Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Health Reproductive

HUBUNGAN KONSELING DENGAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI DI PMB MARIA SILALAHI, TANJUNG PINGGIR, SIANTAR MARTOBA, PEMATANG SIANTAR Purba, Yeni Trisna; Putri, Riska Wani Eka; Sidabutar, Sondang; Erhan, Keysha Iszmi
Jurnal Reproductive Health Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jrh.v8i1.6319

Abstract

Keluarga Berencana (KB) merupakan suatu upaya yang dilakukan secara sadar dan terencana oleh individu atau pasangan suami istri untuk mengatur kehamilan, demi mewujudkan keluarga yang sehat dan sejahtera. Salah satu faktor penting dalam keberhasilan program KB adalah konseling, yaitu pendekatan komunikasi interpersonal dalam pendidikan kesehatan yang bertujuan membantu individu memahami informasi, mengeksplorasi perasaan dan kebutuhan, serta mengambil keputusan yang tepat. Melalui konseling, petugas kesehatan membantu klien memahami fakta-fakta tentang kontrasepsi, mengidentifikasi harapan dan kebutuhan mereka, serta mendukung mereka dalam membuat pilihan yang sesuai dengan kondisi dan keinginannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konseling dengan pengambilan keputusan menggunakan alat kontrasepsi di Praktek Mandiri Bidan Maria Silalahi. Penelitian ini menggunakan desain analitik cross sectional dengan 40 responden. Analisa data dilakukan menggunakan uji chi square. Hasil menunjukkan ada hubungan antara konseling tentang kontrasepsi dengan pengambilan keputusan menggunakan kontrasepsi. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan pengetahuan pasangan ibu usia subur tentang alat kontrasepi sehingga dapat menentukan kontrasepsi apa yang cocok dipakainya. Bagi petugas kesehatan agar memberikan konseling bagi ibu (wanita usia subur) sebelum menggunakan kontrasepsi dan membantu ibu dalam menentukan kontrasepsi apa yang cocok.
HUBUNGAN LAMA PEMAKAIAN KONTRASEPSI SUNTIK 3 BULAN DENGAN GANGGUAN MENSTRUASI DI PMB R. GIRSANG, RAMBUNG MERAH, KOTA PEMATANG SIANTAR Sefentina, Sefentina; Purba, Santi Widya; Erhan, Keysha Iszmi
Jurnal Reproductive Health Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jrh.v8i1.6320

Abstract

Program pembatasan jumlah anak bertujuan membatasi kelahiran hingga dua anak per keluarga dan mengurangi angka kesakitan serta kematian ibu akibat kehamilan dan persalinan yang berulang. Salah satu alat kontrasepsi yang paling sering digunakan adalah suntikan, karena sederhana, efektif, cocok untuk wanita usia subur, dan aman digunakan saat menyusui. Amenorea adalah kondisi tidak menstruasi selama tiga bulan berturut-turut dan sering terjadi pada penggunaan kontrasepsi jangka panjang. Hal ini disebabkan oleh atrofi endometrium, karena penurunan pengaruh estrogen terhadap endometrium akibat pemberian kontrasepsi yang rutin setiap 3 bulan. Peneliti memakai metode survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di PMB R Girsang Rambung Merah, Kota Pematang Siantar, yaitu sebanyak pada bulan Maret sampai Juni 2023. Hasil penelitian adalah distribusi frekuensi lama penggunaan kontrasepsi suntikan KB 3 bulan mayoritas lebih dari 1 tahun yaitu 46 responden (66,7%), distribusi frekuensi mayoritas responden mengalami gangguan menstruasi yaitu 45 responden (65,2%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara lama penggunaan kontrasepsi suntikan KB 3 bulan dengan gangguan menstruasi dengan nilai p value 0,000 (p<0,05). Pada responden disarankan untuk memperhatikan lama penggunaan suntikan KB dengan adanya efek samping selama penggunaan kontrasepsi tersebut.