Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Legal Protection Of Consumers In Using Cosmetics Containing Hazardous Substances Dimas Adam Satrio Rachmadhanto; Rika Permatasari; Fhlorida Agustina Simanjuntak
SOUTHEAST ASIA JOURNAL oF GRADUATE OF ISLAMIC BUSINESS AND ECONOMICS Vol. 4 No. 2 (2025): September
Publisher : Pascasarjana, Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/sajgibe.v4i2.4017

Abstract

The advancement of technology and the growing public demand for appearance have significantly boosted the cosmetic industry's growth. However, this trend is often exploited by irresponsible business actors who manufacture and market cosmetics containing harmful substances, thereby posing serious risks to consumers. This study aims to examine the legal protection for consumers and the responsibility of business actors in the circulation of hazardous cosmetic products. The research method used is normative juridical, focusing on statutory regulations and legal doctrines. The findings reveal that consumer protection is regulated under Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection, Law Number 36 of 2009 on Health, as well as technical regulations issued by the BPOM and the Ministry of Health. Consumers are entitled to safety and security, while business actors are obligated to ensure product quality and provide compensation for damages caused. This responsibility includes administrative, civil, and criminal aspects, and is upheld even without proven fault (strict liability). Effective law enforcement, government supervision, and increased public legal awareness are essential to achieving optimal consumer protection in the cosmetic industry
Al-Qardh Pada Perbankan Syariah Suatu Solusi Finasial Rika Permatasari; Fhlorida Agustina Simanjuntak; Rizki Azhar Saragih; Taruna Prakarsa
CBJIS: Cross-Border Journal of Islamic Studies Vol. 7 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAI Sultan Muhammad Syafiuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/cbjis.v7i2.5044

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk megetahui bagaimana konsep al-qardh dalam konteks sumber hukum Islam dan undang-undang beserta turunannya. Kedua bagaimana penerapan konsep al-qardh dalam Perbankan Syariah Indonesia. Penelitian ini adalah penelitian yuridis normatif, dengan metode penelitian yuridis kualitatif. Pendekatan yang dilakukan pada penelitian ini yaitu pendekatann konseptual (conceptual approach) dan pendekatan perundang-undangan (statue approach). Hasil dari penelitain ini yaitu¸ pertama al-qardh merupakan pinjaman lunak/kebijakan tanpa imbalan, yang sejatinya ditujukan kepada pembelian berupa barang-barang fungible, yakni barang-barang yang dapat diperkirakan dan diganti sesuai dengan berat, takaran, ukuran, serta jumlahnya. Kedua penerapan al-qardh diatur dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 mengenai Perbankan Syariah yang diperjelas dengan “FATWA DEWAN SYARI’AH NASIONAL NO: 19/DSN-MUI/IV/2001 Tentang AL-QARDH, Yang menjelaskan bahwa perbankan syariah pada dasarnya dapat memberikan akad pinjaman berupa al-qardh dan qadrul Hassan kepada masyarakat yang membutuhkan