Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Cemaran Mikroba pada Kue Loyang Dogan yang Dijual di Pasaran dan Dampaknya terhadap Keamanan Pangan Nanik Apriyanti; Ardi Mustakim
Polygon : Jurnal Ilmu Komputer dan Ilmu Pengetahuan Alam Vol. 3 No. 5 (2025): September : Polygon : Jurnal Ilmu Komputer dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Matematika dan Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/polygon.v3i5.730

Abstract

Loyang Dogan cake is a traditional Indonesian food commonly sold in markets without the use of modern preservation methods, making it susceptible to microbial contamination. This food is often produced and sold in conditions that may affect its quality and safety. Therefore, this study aims to provide a scientific overview of the potential microbial contamination in Loyang Dogan cakes and its benefits as an educational foundation for both producers and consumers regarding the importance of food hygiene. The focus of this research is to identify bacterial colony growth in Loyang Dogan cakes through microbiological culture tests. The method used in this study involves inoculation, starting with the dilution of the sample using sterile solutions, followed by inoculation onto a Nutrient Agar (NA) medium that has been solidified. The samples are then incubated at 37°C for 24 to 48 hours. After the incubation period, the growing colonies are observed and the number and morphological characteristics are recorded. The results show bacterial colony growth in all tested samples, with differences in the number and shape of the colonies depending on the sample source. The bacterial colonies generally appear white, cream, or yellowish, round, smooth, and vary in size. These findings indicate that Loyang Dogan cakes have the potential to be contaminated with microbes during the production and sale process, posing risks to the quality and safety of consumption. Based on the results, it is concluded that improvements in sanitation and food handling practices for traditional products like Loyang Dogan are necessary to ensure their safety for public consumption. Therefore, educating producers and consumers about food hygiene is crucial to raising awareness of the importance of maintaining food quality and safety.
Kandungan Biokimia, Mekanisme Biokimia Farmasi, dan Potensi Farmasi Jeruk Purut (Citrus hystrix D.C.) dan Daun Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.): Biochemical Content, Biochemical Mechanisms in Pharmacy, and Pharmaceutical Potential of Kaffir Lime (Citrus hystrix D.C.) and Sweet Potato Leaves (Ipomoea batatas L.) Okti Sonya Rahmadani; Esa Margareta; Nanik Apriyanti
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.10255

Abstract

Jeruk purut (Citrus hystrix D.C.) dan daun ubi jalar (Ipomoea batatas L.) merupakan tanaman yang banyak dimanfaatkan secara tradisional dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai bahan baku obat berbasis alam. Jeruk purut dikenal mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, terpenoid, serta minyak atsiri dengan komponen utama sitronelal, limonen, dan linalool yang berperan dalam aktivitas analgesik, antiinflamasi, antioksidan, dan sedatif ringan. Sementara itu, daun ubi jalar kaya akan polifenol, flavonoid, antosianin, vitamin, dan mineral yang berperan sebagai antioksidan dan imunomodulator, serta memiliki potensi dalam meningkatkan kadar trombosit pada kondisi trombositopenia, khususnya pada pasien demam berdarah dengue. Secara mekanisme biokimia farmasi, aktivitas jeruk purut terutama bekerja melalui penghambatan enzim siklooksigenase dan lipoksigenase yang menurunkan produksi prostaglandin sebagai mediator nyeri dan inflamasi, serta melalui aktivitas antioksidan senyawa fenoliknya. Daun ubi jalar bekerja melalui mekanisme penangkapan radikal bebas dan stimulasi faktor pertumbuhan hematopoietik seperti granulocyte-macrophage colony-stimulating factor (GM-CSF) dan interleukin-3 (IL-3) yang berperan dalam pembentukan trombosit. Kajian ini bertujuan untuk menelaah kandungan biokimia, mekanisme biokimia farmasi, serta potensi farmasi jeruk purut dan daun ubi jalar berdasarkan studi literatur dari berbagai penelitian eksperimental dan klinis. Hasil kajian menunjukkan bahwa kedua tanaman tersebut memiliki aktivitas farmakologis yang saling melengkapi dan berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku fitofarmaka, baik sebagai agen analgesik, antiinflamasi, antioksidan, maupun terapi pendukung berbasis bahan alam yang relatif aman.