, and managing obstetric problems from pregnancy to postpartum.   Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator penting dalam menilai derajat kesehatan masyarakat. Di Indonesia, AKI dan AKB masih tergolong tinggi, termasuk di Kabupaten Semarang. Upaya penurunan angka ini dapat dilakukan melalui pemberian asuhan kebidanan berkesinambungan (Continuity of Care/COC). Penelitian ini merupakan studi kasus yang bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan secara menyeluruh kepada Ny. Y, usia 24 tahun, G2P1A0, mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir hingga pemilihan kontrasepsi. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi dalam buku KIA. Hasil asuhan menunjukkan bahwa Ny. Y mengalami kehamilan fisiologis dengan keluhan trimester III yang ditangani melalui edukasi dan nonfarmakologis. Persalinan dilakukan melalui sectio caesarea karena ketuban pecah dini (KPD) dan ketidaksiapan persalinan pervaginam. Bayi lahir sehat, namun mengalami ikterus ringan yang ditangani dengan peningkatan frekuensi menyusui dan terapi jemur. Masa nifas menunjukkan adanya keluhan luka SC dan bendungan ASI yang diatasi dengan edukasi dan terapi komplementer. Pada masa kontrasepsi, dilakukan konseling tentang pemilihan metode KB pasca SC untuk mencegah komplikasi obstetri pada kehamilan berikutnya. Kesimpulannya, pendekatan continuity of care efektif dalam mendeteksi, mencegah, dan menangani masalah kebidanan sejak masa kehamilan hingga pasca persalinan serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi.
Pencegahan Anemia Remaja Putri Melalui GEENZI (Gerakan Edukasi, Skrining dan Intervensi Gizi) Shinta Lutfiani; Ana Zully Astuti; Alfina Damayanti; Bela Catur Sakti Rahayu; Eka Sularsih; Risma Aliviani Putri
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adolescent girls are a group that is vulnerable to anemia due to rapid growth and unbalanced nutrient intake. Anemia that is left untreated can have a negative impact on reproductive health and reduce the quality of future generations. Low knowledge about nutrition and lack of consumption of Blood Addition Tablets (TTD) also worsen the condition and adolescents aged 12-17 years who experience mild anemia as many as 9 people have Hb <11 gr/dl. The implementation method used in this community service is health counseling given to 4 targets, namely pregnant women, postpartum mothers, toddlers and adolescents. However, the priority problem in RT 5 of Gedangank Village, namely the lack of knowledge about anemia in adolescents. This community service was carried out in Gedanganak Village, East Ungaran District, Semarang Regency, on adolescent girls aged 13-17 years totaling 20 people, on June 14, 2025. The results of community service obtained pretest results most of the knowledge of adolescent girls about anemia have less knowledge 10 people (50%), sufficient knowledge 6 people (30%), good knowledge 4 people (20%). And about the knowledge of adolescents after given education from the results of the post test most of the knowledge of adolescent girls about anemia has good knowledge 12 people (60%), sufficient knowledge 4 people (20%), less knowledge 4 people (20%). These results show an increase in knowledge of participants after providing this education and an increase in Hb levels after being given Fe teblet. It is expected that health facilities should be active in counseling and monitoring. Schools should support the habit of taking TTD, and adolescents are expected to increase awareness of healthy eating patterns and regular consumption of TTD.     Abstrak Remaja putri merupakan kelompok yang rentan mengalami anemia akibat pertumbuhan yang pesat serta asupan zat gizi yang kurang seimbang. Anemia yang tidak ditangani dapat berdampak negatif pada kesehatan reproduksi dan menurunkan kualitas generasi mendatang. Rendahnya pengetahuan tentang gizi dan kurangnya konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) turut memperburuk kondisi dan remaja usia 12-17 tahun yang mengalami anemia ringan sebanyak 9 orang memiliki Hb <11 gr/dl. Metode pelaksanaan     yang     digunakan     dalam     pengabdian masyarakat   ini   adalah   penyuluhan   kesehatan   yang diberikan pada 4 sasaran yakni ibu hamil, ibu nifas, balita dan  remaja.  Namun  prioritas  masalah  di  RT  5 Kelurahan Gedangank,   yakni    kurangnya pengetahuan  tentang  anemia  pada  remaja. Pengabdian masyarakat ini dilakukan di Desa Gedanganak Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, pada remaja putri usia 13-17 tahun sejumlah 20 orang, tanggal 14 Juni 2025. Hasil pengabdian masyarakat didapatkan hasil pretest sebagian besar pengetahuan remaja putri tentang anemia memiliki pengetahuan kurang 10 orang (50%), pengetahuan cukup 6 orang (30%), pengetahuan baik 4 orang (20%). Dan tentang pengetahuan remaja setelah diberikan edukasi dari hasil post test sebagian besar pengetahuan remaja putri tentang anemia memiliki pengetahuan baik 12 orang (60%), pengetahuan cukup 4 orang (20%), pengetahuan kurang 4 orang (20%). Hasil ini menunjukkan peningkatan   pengetahuan   peserta   setelah   pemberian edukasi tersebut dan peningkatan kadar Hb setelah diberikan teblet Fe. Diharapkan fasilitas kesehatan diharapkan aktif dalam penyuluhan dan pemantauan. Sekolah sebaiknya mendukung kebiasaan minum TTD, dan remaja diharapkan meningkatkan kepedulian terhadap pola makan sehat dan konsumsi TTD secara teratur.