Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN PROGRAM BIMBINGAN BELAJAR (BIMBEL) DAN TAMAN PENDIDIKAN AL-QUR’AN (TPA) UNTUK MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN ANAK DI PEKON NEGLASARI Nurul Azkia Agustina; M. Arya Putra Wijaya; Nazri Arya Gutama; Ananda Sastia Damaika; Farah Miftahul Aulia
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 8 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Agustus
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/t228j115

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menggambarkan pelaksanaan program Bimbingan Belajar (Bimbel) dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak di Pekon Neglasari. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta dokumentasi. Partisipan penelitian mencakup anak-anak yang mengikuti Bimbel dan TPA, sedangkan narasumber penelitian terdiri dari pengelola, orang tua, serta tokoh masyarakat. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa program bimbingan belajar memberikan dampak positif terhadap perkembangan akademik, khususnya pada kemampuan membaca yang meningkat sebesar 35%, kemampuan berhitung yang naik 25%, serta pemahaman materi pelajaran yang bertambah 15%. Di sisi lain, TPA memiliki peran signifikan dalam pembentukan karakter religius anak, terlihat dari peningkatan kedisiplinan sebesar 75%, kemampuan membaca Al-Qur’an mencapai 60%, dan meningkatnya kesadaran mereka dalam beribadah. Walaupun program ini menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan sarana, jumlah pengajar yang terbatas, dan penggunaan metode pembelajaran yang masih tradisional, program ini tetap berhasil memberikan pengaruh positif yang nyata. Secara keseluruhan, penggabungan Bimbel dan TPA terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan kognitif serta membentuk karakter anak, sekaligus dapat dijadikan contoh model pendidikan non-formal berbasis masyarakat di daerah pedesaan.
Pengendalian Kualitas Produksi Kemasan Flexible X Menggunakan Metode  Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk Mereduksi Defect di PT XYZ Wiwi Prastiwinarti; Farah Miftahul Aulia; Iqbal Yamin
Jurnal Rekayasa Sistem Industri Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Rekayasa Sistem Industri
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jrsi.v15i1.8430.23-34

Abstract

Flexible packaging product X manufactured by PT XYZ—a flexible packaging company employing rotogravure printing technologym recorded a defect rate of 4.57% during the production period from September to November 2023, exceeding the company’s tolerance limit of 4%. This study aims to identify the dominant defect types, analyze their root causes, and formulate improvement recommendations using the Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) approach. The method evaluates potential risks through the parameters of Severity, Occurrence, and Detection, and determines the Risk Priority Number (RPN) as the basis for prioritizing corrective actions.The Pareto analysis revealed three dominant defect types: missprint (37%), blocking (24.9%), and blushing (20.3%). The highest RPN value was found in missprint (810), attributed to uneven film surface (film flatness), followed by blocking (648) due to improper film tension, and blushing (648) resulting from excessive ink viscosity. Based on these findings, technical improvement proposals were developed, including tighter raw material quality control, adjustment of drying temperature and film tension parameters, and stricter ink viscosity inspection procedures.The novelty of this research lies in the integration of Statistical Process Control (SPC) and FMEA in analyzing defect risks in the rotogravure printing process. This integration enables the formulation of data-driven and process-parameter-oriented improvement recommendations, bridging the gap between qualitative risk assessment and practical quality control implementation in the flexible packaging industry. The proposed improvements are expected to minimize process variation, reduce defect recurrence, and enhance the overall capability of the rotogravure printing process at PT XYZ.