Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Ketergantungan pada Sektor Minyak dan Gas dalam Pembangunan Timor-Leste: Implikasi terhadap Kemiskinan dan Keberlanjutan Ekonomi Setiawan, Dwi Desky; Ahmad, Fauzan Ramdani; Athalla, Muhammad Rifqy Addin; Hutasoit, Onma Bryan Yehezkiel; Indrawan, Jerry
Journal of Social Contemplativa Vol. 3 No. 2 (2025): Journal of Social Contemplativa
Publisher : Indonesian Democracy Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61183/jsc.v3i2.97

Abstract

This study aims to examine the effect of Timor-Leste's dependence on the oil and gas sector on national economic growth, poverty distribution, and fiscal sustainability in the long run. Since gaining independence in 2002, Timor-Leste has relied on oil and gas as the main source of Gross Domestic Product (GDP) and state budget funding. Using qualitative methods, this study analyzes the role of the oil and gas sector in the country's economic structure, the efficiency of Petroleum Fund management, and constraints in achieving economic diversification. The findings indicate that heavy dependence on oil and gas has resulted in a situation that is vulnerable to changes in world oil prices, slowed the growth of the non-oil sector, and exacerbated social inequality and poverty. While the Petroleum Fund was created as a tool for sustainable resource management, fiscal practices show disbursements exceeding safe limits, jeopardizing future economic resilience. The study recommends the importance of fiscal policy reform, improved resource management, and a development approach that focuses on economic diversification and social inclusiveness to achieve sustainable development.
Politik Uang dan Dana Kampanye pada Pemilu Legislatif Indonesia 2019: Ancaman dan Dampak Politik Uang terhadap Keterwakilan Demokratis Yumna, Dulce Reika Ula; Ananta, Muhammad Ikhsan; Putri, Andini Nathania; Anggrelita Mutiara Salsabila Dewi; Ahmad, Fauzan Ramdani; Rahmawati, Restu
Indonesian Journal of Social Development Vol. 3 No. 3 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia, praktik politik menggunakan uang dalam pemilihan umum, terutama pada Pemilu Legislatif 2019, telah berkembang menjadi masalah penting yang mengancam kualitas demokrasi dan prinsip keterwakilan rakyat. Dengan menggunakan teori transaksional dan relasi kuasa sebagai kerangka analisis, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak politik uang terhadap legitimasi kekuasaan dan keputusan pemilih. Penelitian ini menyelidiki literatur secara menyeluruh dan menemukan berbagai faktor yang berkontribusi terhadap banyaknya praktik politik uang. Faktor-faktor ini termasuk ketidaksetaraan ekonomi, penegakan hukum yang lemah, dan sistem pemilu yang memungkinkan transaksi politik. Studi menunjukkan bahwa praktik politik yang melibatkan uang tidak hanya merusak integritas pemilu, tetapi juga menyebabkan ketidakadilan dalam proses demokrasi, di mana imbalan finansial memengaruhi suara pemilih lebih daripada pertimbangan logis tentang visi dan program calon legislatif. Kata Kunci : Politik Uang, Pemilu Legislatif, Legitimasi Kekuasaan, Keterwakilan Demokratis, Teori Transaksional
Implementasi Paradigma Seamless Government dalam Memaksimalkan Pelayanan Publik: Studi Kasus Integrasi Sistem Perizinan Ekspor-Impor di Indonesia Handoko, Dewa Nugraha; Viqri, Achmad Aidil; Siregar, Gabriella Dofani Natalia; Ahmad, Fauzan Ramdani; Aji, Muhammad Prakoso
Jurnal Warta Dharmawangsa Vol 20, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/wdw.v20i2.8648

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas integrasi sistem INA-TRADE dan Indonesia National Single Window (INSW) pada Direktorat Fasilitasi Ekspor dan Impor melalui sintesis teori E-Government dan paradigma Seamless Government. Masalah utama birokrasi perdagangan di Indonesia adalah bertahannya mentalitas silo yang memicu fragmentasi data dan inefisiensi layanan. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini mengevaluasi transformasi pelayanan pasca-integrasi sistem secara horizontal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi tersebut telah berhasil membawa birokrasi Indonesia mencapai tahap kematangan e-government yang lebih tinggi melalui mekanisme Single Submission (SSm) dan kebijakan fiktif positif. Namun, temuan di lapangan juga mengidentifikasi adanya fenomena kejutan digital akibat asimetri infrastruktur teknologi antarinstansi. Simpulan penelitian menegaskan bahwa penghapusan mentalitas silo memerlukan harmonisasi standar teknologi nasional dan penguatan literasi digital aparatur agar tercipta pelayanan publik yang benar-benar tanpa sekat.