Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISIS KUALITAS MIKROBIOLOGI KEFIR SUSU KAMBING YANG DIPEROLEH DARI HOME INDUSTRI DIBERGAS KAB . SEMARANG Alfiyaturrakhma, Untsa; Puspitaningrum, Anisa Nova; Dahliyanti, Novita Dwi
Jurnal Farmasi & Sains Indonesia Vol 8 No 1 (2025)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52216/jfsi.vol8no1p229-233

Abstract

Kefir is a fermented milk product known for its health benefits, primarily due to its probiotic microorganism content. One type of milk that is increasingly popular for making kefir is goat's milk, as it has a composition that is easier to digest and has high nutritional potential. However, the microbiological quality of goat milk kefir needs to be thoroughly analyzed to ensure its safety and probiotic effectiveness. The presence of microorganisms such as lactic acid bacteria, yeast, and potential pathogenic contaminants plays a crucial role in determining the quality of kefir, both in terms of health benefits and product stability. Therefore, analyzing the microbiological quality of goat milk kefir is essential as a foundation for developing safe, high-quality, and nutritious functional food products. Research Objective : This study aims to analyze the microbiological quality of kefir made from goat’s milk, with a focus on identifying and quantifying the dominant microorganisms involved in the fermentation process, such as lactic acid bacteria and yeast. Research Method: The analysis of microbiological quality was carried out using the Total Plate Count (TPC) method. The counts of bacteria and yeast were conducted in duplicate. The results were then compared to the Indonesian National Standard (SNI) for fermented beverages.
ANALISIS FAKTOR KERENTANAN INDIVIDU TERHADAP INFEKSI FILARIASIS DI DAERAH KURIPAN KERTOHARJO PEKALONGAN SELATAN Nurainy, Farah Destyana; Puspitaningrum, Anisa Nova; Alfiyaturrakhma, Untsa
Jurnal Farmasi & Sains Indonesia Vol 8 No 1 (2025)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52216/jfsi.vol8no1p53-59

Abstract

Filariasis is a chronic infectious disease caused by filarial worm infection and transmitted through mosquito bites as a vector. This disease is still a public health problem in several regions in Indonesia, including in Kuripan Kertoharjo Village, South Pekalongan District, which is an endemic area for filariasis. The purpose of this study was to analyze the factors that influence individual susceptibility to filariasis infection in the region. This study used a quantitative design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 100 respondents who were selected purposively based on certain criteria such as domicile, age, and exposure history. Data were collected through structured questionnaires, in-depth interviews, and observations of the environmental conditions of the respondents' homes. The variables studied included demographic factors (age, gender, occupation), individual behavior (use of mosquito nets, habits of going out at night), level of knowledge about filariasis, and environmental conditions (sanitation, presence of puddles, housing density). Data analysis was carried out using the chi-square test and logistic regression to determine the relationship and influence of each variable on infection susceptibility. The results showed that low levels of knowledge, the habit of not using mosquito nets, and poor environmental conditions significantly increased the risk of individuals contracting filariasis (p < 0.05). The conclusion of this study is that susceptibility to filariasis is influenced by the interaction between behavioral factors, knowledge, and environmental conditions. Public health interventions that focus on education, behavioral change, and environmental improvement are needed to reduce the rate of filariasis transmission in endemic areas.
Kesesuaian Mikrobiologis Kefir Susu Sapi Home Industri Kabupaten Bergas terhadap Standar SNI sebagai Produk Probiotik Untsa Alfiyaturrakhma; Madyo Adrianto; Farah Destyana N; Siti farah Hardiyati; Anisa Nova Puspitaningrum
urn:multiple://2988-7828multiple.v4i15
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kefir merupakan produk susu fermentasi yang berperan sebagai minuman probiotik, namun mutu mikrobiologis kefir produksi skala home industry berpotensi bervariasi akibat belum optimalnya penerapan standar fermentasi, sehingga diperlukan evaluasi berbasis standar nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian mikrobiologis kefir susu sapi produksi home industry di Kabupaten Bergas terhadap Standar Nasional Indonesia (SNI) 7552:2018 sebagai produk probiotik. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimental laboratorik dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Sampel berupa kefir susu sapi dari tiga home industry dianalisis menggunakan metode Total Plate Count (TPC) untuk menentukan jumlah bakteri asam laktat pada media de Man Rogosa Sharpe Agar dan khamir pada media Potato Dextrose Agar. Data diperoleh melalui pengujian laboratorium terkontrol dan dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan hasil uji terhadap persyaratan SNI 7552:2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh sampel kefir memiliki jumlah bakteri asam laktat dan khamir yang konsisten berada di atas batas minimum standar, dengan kisaran populasi mikroorganisme fermentatif yang tinggi dan stabil. Temuan ini menunjukkan bahwa kefir susu sapi produksi home industry di Kabupaten Bergas memenuhi persyaratan mikrobiologis SNI dan berpotensi dikembangkan sebagai produk probiotik yang aman, bermutu, dan berdaya saing.
Penyuluhan DAGUSIBU dan Pengumpulan Sampah Obat Rumah Tangga Warga Kelurahan Miroto Kota Semarang Gloria, Fransisca; Adrianto, Madyo; Alfiyaturrakhma, Untsa; Santoso, Rizky Budi; Maharani, Putri; Aldila, Silvy; Nurainy, Farah Destyana; Hardiyati, Siti Farah; Arini, Yovita Dwi; Dahliyanti, Novita Dwi
Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 3 (2025): IJPM - Desember 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/ijpm.1078

