Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR KERENTANAN INDIVIDU TERHADAP INFEKSI FILARIASIS DI DAERAH KURIPAN KERTOHARJO PEKALONGAN SELATAN Nurainy, Farah Destyana; Puspitaningrum, Anisa Nova; Alfiyaturrakhma, Untsa
Jurnal Farmasi & Sains Indonesia Vol 8 No 1 (2025)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52216/jfsi.vol8no1p53-59

Abstract

Filariasis is a chronic infectious disease caused by filarial worm infection and transmitted through mosquito bites as a vector. This disease is still a public health problem in several regions in Indonesia, including in Kuripan Kertoharjo Village, South Pekalongan District, which is an endemic area for filariasis. The purpose of this study was to analyze the factors that influence individual susceptibility to filariasis infection in the region. This study used a quantitative design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 100 respondents who were selected purposively based on certain criteria such as domicile, age, and exposure history. Data were collected through structured questionnaires, in-depth interviews, and observations of the environmental conditions of the respondents' homes. The variables studied included demographic factors (age, gender, occupation), individual behavior (use of mosquito nets, habits of going out at night), level of knowledge about filariasis, and environmental conditions (sanitation, presence of puddles, housing density). Data analysis was carried out using the chi-square test and logistic regression to determine the relationship and influence of each variable on infection susceptibility. The results showed that low levels of knowledge, the habit of not using mosquito nets, and poor environmental conditions significantly increased the risk of individuals contracting filariasis (p < 0.05). The conclusion of this study is that susceptibility to filariasis is influenced by the interaction between behavioral factors, knowledge, and environmental conditions. Public health interventions that focus on education, behavioral change, and environmental improvement are needed to reduce the rate of filariasis transmission in endemic areas.
Penyuluhan DAGUSIBU dan Pengumpulan Sampah Obat Rumah Tangga Warga Kelurahan Miroto Kota Semarang Gloria, Fransisca; Adrianto, Madyo; Alfiyaturrakhma, Untsa; Santoso, Rizky Budi; Maharani, Putri; Aldila, Silvy; Nurainy, Farah Destyana; Hardiyati, Siti Farah; Arini, Yovita Dwi; Dahliyanti, Novita Dwi
Inovasi Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 3 (2025): IJPM - Desember 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/ijpm.1078

Abstract

Pengetahuan mengenai obat merupakan suatu hal yang wajib dimiliki oleh masyarakat. Hasil observasi dengan wawancara masyarakat di wilayah Kelurahan Miroto Semarang, diperoleh keterangan bahwa masyarakat belum memahami pentingnya untuk mengetahui batas kedaluwarsa obat (Expired Date/ED), periode setelah kemasan obat dibuka (Period After Opening/PAO), serta batas penggunaan obat yang sudah diracik (Beyond Use Date/BUD). Kondisi ini menunjukkan masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap aspek keamanan penggunaan obat di rumah tangga sehingga perlu adanya edukasi kepada masyarakat melalui program DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang). Tujuan dari DAGUSIBU adalah untuk meningkatkan pemikiran dan kesadaran masyarakat tentang cara yang tepat untuk menggunakan obat dan pengumpulan sampah obat di rumah tangga. DAGUSIBU adalah sebuah program yang dipelopori oleh Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) untuk meningkatkan kesadaran penggunaan obat. Program ini dilakukan di kelurahan Miroto Semarang pada bulan Oktober 2024. Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan/edukasi tentang DAGUSIBU yang baik dan benar serta pengumpulan sampah obat di rumah tangga dan diskusi tanya jawab pada akhir kegiatan. Dari kegiatan tersebut didapatkan bahwa masyarakat meningkat pemahamannya terkait dengan DAGUSIBU dan dapat mengumpulkan sampah obat berdasarkan nama obat, bentuk sediaan, dan jumlahnya