Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN PELATIHAN DAN MOTIVASI TERHADAP PENINGKATAN KINERJA KARYAWAN PADA TAMANI KAFE JAKARTA Christin Setiawan
Jurnal Ilmiah Pariwisata Vol 23 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Pariwisata
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Institut Pariwisata Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30647/jip.v23i1.1181

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh signifikan secara langsung pelatihan terhadap peningkatan kinerja karyawan Tamani Kafe Jakarta dan untuk mengetahui pengaruh signifikan secara langsung motivasi terhadap peningkatan kinerja karyawan Tamani Kafe Jakarta. Penelitian ini dilakukan pada Tamani Kafe Jakarta. Metode pengambilan sampel dengan menggunakan teknik convenience sampling. Metode yang digunakan adalah regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kinerja karyawan Tamani Kafe Jakarta. Terlihat didalam penelitian ini bahawa pelatihan besar pengaruhny aterhadap peningkatan kinerja karyawan, pelatihan berupa keterampilan, pengetahuan yang didapat oleh karyawan dapat membantu mereka dalam bekerja dengan baik dan lebih cepat memahami mekanisme yang terdapat dalam pekerjaan, Motivasi berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kinerja karyawan Tamani Kafe Jakarta. Dengan adanya motivasi seperti rasa aman yang didapat oleh karyawan dalam bekerja maka karyawan akan bekerja dengan baik dan merasa aman dan ini merupakan salah satu dari faktor meningkatnya kinerja karyawan Tamani Kafe Jakarta yang harus diperhatikan dan tetap dijaga oleh perusahaan dan pelatihan dan motivasi berpengaruh secara bersama – sama terhadap kinerja karyawan Tamani Kafe Jakarta.
Pariwisata Ekonomi Kreatif Dalam Upaya Menarik Minat Wisatawan dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Destinasi Pariwisata (Studi Kasus Saung Angklung Udjo) Christin Setiawan; Candra Hidayat; Devita Gantina
Jurnal Ilmiah Pariwisata Vol 26 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Pariwisata
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Institut Pariwisata Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30647/jip.v26i1.1442

Abstract

The purpose of this study is to determine the pre-existing forms of creativity that the community will undertake and identify ways to increase community income. The method used is a quantitative descriptive approach by taking a sample of 125 people from 650 existing populations. The results showed that the price sold by Saung Angklung Udjo with the indication that was presented based on the brochure was directly proportional, namely good. The performance of Saung angklung Udjo slightly reduces the sacred value in Sundanese culture because it changes its function to become a commercial performance. The emergence of Saung Angklung Udjo influenced the emotional motives of the millennial generation who were satisfied and happy with the appearance of Saung Angklung Udjo, thereby increasing the attractiveness of creative tourism. The Saung Angklung Udjo demonstration can provide investment opportunities, such as setting up a restaurant and a gift shop. Keywords: Creativity; Tourists; Income
FESTIVAL BUDAYA ACEH AND PAPUA DI AL AZHAR SYIFA BUDI CIBUBUR Hidayat, Candra; Maulana, Alifatqul; Setiawan, Christin; Ariesta, Eliza; Wijayati, Eko Sri; Anwaruddin, Anwaruddin
Jurnal Widya Laksmi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal WIDYA LAKSMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) - Inpress
Publisher : Yayasan Lavandaia Dharma Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59458/jwl.v5i1.133

Abstract

Indonesia memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam, yang menjadi identitas dan kekuatan bangsa. Namun, seiring dengan globalisasi, banyak kebudayaan lokal yang terancam punah. Oleh karena itu, pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam melestarikan budaya lokal, khususnya budaya daerah Aceh dan Papua. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah pendekatan partisipatif melalui pelaksanaan kegiatan edukasi, pelatihan, serta pemetaan potensi budaya daerah. Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, seperti pemerintah lokal, masyarakat, dan akademisi untuk memastikan keberlanjutan program. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa masyarakat mulai memahami pentingnya pelestarian budaya melalui kegiatan yang melibatkan mereka secara langsung. Diskusi hasil pengabdian mencakup relevansi kebudayaan dalam membangun karakter bangsa dan ketahanan sosial, serta tantangan yang dihadapi dalam memelihara kebudayaan di tengah arus globalisasi. Berdasarkan hasil analisis SWOT, meskipun terdapat kelemahan seperti penurunan partisipasi dalam olahraga tradisional dan permainan rakyat, terdapat peluang yang dapat dimaksimalkan untuk pemajuan kebudayaan melalui teknologi dan kebijakan publik. Saran yang dapat diberikan adalah perlunya kebijakan yang lebih mendalam dalam melibatkan masyarakat dalam kegiatan kebudayaan lokal. Kesimpulannya, melestarikan budaya daerah seperti Aceh dan Papua sangat penting dalam memperkuat identitas nasional dan mendukung keberagaman budaya Indonesia.