Patricia Elsa Marchelia Wibiasty
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Satuan Ekspresi Pengungkap Warna Perona Bibir Produksi Artis Indonesia Patricia Elsa Marchelia Wibiasty
Deskripsi Bahasa Vol 1 No 2 (2018): 2018 - Issue 2
Publisher : Department of Languages and Literature, Faculty of Cultural Sciences, UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1415.285 KB) | DOI: 10.22146/db.v1i2.335

Abstract

Penelitian ini mengkaji satuan ekspresi pengungkap warna perona bibir yang diproduksi oleh artis Indonesia dengan tinjauan semantik. Fokus tinjauan penelitian ini ialah makna referensial dan asosiasi yang digunakan dalam proses pengungkapan warna perona bibir. Penelitian ini berada dalam kerangka teori semantik. Dari hasil analisis diketahui bahwa proses pengungkapan warna perona bibir produksi artis Indonesia tidak hanya mengacu istilah warna, tetapi juga mengacu istilah nonwarna yang berasal dari berbagai ranah semantis. Ranah semantis yang dominan digunakan ialah flora, sifat, makanan dan minuman, serta asmara. Pengacuan istilah nonwarna dalam satuan ekspresi pengungkapan warna terjadi karena keterbatasan istilah warna. Dari hasil analisis juga diketahui bahwa bahasa yang paling sering digunakan untuk mengungkapkan warna perona bibir yang diproduksi oleh artis Indonesia adalah bahasa Inggris, dan bukan bahasa Indonesia. Dalam hal ini bahasa Inggris dianggap memiliki nilai prestise yanglebih tinggi sehingga dirasa bisa meningkatkan pemasaran produk tersebut.
METAFORA BERANJAK DEWASA DALAM LIRIK LAGU “TAKUT” KARYA IDGITAF: KAJIAN LINGUISTIK KOGNITIF Anan Taturia, Dwika Muzakky; Wibiasty, Patricia Elsa Marchelia
Epigram Vol 21 No 2 (2024): Epigram Volume 21 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/epi.v21i2.7156

Abstract

This study aims to analyze the metaphor of "beranjak dewasa" in the song lyrics of “Takut” by IDGITAF. Utilizing the Conceptual Metaphor Theory by Lakoff and Johnson (1980), the structural metaphors in the song's lyrics were examined through the mapping of source and target domains, as well as their image schemas. This research employs a descriptive qualitative approach. Data analysis was conducted using the distributional method and advanced techniques for immediate constituent analysis, while data collection was carried out through the observation method with note-taking techniques. The analysis revealed five structural metaphors: (1) ambisiku bergejolak, (2) antusias tak karuan, (3) mimpi yang kukejar, (4) mimpi yang terkubur, dan (5) mengorbankan waktu tidur. The image schema depicted from these metaphors is existence. The metaphor of "beranjak dewasa" represents a process filled with enthusiasm, struggle, and sacrifice. This metaphor provides a depiction for today's youth who are transitioning into their 20s, a phase where they encounter a different world where expectations do not always align with dreams or aspirations. The findings of this study affirm the song's message that every young person will inevitably go through their youth and must prepare to enter adulthood.
Representasi Nilai Budaya Jawa dalam Buku Cerita Anak Dwibahasa: Kajian Simbolisme dan Aspek Kebahasaan pada Buku Terbitan Balai Bahasa Jawa Timur Tahun 2023 Rokhmawati, Zahro; Aal Inderajati; Patricia Elsa Marchelia Wibiasty; Dwika Muzakky Anan Taturia; Nisa Hanum Mufida
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.6749

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis simbol kearifan lokal dan aspek kebahasaan dalam lima buku cerita anak dwibahasa terbitan Balai Bahasa Jawa Timur tahun 2023, yaitu Nonton Festival Musik Lesung, Seni Jaran Kencak, Ladu Pelangi Noni, Festival Bandeng Kawak, dan Cokelat Saka Lempung. Penelitian menggunakan metode analisis isi kualitatif dengan pendekatan teori simbolisme budaya Clifford Geertz, semiotika Roland Barthes, linguistik budaya Palmer, serta literasi dwibahasa Baker. Data berupa kutipan teks naratif, dialog, dan kosakata kultural yang dianalisis untuk mengungkap makna denotatif dan konotatif simbol, serta fungsi kosakata dalam pelestarian budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap cerita memuat simbol budaya yang mewakili lima dimensi kearifan lokal Jawa: tradisi agraris (lesung), seni pertunjukan (jaran kencak), kuliner keluarga (ladu), perayaan ekonomi pesisir (bandeng kawak), dan inovasi lokal (lempung & cokelat). Simbol tersebut hadir melalui narasi, tokoh, dan latar yang sarat nilai seperti gotong royong, rukun, persaudaraan, kreativitas, dan keberlanjutan. Aspek kebahasaan memperlihatkan pemakaian kosakata kultural dalam bahasa daerah dan padanannya dalam bahasa Indonesia, sehingga berfungsi ganda sebagai sarana preservasi bahasa daerah dan jembatan pemahaman lintas budaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa buku cerita anak dwibahasa dapat menjadi media efektif dalam internalisasi nilai budaya dan penguatan literasi multibahasa pada anak.