Abstract

Pengetahuan mengenai obat merupakan suatu hal yang wajib dimiliki oleh masyarakat. Hasil observasi dengan wawancara masyarakat di wilayah Kelurahan Miroto Semarang, diperoleh keterangan bahwa masyarakat belum memahami pentingnya untuk mengetahui batas kedaluwarsa obat (Expired Date/ED), periode setelah kemasan obat dibuka (Period After Opening/PAO), serta batas penggunaan obat yang sudah diracik (Beyond Use Date/BUD). Kondisi ini menunjukkan masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap aspek keamanan penggunaan obat di rumah tangga sehingga perlu adanya edukasi kepada masyarakat melalui program DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang). Tujuan dari DAGUSIBU adalah untuk meningkatkan pemikiran dan kesadaran masyarakat tentang cara yang tepat untuk menggunakan obat dan pengumpulan sampah obat di rumah tangga. DAGUSIBU adalah sebuah program yang dipelopori oleh Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) untuk meningkatkan kesadaran penggunaan obat. Program ini dilakukan di kelurahan Miroto Semarang pada bulan Oktober 2024. Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan/edukasi tentang DAGUSIBU yang baik dan benar serta pengumpulan sampah obat di rumah tangga dan diskusi tanya jawab pada akhir kegiatan. Dari kegiatan tersebut didapatkan bahwa masyarakat meningkat pemahamannya terkait dengan DAGUSIBU dan dapat mengumpulkan sampah obat berdasarkan nama obat, bentuk sediaan, dan jumlahnya
Penyuluhan DAGUSIBU dan Pengumpulan Sampah Obat Rumah Tangga Warga Kelurahan Tawangsari Kota Semarang Madyo Adrianto; Fransisca Gloria; Untsa Alfiyaturrakhma; Rizky Budi Santoso
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3075

Abstract

Pengelolaan obat yang benar di masyarakat masih menjadi permasalahan kesehatan yang perlu mendapat perhatian. Tingginya praktik swamedikasi di masyarakat berisiko menimbulkan kesalahan dalam memperoleh, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat. Masih banyak rumah tangga yang menyimpan obat keras dan antibiotik untuk keperluan swamedikasi, serta sebagian besar masyarakat belum memiliki pengetahuan yang memadai mengenai penggunaan obat yang benar. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya masalah terkait obat, termasuk penggunaan yang tidak rasional dan potensi dampak kesehatan yang merugikan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai program DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Benar). Metode yang digunakan berupa penyuluhan kesehatan dan edukasi interaktif kepada masyarakat mengenai cara memperoleh obat dari sarana pelayanan kefarmasian yang resmi, penggunaan obat secara rasional, penyimpanan obat yang tepat, serta pembuangan obat yang aman dan ramah lingkungan.jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini sejumlah 42 orang. kegiatan dilengkapi dengan pengumpulan dan pemusnahan sampah obat rumah tangga sebagai bentuk implementasi pengelolaan obat yang benar. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai prinsip DAGUSIBU serta meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mengelola obat secara tepat di lingkungan keluarga. Kegiatan ini dapat mendukung terbentuknya budaya penggunaan obat yang rasional, aman, dan bertanggung jawab sehingga mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara berkelanjutan